Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Sistem Kendali Suhu-Kelembaban Pada Ruangan Budidaya Jamur Berbasis Mikrokontroller Turahyo Turahyo; Lapu Tombilayuk
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 5, No 3 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v5i3.4480

Abstract

Abstrak - Budidaya jamur adalah salah satu budidaya yang mempunyai potensi yang besar  dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Pada saat ini permintaan atau kebutuhan dari masyarakat sangat tinggi.  Permasalahan yang ada adalah kesulitan dalam proses budidaya jamur, dan faktor iklim, Pengaturan suhu kelembaban ruangan budidaya jamur yang tidak optimal menjadi salah satu permasalahan yang sering dijumpai dalam budidaya jamur. Dengan adanya sentuhan penerapan teknologi dengan menggunakan peralatan elektronik timer yang dihubungkan dengan alat penyiraman, dapat membantu petani budidaya jamur melakukan pengontrolan suhu dan kelembaban secara optimal. Mikrokontroller dan Real Time Clock DS3231 (RTC)  dalam penelitian ini digunakan sebagai kontrol pengaktifan pompa air untuk mengendalikan suhu dan kelembaban di ruangan budidaya jamur dengan cara melakukan penyiraman air dalam bentuk embun secara berkala.Setelah dilakukan pengujian secara empiris RTC dapat membangkitkan pewaktuan yang dapat diatur berdasarkan program yang dibuat dalam arduino IDE. Sensor suhu dan kelembaban BME280 data pengukurannya di ambil menggunakan  komukasi I2C. Selain itu dengan menggunakan tegangan sebesar 2,5-5 volt pada input modul relay yang digunakan sebagai saklar pengaktifan pompa air dapat menyala dengan baik. Dengan aktifnya pompa air , sprayer yang menggunakan nozzle menghembuskan air dalam bentuk kabut sebagai penstabil suhu dan kelembaban ruangan budidaya jamur. Dalam penelitian ini display P10 dapat menghasilkan tampilan jam dengan ukuran font 6x14, realtime suhu dan kelembaban yang terbagi dalam 2 baris ditampilan dengan ukuran font 5x7. Tampilan jam, suhu, dan kelembaban pada display P10 ditampilkan secara bergantian.Kata kunci: Sistem Kendali, Suhu, Kelembaban, Budidaya jamur, sensor BME280
Rancang Bangun Sistem Monitoring Transformator Daya Secara Wireless Berbasis Mikrokontroler Reza Aprita Sandi; Turahyo Turahyo; Abdul Zain
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 3, No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v3i3.2497

Abstract

Abstrak— Di dunia industri penggunaan transformator sebagai pengubah tegangan maupun proteksi sudah sangat banyak. Dalam pengaplikasiannya banyak terjadi kerusakan pada belitan transformator yang terjadi karena kondisi isolasi belitan yang buruk dan beban berlebih. Sehingga pengawasan kinerja transformator menjadi sangat penting. Proses monitoring secara manual dilakukan dengan membaca metering yang terpasang pada transformator. Sedangkan pada transformator tanpa metering proses monitoring dilakukan dengan mengukur secara langsung setiap parameter menggunakan peralatan ukur yang dibutuhkan. Untuk mempermudah proses monitoring tersebut perlu dibuat suatu sistem yang dapat mengukur parameter-parameter transformator secara langsung dan dari jarak jauh. Sistem monitoring transformator secara wireless menggunakan sensor tegangan, arus, dan juga temperatur yang digunakan untuk mendeteksi kondisi temperatur dari belitan transformator. Dari pengujian dapat disimpulkan bahwa hasil perancangan alat monitoring temperatur memiliki angka simpangan (error) sebesar 1.59%, tegangan 0.14%, arus 13.7%. dan daya transformator 4.4%. Pada perancangan ditambahkan perangkat proteksi transformator dengan sebuah fan pendingin yang bekerja ketika temperatur belitan melebihi 40°C dan notifikasi alarm bahaya pada saat temperatur melebihi 70°C. Hasil pengukuran parameter, dan status fan pendingin transformator dapat dibaca pada smartphone melalui koneksi wireless bluetooth hingga jangkauan maksimal 25 meter. Kata kunci: Monitoring, transformator, wireless, temperatur, mikrokontroler. 
Rancang Bangun DC to DC Converter Sebagai Driver Lampu LED Penerangan Rumah Tangga Pesisir Berbasis PLTS Turahyo Turahyo; Arfittariah Arfittariah; Rachmah Agus Putri; Abadi Nugroho; Nur Imansyah
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 8, No 2 (2025): April 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i2.8837

Abstract

Abstrak - Di Indonesia masih banyak dijumpai daerah-daerah yang belum teraliri arus listrik PLN. Daerah-daerah tersebut menggunakan pembangkit listrik tenaga surya yang biasa dikenal dengan PLTS sebagai suplai energi listriknya. Energi listrik tersebut digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti sebagai suplai penerangan rumah tangga. Pada umumnya lampu penerangan yang digunakan rumah tangga menggunakan tegangan AC 220-240 volt. Pada kondisi tertentu lampu penerangan rumah tangga dapat dinyalakan menggunakan tegangan DC. Tegangan DC berkisar dari 80-125 volt dapat digunakan untuk menyalakan lampu penerangan. Untuk itu agar PLTS dapat digunakan secara langsung untuk menyalakan lampu penerangan perlu dilakukan penyamaan level tegangan antara tegangan keluaran PLTS dengan tegangan suplai lampu penerangan.  DC to Dc converter dengan topologi boost konverter digunakan dalam penelitian ini.Tegangan DC sebesar 12 volt dari keluaran PLTS dinaikkan level tegangannya menjadi sekitar 95 volt DC. Output DC to Dc converter ini dapat di gunakan untuk menyalakan lampu led penerangan sebanyak 8 buah. Setelah dilakukan pengujian secara empiris didapatkan hasil, efisisensi DC to DC converter sebesar 70,7 % dengan arus kurang dari 35 mA.Kata kunci: Lampu Penerangan, Solar Cell, DC to DC Converter, Tegangan, Arus. Abstract - In Indonesia, there are still many areas that have not been connected to PLN electricity. These areas use solar power plants commonly known as PLTS as their electricity supply. The electricity is used for daily needs such as household lighting supplies. In general, household lighting uses 220-240 volt AC voltage. Under certain conditions, household lighting can be turned on using DC voltage. DC voltage ranging from 80-125 volts can be used to turn on lighting. For this reason, so PLTS can be used directly to turn on lighting, it is necessary to equalize the voltage level between the PLTS output voltage and the lighting supply voltage. A DC to DC converter with a boost converter topology is used in this study. The DC voltage of 12 volts from the PLTS output is increased to around 95 volts DC. The output of this DC to DC converter can be used to turn on 8 LED lighting lamps. After empirical testing, the results obtained were that the efficiency of the DC to DC converter was 70.7% with a current of less than 35 mA.Keywords: Lighting, Solar Cell, DC to DC Converter, Voltage, Current.