Rilla Muspita
Universitas Negeri Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Membaca Permulaan Melalui Media Interaktif Pada Anak Dengan Gangguan Spektrum Autisme Di Kelas II Di SLB Negeri Autis Sumatera Utara Nadiana Nasution; Johandri Taufan; Zulmiyetri Zulmiyetri; Rilla Muspita
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.2009

Abstract

This study aims to improve early reading skills and to describe the learning process through the use of interactive media for children with Autism Spectrum Disorder (ASD). The research employed a Classroom Action Research (CAR) method conducted at a Public Special School for Autism in North Sumatra. The research subjects consisted of three second-grade students with Autism Spectrum Disorder, identified as MS, FA, and MR. Based on the initial assessment, the students’ early reading abilities were categorized as low, characterized by difficulties in letter recognition, syllable blending, and maintaining learning focus. The study was carried out in two cycles, each consisting of planning, action implementation, observation, and reflection stages. The results indicated a gradual improvement in the learning process through the use of interactive media. In Cycle I, students began to show increased attention, learning interest, and basic reading abilities, although intensive teacher guidance was still required. Quantitatively, early reading achievement in Cycle I reached 60% for MS, 57.5% for FA, and 58.5% for MR. In Cycle II, the learning process became more optimal, as reflected in higher active participation, greater independence, and improved reading fluency. Learning outcomes also showed a significant increase, with achievement scores of 71.2% for MS, 71% for FA, and 71.5% for MR. These findings indicate that interactive media are effective in improving both the learning process and early reading outcomes of second-grade students with Autism Spectrum Disorder at the Public Autism Special School in North Sumatra.
Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Dalam Mengidentifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Workshop Di Nagari Jaho, Kabupaten Tanah Datar   Endang Sri Handayani; Yosa Yulia Nasri; Elsa Efrina; Johandri Taufan; Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia; Arisul Mahdi; Antoni Tsaputra; Safaruddin Safaruddin; Damri Damri; Rilla Muspita; Mardhatillah Zulpiani; Salwa Nur Salsabila; Hafizh Farezi
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/2w81cm22

Abstract

Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan inklusif sangat ditentukan oleh kompetensi guru dalam mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus (ABK) sejak dini. Namun, masih banyak guru sekolah dasar, khususnya di daerah, yang memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus melalui workshop di Nagari Jaho, Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan diikuti oleh 10 guru dari tiga sekolah dasar, yaitu SDN 25 Tambangan, SDN 04 Jaho, dan SDN 11 Tambangan. Metode yang digunakan berupa penyampaian materi mengenai jenis dan karakteristik murid disabilitas, konsep pendidikan inklusif, serta praktik identifikasi disabilitas di sekolah inklusif. Efektivitas kegiatan dievaluasi menggunakan desain pretest-posttest terhadap pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti workshop. Rata-rata nilai peserta meningkat dari 23,5 pada saat pretest menjadi 27,8 pada saat posttest, dengan rata-rata peningkatan sebesar 4,3 poin. Delapan dari sepuluh peserta mengalami peningkatan skor, sedangkan dua peserta mempertahankan skor maksimal yang telah dicapai pada saat pretest. Hasil tersebut menunjukkan bahwa workshop efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dalam mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus sebagai langkah awal implementasi pendidikan inklusif. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas guru dalam memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta mendukung terwujudnya pendidikan inklusif di Nagari Jaho. Ke depan, kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan peserta yang lebih luas agar dampaknya terhadap implementasi pendidikan inklusif semakin optimal