Irfan Safrudin
Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pola Dakwah dalam Program Kafilah Du’at Ma’had Aly Baiturrahman Garut Laila Nazmi Zahrani; Irfan Safrudin; Malki Ahmad Nasir
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v5i2.8338

Abstract

Abstract. This research discusses the preaching patterns in the Kafilah Du’at program at Ma’had Aly Baiturrahman IAI Persis Garut, focusing on the implementation, the strategy of communication, the supporting and hindering factors. This program aims to spread the Islamic preaching in 3 areas that all frontier, outermost, and disadvantaged regions through a more social, humanistic, and contextual approach. The method used is descriptive qualitative with observation, interviews, and documentation as the data collection techniques. The data were obtained from Kafilah Du’at members, local communities, and program organizers. The results show that the preaching patterns applied are adaptive through social communication approaches based on ethics and courteous communication, supported by religious studies activities and community empowerment. The main obstacles include the limited facilities and the community’s low which are understanding of religion, while the supporting factors are well-structured personnel development and strong institutional support. This program has proven effective in building emotional connections and gradually increasing religious understanding among the community. Abstrak. Penelitian ini membahas pola dakwah dalam program Kafilah Du’at di Ma’had Aly Baiturrahman IAI Persis Garut, dengan fokus pada bagaimana pelaksanaan, pola dakwah yang digunakan, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Program ini bertujuan menyebarkan dakwah ke daerah 3T dengan pendekatan yang lebih sosial, humanis, dan kontekstual. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data diperoleh dari anggota Kafilah Du’at, masyarakat setempat, dan pengelola program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola dakwah yang diterapkan bersifat adaptif melalui pola pendekatan komunikasi sosial berbasis adab dan komunikasi santun, didukung dengan kegiatan kajian agama dan pemberdayaan masyarakat. Hambatan utama meliputi keterbatasan fasilitas dan pemahaman agama masyarakat yang masih minim, sementara faktor pendukungnya adalah pembinaan kader yang terstruktur dan dukungan lembaga yang kuat. Program ini terbukti mampu membangun kedekatan emosional dan meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat secara bertahap.
Strategi Dakwah Digital An-Naml Media dalam Meningkatkan Partisipasi Kegiatan Keagamaan Pemuda PERSIS Ciapus Mochamad Nashrul Hidayat; Irfan Safrudin; Malki Ahmad Nasir
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 141-146
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.24326

Abstract

Abstract. This study examines the digital da’wah strategy of An-Naml Media in increasing the religious participation of youth of Pemuda Persatuan Islam of Jama’ah Ciapus amid the rapid advancement of digital technology. Prior to the presence of An-Naml Media, youth attendance and involvement in religious study sessions were relatively low. This research aims to analyze the da’wah strategy applied, the use of social media features, and the youth’s responses and forms of participation toward this digital da’wah. A qualitative approach with a descriptive case study design was employed, using observation, in-depth interviews, and documentation as data collection techniques, which were then analyzed descriptively. The findings show that An-Naml Media’s da’wah strategy is adaptive, communicative, and contextual, combining idealistic and market-oriented content while utilizing carousel and reels formats along with an internal buzzer technique to expand its reach. This strategy has proven effective in encouraging hybrid participation, in which digital engagement evolves into real involvement in religious activities such as halaqah and communal study sessions. Despite facing limitations in production facilities, human resources, and the economic sustainability of a non-profit organization, An-Naml Media continues to strengthen youth empowerment and religious social transformation effectively. Abstrak. Penelitian ini mengkaji strategi dakwah digital An-Naml Media dalam meningkatkan partisipasi kegiatan keagamaan Pemuda Persatuan Islam Pimpinan Jama’ah Ciapus di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Sebelum kehadiran An-Naml Media, tingkat kehadiran dan keterlibatan pemuda dalam kajian dakwah tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi dakwah, pemanfaatan fitur media sosial, serta respons dan bentuk partisipasi pemuda terhadap dakwah digital tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif melalui desain studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah An-Naml Media bersifat adaptif, komunikatif, dan kontekstual, memadukan konten idealis dan konten pasar, serta memanfaatkan fitur carousel, reels, dan buzzer internal untuk memperluas jangkauan pesan. Strategi ini terbukti mendorong partisipasi hibrida, yaitu keterlibatan digital yang berkembang menjadi partisipasi nyata dalam kegiatan keagamaan seperti halaqah dan kajian jama’ah. Meski dihadapkan pada keterbatasan sarana, sumber daya manusia, dan keberlanjutan ekonomi organisasi nonprofit, An-Naml Media tetap mampu memperkuat pemberdayaan dan transformasi sosial keagamaan pemuda secara efektif.
Komunikasi Interpersonal Kyai dan Santri dalam Meningkatkan Pemahaman Keagamaan di Pondok Pesantren Al Barkah Rancakeyeup Tanggeung Cianjur Muhammad Yasni Ishak Syahid Al Fazri; Irfan Safrudin; Hendi Suhendi
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 181-188
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.24585

