Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Penggunaan Pupuk Organik Dan Anorganik Pada Tanaman Kedelai (Glycine Max) Hepi Kardiani Mendrofa; Octavianis Laoli; Lentri prisskila Waruwu; Joy Blesswan Endriyanti Mendrofa; Manyupril Lutkevin Fatlow Zai; Asdian Julianti Dawolo; Yoel Melsaro Larosa; Putra Hidayat Telaumbanua
Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan Vol. 2 No. 2 (2025): PENARIK - Agustus
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/penarik.v2i2.653

Abstract

Fertilization is a crucial aspect in increasing the productivity of soybean (Glycine max L.), both in terms of vegetative growth and yield. Organic fertilizers, such as compost and manure, play a long-term role in improving the physical, chemical, and biological structure of the soil, increasing microbial activity, and gradually supporting nutrient availability (Widodo et al., 2018; Yang et al., 2004). Meanwhile, inorganic fertilizers such as urea, NPK, and SP-36 provide nutrients quickly and efficiently, thereby accelerating plant growth and increasing yields in a relatively short time (Putra Manik et al., 2019). However, excessive use of inorganic fertilizers can lead to decreased soil fertility and environmental pollution (Nugroho et al., 2017). Several studies indicate that the combination of organic and inorganic fertilization can create synergy that increases nutrient uptake efficiency, improves soil quality, and supports sustainable plant productivity (Migunansyah, 2009; Khaerunisa, 2013). Therefore, an integrated fertilization strategy is highly recommended in an environmentally friendly soybean cultivation system.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR BERBAHAN DASAR AIR LERI PADA BUDIDAYA TANAMAN SAWI MANIS (BRASSICA RAPA L.) DI KELOMPOK TANI PEMULA DESA TUHEGEO I Eben Berkat Jaya Halawa; Febe Juniati Halawa; Irwan Saham Laia; Julvin Saputri Mendrofa; Ningsi Kristiani Mendrofa; Nofianti Zebua; Novita Sari Laoli; Octavianis Laoli; Yoel Melsaro Larosa
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 8 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i8.3042-3050

Abstract

Pupuk organik cair (POC) yang dibuat dari air cucian beras merupakan salah satu alternatif pupuk organik yang memanfaatkan limbah rumah tangga serta berpotensi mendukung pertumbuhan tanaman hortikultura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan tanaman sawi manis (Brassica rapa L.) setelah pemberian pupuk organik cair berbahan dasar air cucian beras pada Kelompok Tani Pemula Desa Tuhegeo I, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Sampel penelitian terdiri atas 30 tanaman sawi manis dengan jarak tanam 20 × 20 cm. Pupuk diaplikasikan dengan konsentrasi 60 mL L?¹ air melalui penyemprotan setiap tiga hari, dimulai pada empat hari setelah tanam. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun yang diukur sebanyak tiga kali selama periode penelitian tiga minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tinggi tanaman meningkat dari 11,18 cm menjadi 30,67 cm, jumlah daun meningkat dari 3,77 helai menjadi 5,50 helai, dan lebar daun meningkat dari 4,47 cm menjadi 14,47 cm. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pupuk organik cair berbahan dasar air cucian beras berpotensi mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman sawi manis serta dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang ekonomis dan ramah lingkungan