Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Model ARIMA Dalam Memprediksi Penjualan Produk Minuman Teh Botol Sosro Ukuran 350 mL Iga Dwi Wahyuni; Trisna Yuniarti; Amrin Rapi
INVENTORY: Industrial Vocational E-Journal On Agroindustry Vol 3, No 2 (2022): Published in December 2022
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/inventory.v3i2.99

Abstract

This study aims to provide suggestions for improvements in overcoming stock shortages of soft drink products using a forecasting method. The results of such forecasting will be compared with the forecasting methods used by the company at this time. The Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) method was used in this study to improve the accuracy of demand forecasting in soft drink products (TBE 350 mL K12 Aseptic). This study used product sales data for the period January 2016 to January 2022. Based on the results of calculation and data processing, it is known that the best model is ARIMA (2,1,0) with a MAPE value of 35,966%. Meanwhile, the method used by the company has a MAPE value of 36.569%. It Shows that the ARIMA method (2,1,0) has better forecasting accuracy compared to the company's forecasting method with a MAPE difference of 0.604%.  The validation results were obtained forecasting in January 2022 with ARIMA (2,1,0) of 22,569 cartons, while the company's method was 21,194 cartons. This shows that the ARIMA method (2,1,0) is more accurate in forecasting because it has a forecast value in the January 2022 period close to the actual demand value, which is 23,193 cartons. The ARIMA model equation (2,1,0) for forecasting soft drink products in the following month is Zt = 0,494Zt-1 + 0,210Zt-2 + 0,297Zt-3
Alternatif Perencanaan Produksi Agregat Dengan Biaya Minimum Untuk Mendukung Kontinuitas Rantai Pasok Pada Pt. MNO Hendi Dwi Hardiman; Juli Astuti; Amrin Rapi
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 1st, Jakarta 2020
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perencanaan agregat merupakan perencanaan mengenai jumlah tenaga kerja dan tingkat produksi. Rencana produksi agregat merupakan pedoman yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan produksi. Rencana produksi agregat yang baik adalah rencana yang secara menyeluruh dapat menyeimbangkan antara kapasitas yang dimiliki oleh perusahaan dengan kebutuhan pasar sehingga berdampak minimum terhadap biaya. Banyak model yang dapat dikembangkan untuk menyusun rencana produksi agregat ini, khusus untuk PT MNO, karena sifat produksinya adalah make to stock, maka rencana produksi agregat yang dikembangkan berpedoman kepada agregasi produk dan hasil peramalan penjualan. Pola data hasil penjualan menunjukkan kecenderungan meningkat secara linear, sehingga model peramalan regresi linear dapat digunakan untuk meramalkan tingkat penjualan masing-masing tipe produk. Agregasi produk untuk menentukan satuan agregat harus dilakukan terlebih dahulu sebelum menyusun rencana produksi agregat. Karena PT MNO memproduksi 3 (tiga) tipe produk, yaitu FC5Susun, FC3Susun dan  FC1Susun dan menggunakan fasilitas produksi yang sama. Yang menjadi satuan agregatnya adalah yang memiliki waktu penyelesaian produk terbesar, yaitu Tipe Produk FC5Susun. Model rencana produksi agregat yang dikembangkan sehubungan dengan penelitian ini adalah model transportasi (transport shipment) dan model spreadsheet yang didasarkan atas tingkat persediaan nol (zero inventory), dengan serah-susul (backorder), dan tidak dengan serah-susul (no backorder). Hasil perhitungan biaya untuk setiap model rencana produksi agregatnya adalah sebagai berikut: model transportasi (transport shipment) sebesar Rp.5.285668.470,-, model spreadsheet (tingkat persediaan nol/ zero inventory) sebesar Rp.6.114.660.000,-, model spreadsheet (dengan serah-susul/ backorder) sebesar Rp.6.477.379.181,-, dan model spreadsheet (tidak dengan serah-susul/ no backorder) sebesar Rp.6.620.767.677,- Sedangkan analisis biaya menunjukkan bahwa model transportasi (transport shipment problems) memiliki biaya terkecil, yaitu sebesar Rp.5.285668.470,-. Disarankan agar PT MNO memilih model perencanaan produksi agregat yang memberikan biaya minimum, yaitu model transportasi (transport shipment). Kata kunci: Make to Stock, Regresi Linear, Perencanaan Agregat, Transport Shipment, Spreadsheet, Agregasi Produk.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA LULUSAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS PADA ALUMNI POLITEKNIK APP JAKARTA DI WILAYAH JABODETABEK A.R Arie Wicaksono; erick lauren ray; fauzi saberan; Amrin Rapi
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna lulusan Politeknik APP Jakarta dengan melihat tingkat kepentingan dan tingkat harapan yang ada pada industri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 56 perusahaan yang telah menggunakan 74 lulusan Politeknik APP Jakarta yang lulus di tahun 2018, 2019 dan 2020. Adapun instrumen yang digunakan dalam mengukur tingkat kepuasan pengguna lulusan terdiri dari etika, kompetensi utama, kemampuan bahasa asing, penggunaan teknologi informasi, kemampuan berkomunikasi, kerjasama tim dan pengembangan diri. Ketujuh instrumen ini berasal dari Instrumen Suplemen Konversi (ISK) yang dibuat oleh BAN-PT. Hasil dari penelitian ini menunjukan tingkat kepuasan pengguna lulusan Politeknik APP Jakarta adalah sebesar 78,36% yang berarti pengguna lulusan puas dengan kinerja lulusan Politeknik APP Jakarta. Hasil penelitian laiinya juga dituangkan kedalam matriks IPA yang terbagi menjadi empat kuadran, dimana aspek etika, kompetensi utama, kemampuan berkomunikasi dan kerjasama tim berada di kuadran 2, sedangkan aspek ekmampuan berbahasa asing, penggunaan teknologi informasi dan pengembangan diri berada dalam kuadran 3. Kata kunci: Kepuasan Pengguna, Importance Performance Analysis, Lulusan