Abstract

Abstract. This article examines interpersonal communication between the kyai (Islamic teacher) and santri (students) at Pondok Pesantren Al-Barkah, Rancakeuyeup, Tanggeung, Cianjur, prompted by uneven comprehension among students, their reluctance to ask questions, and the hierarchical distance that can limit religious understanding. Using a qualitative descriptive approach, data were gathered through observation, in-depth interviews with the kyai and three santri, and documentation, then analyzed with Joseph A. DeVito's five indicators of interpersonal communication: openness, empathy, supportiveness, positiveness, and equality. The findings show that the kyai consistently applies all five indicators, for instance by removing bureaucratic barriers to dialogue, correcting mistakes gently, giving continuous motivation, and treating every santri equally regardless of socio-economic background, while santri openness still varies due to feelings of reluctance (sungkan) toward senior religious authority. Interpersonal communication is thus shown to play a fairly significant role in improving santri's religious understanding, appreciation, and practice, although obstacles remain in the form of differences in administrative status and limited interaction time. This study suggests that pesantren management strengthen more equitable communication channels between kyai and santri across all levels of seniority. Abstrak. Artikel ini mengkaji komunikasi interpersonal antara kyai dan santri di Pondok Pesantren Al-Barkah, Rancakeuyeup, Tanggeung, Cianjur, yang dilatari oleh perbedaan pemahaman antarsantri, keengganan santri untuk bertanya, serta jarak hierarkis yang berpotensi membatasi pemahaman keagamaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kyai dan tiga orang santri, serta dokumentasi kegiatan pesantren, kemudian dianalisis menggunakan lima indikator komunikasi interpersonal Joseph A. DeVito, yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kyai menerapkan kelima indikator tersebut secara konsisten, misalnya dengan memangkas birokrasi komunikasi, meluruskan kesalahan santri dengan bahasa yang halus, memberikan motivasi berkelanjutan, serta memperlakukan seluruh santri secara setara tanpa memandang latar belakang sosial-ekonomi, sementara keterbukaan santri masih bervariasi karena rasa sungkan terhadap otoritas keagamaan senior. Dengan demikian, komunikasi interpersonal terbukti berperan cukup berarti dalam meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan penerapan ajaran keagamaan santri, meskipun masih ditemukan hambatan berupa perbedaan status kepengurusan dan keterbatasan waktu interaksi. Penelitian ini menyarankan agar pengelola pesantren memperkuat mekanisme komunikasi yang lebih merata antara kyai dan santri di seluruh tingkatan.
Manajemen Dakwah Program Muhadharah dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Santri Azhar Salma; Irfan Safrudin; Hendi Suhendi
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 267-274
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.25178

Abstract

Abstract. This researcher researched the low confidence of some students in public speaking is one of the obstacles in the implementation of da'wah activities at the Miftahul Huda Asyadzili Islamic Boarding School. This research aims to find out how to plan, organize, implement, and control da'wah management in the muhadoroh program to increase the confidence of students. The research uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection is carried out through observation, interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The analysis in this study uses theories from M. Munir and Wahyu Ilahi. The results of the study show that the planning of the muhadoroh program is carried out through the preparation of objectives, schedules, materials, and the division of officers in a structured manner. Organizing is carried out with a clear division of duties and responsibilities between coaches, administrators, and students. The implementation of the muhadoroh program is carried out routinely every Friday night through continuous speeches, evaluations, and coaching. Control is carried out through an evaluation of the performance of students so that the muhadoroh program is able to improve students' communication skills, courage, and confidence in public speaking. Abstrak. Rendahnya kepercayaan diri sebagian santri dalam berbicara di depan umum menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan kegiatan dakwah di Pondok Pesantren Miftahul Huda Asyadzili. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian manajemen dakwah dalam program muhadoroh untuk meningkatkan kepercayaan diri santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis dalam penelitian ini menggunakan teori manajemen dakwah dari M. Munir dan Wahyu Ilahi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program muhadoroh dilakukan melalui penyusunan tujuan, jadwal, materi, dan pembagian petugas secara terstruktur. Pengorganisasian dilakukan dengan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas antara pembina, pengurus, dan santri. Pelaksanaan program muhadoroh dilaksanakan secara rutin setiap malam Jumat melalui penyampaian pidato, evaluasi, dan pembinaan secara berkesinambungan. Pengendalian dilakukan melalui evaluasi terhadap penampilan santri sehingga program muhadoroh mampu meningkatkan kemampuan komunikasi, keberanian, dan kepercayaan diri santri dalam berbicara di depan umum.
Strategi Dakwah Ustadz Yoga dalam Meningkatkan Pembelajaran Al-Qur’an Karyawan Toko Freshfood Baleendah Syifa Rahma Salsabila; Irfan Safrudin; Hendi Suhendi
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 285-292
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.25205

