Ferdian Achmad
Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TINGKAT INFEKSI CACING FASCIOLA PADA TERNAK DOMBA DI DESA GIRIKULON KECAMATAN SECANG KABUPATEN MAGELANG: The Infection Rate of Fasciola Worms in Sheep in Girikulon Village, Secang District, Magelang Regency Edi Purwono; Wida Wahidah Mubarokah; Ferdian Achmad; Riyadi; Lutfan Makmun; Siti Mustamimah
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2950

Abstract

Sektor peternakan memiliki peran yang sangat strategis dalam perekonomian secara keseluruhan dan memiliki peluang pasar yang baik dan cukup menjanjikan. Namun, dalam proses budidayanya, banyak faktor yang menjadi kendala, salah satunya adalah penyakit cacingan. Penyakit cacingan ini sering menyerang ternak domba dan menyebabkan pertumbuhan ternak menjadi terganggu, hewan tampak kurus, produktivitas turun, dan tidak jarang berujung dengan kematian ternak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat infeksi cacing Fasciola sp. yang diduga menginfeksi ternak domba di Desa Girikulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang serta menentukan seberapa besar tingkat prevalensinya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan 50 sampel feses domba. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposif dengan mengambil feses segar domba langsung dari rektum domba menggunakan metode palpasi atau dengan menampung feses yang baru keluar. Sampel kemudian dimasukkan ke dalam wadah bersih, diberi label, dan segera dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan metode uji sedimentasi. Data selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil uji sedimentasi menunjukkan bahwa 4 sampel dari total 50 sampel feses domba yang diperiksa dengan menggunakan uji sedimentasi dinyatakan positif terinfeksi cacing Fasciola sp. dengan derajat infeksi ringan. Tingkat prevalensi cacing Fasciola sp. pada ternak domba di Desa Girikulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang diketahui sebanyak 8% dari total populasi sampel. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ternak domba di Desa Girikulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, positif terinfeksi cacing Fasciola sp. derajat ringan dengan tingkat prevalensi tergolong rendah.   Kata kunci: cacing, domba, Fasciola sp., infeksi, prevalensi
Pengaruh Frekuensi Sanitasi Kandang Terhadap Tingkat Kejadian Penyakit Scabies Pada Domba di Desa Soronalan Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang Rosa Zulfikhar; Putri Pramudyaningrum; Ferdian Achmad
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 7 No. 2 (2025): October
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penyakit scabies yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei var. ovis yang merupakan salah satu penyakit parasit kulit yang paling sering menginfeksi ternak domba di Desa Soronalan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh frekuensi sanitasi kandang terhadap tingkat kejadian penyakit scabies pada populasi domba skala peternakan rakyat. Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 60 ekor domba yang terbagi dalam tiga kelompok perlakuan berdasarkan frekuensi kebersihan kandang: Sanitasi Jarang (1 kali/minggu), Sanitasi Sedang (3 kali/minggu), dan Sanitasi Rutin (7 kali/minggu atau setiap hari). Parameter yang diamati meliputi tingkat prevalensi kejadian scabies, skor derajat keparahan lesi kulit, dan dinamika kelembapan mikro kandang. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara frekuensi sanitasi dengan prevalensi scabies (). Kelompok dengan sanitasi harian memiliki angka kejadian terendah () dibandingkan dengan kelompok sanitasi jarang (). Pembersihan sisa pakan, ekskreta, serta desinfeksi berkala secara teratur terbukti efektif memutus siklus hidup tungau dan menurunkan kelembapan optimum bagi perkembangbiakan parasit. Kata Kunci: Sanitasi Kandang, Scabies, Domba, Sarcoptes scabiei, Kesehatan Ternak. Kata kunci: Sanitasi Kandang, Scabies, Domba, Sarcoptes scabiei, Kesehatan Ternak. ABSTRACT Scabies, caused by the mite *Sarcoptes scabiei* var. *ovis*, is one of the most common parasitic skin diseases affecting sheep in Soronalan Village, Sawangan District, Magelang Regency. This study aimed to analyze the effect of pen sanitation frequency on the incidence of scabies in sheep populations kept by smallholder farmers. An observational analytic study with a cross-sectional design was conducted on 60 sheep divided into three treatment groups based on the frequency of pen cleaning: Infrequent Sanitation (once/week), Moderate Sanitation (three times/week), and Routine Sanitation (seven times/week or daily). Observed parameters included the prevalence of scabies, skin lesion severity scores, and the dynamics of pen micro-humidity. Analysis results showed a significant negative correlation between sanitation frequency and scabies prevalence (p<0.05). The group receiving daily sanitation exhibited the lowest incidence rate (10%) compared to the infrequent sanitation group (65%). Regular removal of feed residues and excreta, combined with periodic disinfection, proved effective in disrupting the mite's life cycle and reducing the humidity levels optimal for parasite proliferation. Keywords: Pen Sanitation, Scabies, Sheep, *Sarcoptes scabiei*, Livestock Health. Keywords: Pen-sanitation, Scabies, Sheep, Sarcoptes scabiei, Livestock health.