Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Variasi Kadar dan Ukuran Butiran Palm Oil Fuel Ash (POFA) terhadap Kuat Tekan dan Berat Isi Mortar Busa Doni Rinaldi Basri; Muhammad Yazid; Riski Nando Pratama; Abi Wahyudi
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v6i2.187

Abstract

Pemanfaatan limbah Palm Oil Fuel Ash (POFA) sebagai material substitusi pada mortar busa menjadi alternatif dalam pengembangan material konstruksi ringan berbasis limbah agroindustri. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi kadar dan ukuran butiran POFA terhadap kuat tekan serta berat isi mortar busa. Penelitian menggunakan desain kuantitatif eksperimental laboratorium. Material penyusun terdiri atas semen PCC, pasir Sungai Kampar, air sumur bor Kampus I Universitas Abdurrab, agen foam nabati SMACON, dan POFA sebagai material substitusi. Variasi kadar POFA adalah 0%, 10%, 20%, dan 30%, sedangkan fraksi ukuran nominal yang dibandingkan adalah 1,18 mm (saringan No. 16) dan 0,60 mm (saringan No. 30). Pengujian dilakukan pada umur 7 dan 14 hari sehingga hasil penelitian merepresentasikan performa umur awal mortar busa. Data dianalisis secara deskriptif-komparatif melalui perbandingan nilai rata-rata, perubahan terhadap campuran kontrol, serta rasio kuat tekan terhadap berat isi. Hasil menunjukkan bahwa pada umur 7 hari, kuat tekan tertinggi diperoleh pada campuran 30% POFA ukuran 0,60 mm (No. 30), sedangkan pada umur 14 hari kuat tekan tertinggi diperoleh pada campuran kontrol tanpa POFA. Berat isi terendah diperoleh pada campuran 20% POFA ukuran 1,18 mm (No. 16) umur 7 hari. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan POFA berkaitan dengan perubahan kuat tekan dan berat isi mortar busa, tetapi pola perubahannya tidak linier. Secara praktis, POFA berpotensi dimanfaatkan sebagai material substitusi mortar busa, namun penerapannya memerlukan optimasi kadar, ukuran butiran, dan umur rencana agar diperoleh keseimbangan antara kekuatan mekanis dan karakter ringan material.
Pemanfaatan Limbah Galian Aspal Hot Mix Pada Campuran Lapisan Pondasi Atas Terhadap Nilai California Bearing Ratio (Daya Dukung) Doni Rinaldi Basri; Rahmat Tisnawan; Dede Edriansyah
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 3 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v3i1.898

Abstract

Limbah hasil galian Aspal Hot Mix (AHM) umumnya tidak dimanfaatkan kembali dan hanya menjadi tumpukan material bongkaran yang terbengkalai di lingkungan sekitar proyek. Material ini sering dianggap memiliki kualitas rendah dan tidak layak digunakan kembali sebagai bahan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi pemanfaatan limbah galian AHM sebagai bahan campuran dalam pembuatan Lapis Pondasi Atas (LPA) pada konstruksi perkerasan jalan. Pengujian dilakukan dengan metode laboratorium menggunakan lima variasi campuran limbah galian AHM, yaitu 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%, menggantikan batu pecah ukuran 1–2 cm. Evaluasi kinerja dilakukan berdasarkan nilai rendaman California Bearing Ratio (CBR). Hasil pengujian menunjukkan bahwa campuran dengan 20% limbah galian AHM menghasilkan nilai CBR rendaman sebesar 100,2%, sedangkan campuran 30% menghasilkan nilai CBR rendaman sebesar 94,4%. Kedua nilai tersebut melebihi batas minimum yang disyaratkan dalam Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2, yaitu sebesar 90%. Dengan demikian, limbah galian AHM memiliki potensi yang baik sebagai material alternatif untuk LPA, yang tidak hanya mendukung efisiensi biaya, tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan limbah konstruksi.   Excavated Hot Mix Asphalt (HMA) waste is generally not reused and often accumulates as discarded demolition material in the vicinity of project sites. This material is frequently considered to be of low quality and unsuitable for reuse as construction material. This research aims to evaluate the potential of utilizing excavated HMA waste as a mixed material in the production of Base Course (LPA) for road pavement construction.The study was conducted using laboratory methods with five variations of excavated HMA waste mixtures: 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, and 50%, replacing 1-2 cm crushed stone. Performance evaluation was based on the soaked California Bearing Ratio (CBR) values.The test results showed that the mixture with 20% excavated HMA waste yielded a soaked CBR value of 100.2%, while the 30% mixture resulted in a soaked CBR value of 94.4%. Both of these values exceed the minimum requirement of 90% stipulated in the Bina Marga General Specification 2018 Revision 2.Therefore, excavated HMA waste has good potential as an alternative material for Base Course (LPA), which not only supports cost efficiency but also contributes to the reduction of construction waste.  
Optimasi Kuat Tekan Beton Fast Track Berbasis Semen PCC Melalui Variasi Gradasi Agregat Kasar Doni Rinaldi Basri; Muhammad Yazid; Fachrur Rozi Warman
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kuat tekan beton Fast Track (BFT) berbasis semen Portland Composite Cement (PCC) melalui rekayasa gradasi agregat kasar sebagai solusi percepatan durasi proyek konstruksi. Melalui metode eksperimental, penelitian ini membandingkan tiga variasi gradasi agregat: A1 (ukuran tunggal), A2 (gabungan ukuran sedang-kecil), dan A3 (gabungan ukuran sedang-besar). Temuan utama menunjukkan bahwa variasi gradasi agregat memberikan pengaruh dominan terhadap kepadatan matriks beton, di mana Variasi A3 secara konsisten menghasilkan performa mekanis terbaik. Pada umur 28 hari, BFT Variasi A3 mencapai kuat tekan maksimum sebesar 47,417 MPa, yang menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 52,28% dibandingkan Beton Normal pada variasi yang sama. Sinergi antara penggunaan Superplasticizer dan gradasi agregat kasar gabungan (A3) terbukti menjadi kunci utama dalam mencapai beton mutu tinggi dengan pengerasan cepat. Hasil ini memberikan implikasi praktis bagi industri konstruksi dalam mencapai efisiensi waktu proyek yang optimal melalui komposisi beton yang lebih stabil dan kuat.   This study aims to optimize the compressive strength of Fast Track Concrete (FTC) based on Portland Composite Cement (PCC) through the engineering of coarse aggregate gradation as a solution to accelerate construction project duration. Using an experimental method, the study compares three variations of aggregate gradation: A1 (single-sized aggregate), A2 (combined medium–small sizes), and A3 (combined medium–large sizes). The main findings indicate that aggregate gradation has a dominant influence on the density of the concrete matrix, with Variation A3 consistently delivering the best mechanical performance. At 28 days, FTC with Variation A3 achieved a maximum compressive strength of 47.417 MPa, representing a significant increase of 52.28% compared to Normal Concrete with the same variation. The synergy between the use of superplasticizer and the combined coarse aggregate gradation (A3) was proven to be the key factor in achieving high-strength concrete with rapid hardening. These results provide practical implications for the construction industry in achieving optimal project time efficiency through a more stable and stronger concrete composition.