Nia Kurniati
Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemikiran Dakwah K.H. Miftah Faridl tentang Moral dalam Buku “Hikmah Kehidupan” M. Rafki Razif Kiransyah; Nia Kurniati; M. Fauzi Arif
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v5i2.8280

Abstract

Abstract. The moral crisis in this era of globalization and digitalization requires a relevant da'wah figure in fostering the character of the people. This study examines K.H. Miftah Faridl's da'wah thoughts on moral values in the book "Hikmah Kebuhayan" as an effort to da'wah bil qalam in shaping the morals of the community. The focus of the research includes the analysis of the textual structure, discourse practice, and social practices of his da'wah thought. The main theory used is the Critical Discourse Analysis (AWK) model of Norman Fairclough, which sees da'wah texts not just as normative language, but as an influential social practice in the construction of values in society. This study uses a qualitative-descriptive approach. Data was obtained through documentation of the content of the book, direct interviews with K.H. Miftah Faridl, and supporting documentation from other media. The results of the study show that the text structure in the book "Hikmah Kevidaan" emphasizes moral messages such as honesty, ukhuwah, and social responsibility. At the level of discourse practice, K.H. Miftah Faridl's da'wah is disseminated in a reflective and communicative manner through books to reach the wider community. Socially, this moral message has proven to be relevant in facing the challenge of moral decline in the digital era. This book is an effective da'wah medium in instilling Islamic moral values in the midst of modern society. Abstrak. Krisis moral di era globalisasi dan digitalisasi ini menuntut sebuah pemikiran tokoh dakwah yang relevan dalam membina karakter umat. Penelitian ini mengkaji pemikiran dakwah K.H Miftah Faridl tentang nilai-nilai moral dalam buku “Hikmah Kehidupan” sebagai upaya dakwah bil qalam dalam membentuk akhlakul karimah masyarakat. Fokus penelitian meliputi analisis struktur teks, praktik wacana, dan praktik sosial dari pemikiran dakwah beliau. Teori utama yang digunakan adalah Analisis Wacana Kritis (AWK) model Norman Fairclough, yang melihat teks dakwah tidak sekadar bahasa normatif, melainkan sebagai praktik sosial yang berpengaruh dalam konstruksi nilai di masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data diperoleh melalui dokumentasi isi buku, wawancara langsung dengan K.H. Miftah Faridl, serta dokumentasi pendukung dari media lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur teks dalam buku “Hikmah Kehidupan” menekankan pesan moral seperti kejujuran, ukhuwah, dan tanggung jawab sosial. Pada tataran praktik wacana, dakwah K.H. Miftah Faridl disebarluaskan secara reflektif dan komunikatif melalui buku untuk menjangkau masyarakat luas. Secara sosial, pesan moral tersebut terbukti relevan dalam menghadapi tantangan kemerosotan akhlak di era digital. Buku ini menjadi media dakwah yang efektif dalam menanamkan nilai moral Islam di tengah masyarakat modern.
Komunikasi Persuasif dalam Animasi YouTube @Tekotok sebagai Media Dakwah Zaid Izzatul Islam; Nia Kurniati; Ahmad Mudakir
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 103-110
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.24005

Abstract

Abstract. The transformation of da'wah in the digital age calls for a new communication approach that can reach audiences without triggering resistance. This study aims to analyze persuasive communication in the YouTube animation channel @Tekotok as a medium of da'wah in the digital age, with a specific focus on the miniseries “Cowok Bandel.” The method used is descriptive qualitative research through digital observation and documentation of six episodes and ten purposively sampled viewer comments, grounded in the Elaboration Likelihood Model (ELM) and the principle of Qaulan Baligha. The results show that the da'wah messages conveyed are categorized into messages of faith (aqidah) concerning the priority of tawhid, and messages of morality (akhlak) concerning the dangers of pornography, masturbation, and orgasm (PMO) addiction. Persuasive communication is applied sequentially: the peripheral route, through 2D animation, humor, and casual language, is used first to lower the audience's rational defenses, followed by the central route, through logical and theological argumentation, once emotional engagement has been established. Viewer comments confirm that both routes of processing successfully occurred, resulting in cognitive reflection and behavioral resolve among the audience. In conclusion, the synergy of these two routes makes @Tekotok an effective da'wah instrument that personally touches its audience without provoking resistance. Abstrak. Transformasi dakwah di era digital menuntut pendekatan komunikasi baru yang mampu menjangkau audiens tanpa memicu resistensi. Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi persuasif dalam animasi kanal YouTube @Tekotok sebagai media dakwah di era digital, dengan fokus spesifik pada miniseri “Cowok Bandel”. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi digital dan dokumentasi terhadap enam episode serta sepuluh komentar penonton yang dipilih secara purposif, dengan berlandaskan pada teori Elaboration Likelihood Model (ELM) dan prinsip Qaulan Baligha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan dakwah yang disampaikan dikategorikan menjadi pesan aqidah mengenai prioritas ketauhidan, dan pesan akhlak mengenai bahaya kecanduan pornografi, masturbasi, dan orgasme (PMO). Komunikasi persuasif diterapkan secara berurutan: rute periferal berupa animasi 2D, humor, dan bahasa kasual digunakan lebih dahulu untuk meruntuhkan pertahanan rasional penonton, kemudian rute sentral berupa argumen logis dan teologis ditanamkan setelah afeksi penonton terbangun. Komentar penonton mengonfirmasi bahwa kedua rute pemrosesan tersebut berhasil menimbulkan refleksi kognitif dan resolusi perilaku pada audiens. Kesimpulannya, sinergi kedua rute ini menjadikan @Tekotok instrumen dakwah yang efektif menyentuh sanubari penonton secara personal tanpa memicu resistensi.
Efektivitas Komunikasi Tabayyun dalam Menangani Miskomunikasi di Lingkungan Pengurus Pasuma Unisba Rizka Aziza; Bambang S. Ma’arif; Nia Kurniati
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 147-156
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.24405

Abstract

Abstract. This study was motivated by the occurrence of miscommunication within the Student Choir Organization (Pasuma) of Universitas Islam Bandung, which affected coordination and relationships among members. This study aims to describe the organizational communication process, the implementation of tabayyun communication, and its effectiveness in addressing miscommunication based on Richard M. Steers' organizational effectiveness indicators. This research employed a qualitative approach using a descriptive method and a constructivist paradigm. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the Top Management, administrators, and members of Pasuma Unisba. The data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing, while source triangulation was applied to ensure data validity. The findings indicate that organizational communication is fairly active but still encounters obstacles in information delivery, coordination, and differences in interpretation. The implementation of tabayyun communication through clarification, verification, dialogue, deliberation, and evaluation effectively reduced miscommunication while improving openness, coordination, and mutual trust among members. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya miskomunikasi di lingkungan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Mahasiswa (Pasuma) Universitas Islam Bandung yang memengaruhi koordinasi dan hubungan antaranggota. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses komunikasi organisasi, penerapan komunikasi tabayyun, serta efektivitasnya dalam menangani miskomunikasi berdasarkan indikator efektivitas organisasi Richard M. Steers. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan paradigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap Top Management, pengurus, dan anggota Pasuma Unisba, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi berlangsung cukup aktif, namun masih menghadapi kendala penyampaian informasi, koordinasi, dan perbedaan penafsiran. Penerapan komunikasi tabayyun melalui klarifikasi, verifikasi, dialog, musyawarah, dan evaluasi terbukti efektif mengurangi miskomunikasi serta meningkatkan keterbukaan, koordinasi, dan kepercayaan antaranggota.