Abstract

Abstrack. This study was motivated by the differences in the Qur'an reading abilities of employees at Freshfood Baleendah, highlighting the need for an appropriate da'wah strategy in the learning process. The study aimed to identify the employees' Qur'an reading abilities before participating in the program, examine the da'wah strategies implemented by Ustadz Yoga, and evaluate the learning outcomes. This study employed a qualitative approach using a descriptive method through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed based on Muhammad Abu al-Fath al-Bayanuni's theory of da'wah strategies, which consists of sentimental, rational, and sensory approaches. The results showed that the employees' Qur'an reading abilities varied considerably. The strategies included providing motivation, explaining the rules of tajwid and makhraj, conducting direct reading practice through the talaqqi method, and carrying out regular evaluations. The program positively improved the employees' reading fluency, understanding of tajwid, self-confidence, and motivation. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan kemampuan membaca Al-Qur’an pada karyawan Toko Freshfood Baleendah sehingga diperlukan strategi dakwah yang tepat dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca Al-Qur’an karyawan sebelum mengikuti pembelajaran, strategi dakwah yang diterapkan Ustadz Yoga, serta hasil pembelajaran yang diperoleh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan berdasarkan teori strategi dakwah Muhammad Abu al-Fath al-Bayanuni yang meliputi pendekatan sentimentil, rasional, dan indrawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an karyawan masih beragam. Strategi dakwah diterapkan melalui pemberian motivasi, penjelasan tajwid dan makhraj huruf, serta praktik membaca menggunakan metode talaqqi dan evaluasi berkala. Pembelajaran ini memberikan dampak positif berupa peningkatan kelancaran membaca, pemahaman tajwid, kepercayaan diri, dan motivasi karyawan.
Epistemologi Spiritualitas Said Nursi dan Dakwah Islam Modern Yasifa Aulia Azzahra; Irfan Safrudin; Muhammad Fadhli Muttaqien
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 339-348
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.25836

Abstract

Abstract. This study examines the epistemology of spirituality developed by Said Nursi, a Turkish Muslim reformer, and its relevance to Islamic da'wah in modern society. It is motivated by weakening spiritual life amid rising rationalism, individualism, and materialism, producing a crisis of meaning among contemporary Muslims. Using a qualitative library-research approach supported by interviews with eight informants who practice mountain hiking, this study analyzes Nursi's Risale-i Nur alongside secondary literature. The findings show that Nursi constructs religious knowledge by integrating revelation (wahyu) as the absolute foundation of truth, reason (akal) as the instrument for understanding revelation, and empirical reflection (tafakkur) on nature as a cosmic sign (ayat kauniyah), producing the concept of iman tahqiqi, a verified and reflective faith. Interviews show that engaging with nature strengthens gratitude and religious consciousness. The study concludes that Nursi's epistemology offers a rational, spiritual, and contextual model of da'wah addressing secularization, materialism, and the crisis of meaning in modern life. Abstrak. Penelitian ini mengkaji epistemologi spiritualitas yang dikembangkan oleh Said Nursi, tokoh pembaru Islam asal Turki, serta relevansinya bagi pengembangan dakwah Islam di masyarakat modern. Penelitian dilatarbelakangi oleh melemahnya dimensi spiritual seiring meningkatnya rasionalitas, individualisme, dan materialisme yang menyertai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga memunculkan krisis makna hidup pada masyarakat Muslim kontemporer. Dengan pendekatan kualitatif jenis penelitian kepustakaan (library research) yang didukung wawancara semi-terstruktur terhadap delapan informan pendaki gunung, penelitian ini menganalisis karya utama Said Nursi, Risale-i Nur, beserta literatur sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nursi membangun pengetahuan keagamaan melalui integrasi tiga sumber, yaitu wahyu sebagai landasan kebenaran mutlak, akal sebagai instrumen rasional untuk memahami wahyu, dan refleksi empiris (tafakkur) terhadap alam sebagai ayat kauniyah. Integrasi tersebut melahirkan konsep iman tahqiqi, yakni keimanan yang teruji dan reflektif. Data wawancara memperkuat kerangka tersebut dengan menunjukkan bahwa penghayatan terhadap alam melalui aktivitas mendaki menumbuhkan rasa syukur dan kesadaran keagamaan pada individu modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa epistemologi Said Nursi menawarkan model dakwah yang rasional, spiritual, dan kontekstual, yang mampu menjawab tantangan sekularisasi, materialisme, dan krisis makna hidup masyarakat modern tanpa meninggalkan prinsip dasar ajaran Islam.