Hendi Dwi Hardiman
Politeknik APP Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Alternatif Perencanaan Produksi Agregat Dengan Biaya Minimum Untuk Mendukung Kontinuitas Rantai Pasok Pada Pt. MNO Hendi Dwi Hardiman; Juli Astuti; Amrin Rapi
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 1st, Jakarta 2020
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perencanaan agregat merupakan perencanaan mengenai jumlah tenaga kerja dan tingkat produksi. Rencana produksi agregat merupakan pedoman yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan produksi. Rencana produksi agregat yang baik adalah rencana yang secara menyeluruh dapat menyeimbangkan antara kapasitas yang dimiliki oleh perusahaan dengan kebutuhan pasar sehingga berdampak minimum terhadap biaya. Banyak model yang dapat dikembangkan untuk menyusun rencana produksi agregat ini, khusus untuk PT MNO, karena sifat produksinya adalah make to stock, maka rencana produksi agregat yang dikembangkan berpedoman kepada agregasi produk dan hasil peramalan penjualan. Pola data hasil penjualan menunjukkan kecenderungan meningkat secara linear, sehingga model peramalan regresi linear dapat digunakan untuk meramalkan tingkat penjualan masing-masing tipe produk. Agregasi produk untuk menentukan satuan agregat harus dilakukan terlebih dahulu sebelum menyusun rencana produksi agregat. Karena PT MNO memproduksi 3 (tiga) tipe produk, yaitu FC5Susun, FC3Susun dan  FC1Susun dan menggunakan fasilitas produksi yang sama. Yang menjadi satuan agregatnya adalah yang memiliki waktu penyelesaian produk terbesar, yaitu Tipe Produk FC5Susun. Model rencana produksi agregat yang dikembangkan sehubungan dengan penelitian ini adalah model transportasi (transport shipment) dan model spreadsheet yang didasarkan atas tingkat persediaan nol (zero inventory), dengan serah-susul (backorder), dan tidak dengan serah-susul (no backorder). Hasil perhitungan biaya untuk setiap model rencana produksi agregatnya adalah sebagai berikut: model transportasi (transport shipment) sebesar Rp.5.285668.470,-, model spreadsheet (tingkat persediaan nol/ zero inventory) sebesar Rp.6.114.660.000,-, model spreadsheet (dengan serah-susul/ backorder) sebesar Rp.6.477.379.181,-, dan model spreadsheet (tidak dengan serah-susul/ no backorder) sebesar Rp.6.620.767.677,- Sedangkan analisis biaya menunjukkan bahwa model transportasi (transport shipment problems) memiliki biaya terkecil, yaitu sebesar Rp.5.285668.470,-. Disarankan agar PT MNO memilih model perencanaan produksi agregat yang memberikan biaya minimum, yaitu model transportasi (transport shipment). Kata kunci: Make to Stock, Regresi Linear, Perencanaan Agregat, Transport Shipment, Spreadsheet, Agregasi Produk.
PENERAPAN KONSEP THEORY OF CONSTRAINS (TOC) DALAM AKTIVITAS PERENCANAAN PRODUKSI DI PT XYZ hendi dwi hardiman; subekti subekti
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ telah menetapkan beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam melaksanakan aktivitas produksinya, antara lain adalah memaksimalkan tingkat pemenuhan permintaan, memaksimalkan penjualan, meminimalkan biaya produksi, memaksimalkan utilisasi mesin dan peralatan, meminimalkan jam kerja lembur, dan meminimalkan biaya kualitas. Tujuan ini mengandung aspek-aspek yang berbeda atau bahkan bertentangan. Untuk itu, diperlukan suatu metode yang dapat memberikan solusi optimal yang merupakan titik temu (trade-off) dari tujuan-tujuan tersebut. Metode goal programming yang merupakan metode khusus dalam linear programming potensial untuk digunakan, karena mampu menyelesaikan masalah menjadi optimal dengan tujuan lebih dari satu (multi objective). Hasil penelitian menunjukkan bahwa utuk menghasilkan keuntungan yang optimal, jumlah produk FC5Susun yang harus dibuat adalah sebanyak 22.368 unit, produk FC3Susun sebanyak 8.240 unit, produk FC1Susun sebanyak 2.515 unit, produk FC531Susun sebanyak 5.677 unit. Dengan kombinasi produk hasil optimasi goal programming ini semua tujuan yang telah ditetapkan dapat terpenuhi. Keuntungan perusahaan dengan solusi goal programming ini adalah selisih antara maksimasi pendapatan penjualan dengan minimasi biaya produksi, yaitu Rp.76.264.751.104,- - Rp.49.264.951.296,- = Rp.26.999.799.808,- 
PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN PERGUDANGAN POLITEKNIK APP JAKARTA UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PERGUDANGAN erika fatma; hendi dwi hardiman; winanda kartika; M Tirtana Siregar; nessa ananda
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin berkembang tidak terlepas dari perkembangan sistem teknologi informasi. Gudang merupakan unit penunjang operasional yang dapat mempengaruhi kelancaran operasional suatu instansi. Sistem pelayanan gudang mencakup jaminan kelancaran keluar-masuk barang, ketersediaan barang, keamanan dan kemudahan akses informasi. Pembahasan penelitian dibatasi pada gudang persediaan Politeknik APP Jakarta. Penelitian ini dibagi dalam dua tahap yaitu tahap penataan ruang (tata letak gudang) dan pengembangan sistem informasi pergudangan. Tahap penataan gudang adalah mengevaluasi layout gudang awal, menetukan kebutuhan ruang gudang dan menentukan kelas penyimpanan persediaan sesuai prinsip penyimpanan. Identifikasi kebutuhan ruang dapat dilihat berdasarkan aliran barang, sedangkan penentuan kelas penyimpanan dilakukan berdasarkan prinsip penyimpanan (popularity, size, dan characteristics). Tahap ini bertujuan untuk mendapatkan penataan yang baik yaitu aman, mudah dicari, dam mudah dijangkau. Tahap pengembangan sistem informasi pergudangan diawali dengan analisis kebutuhan dari pengguna sistem, baik kebutuhan fungsional ataupun kebutuhan non-fungsional. Selanjutnya, dilakukan analisis perancangan sistem infomasi menggunakan use case diagram, activity diagram, context diagram, kemudian pembuatan sistem informasi dengan platform web. Dengan dihasilkannya usulan tata letak gudang dan sistem informasi gudang diharapkan dapat membantu proses pengelolaan pergudangan sehingga dapat membantu pihak manajemen dalam kebijakan pengelolaan barang dan kebijakan pembelian barang. Kata kunci: Pergudangan, tata letak pergudangan, sistem informasi pergudangan