Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Media Audio Visual Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Peternak Tentang Pemanfaatan Serbuk Kulit Nanas Sebagai Obat Cacing pada Ternak Domba di Desa Klegen Grabag Kabupaten Magelang Rosa Zulfikhar; Budi Purwo Widiarso; Muzizat Akbarrizki; Rido Florensius Manik
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 18, No 33 (2021): Juli 2021
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v18i33.616

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang sering  dihadapi peternak dalam melakukan budidaya ternak domba adalah gangguan parasit saluran pencernaan, berupa cacingan (nematodiasis atau haemonchosis). Haemonchosis menjadi merupakan parasit saluran pencernaan yang infektif di Indonesia dan mampu menyebabkan penurunan berat badan, mempermudah masuknya penyakit lain dan kematian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan pengetahuan peternak tentang pemanfatan serbuk kulit nanas sebagai obat cacing pada ternak domba di Desa Klegen, mengetahui pengaruh antara faktor-faktor internal (umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak dan kosmopolitan) terhadap tingkat pengetahuan peternak tentang pemanfaatan serbuk kulit nanas sebagai obat cacing pada ternak domba di Desa Klegen. Alat yang digunakan dalam penelitian, meliputi : kuesioner, bolpoin, kamera, printer dan laptop, proyektor dan sound system. Bahan yang digunakan adalah  kertas HVS 80 gram, tinta, map, klip kertas dan serbuk kulit nanas.Lokasi penelitian di Desa Klegen Grabag Kabupaten Magelang. Penelitian yang dilaksanakan menggunakan desain one-group pretest-posttest design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh petani/peternak yang tergabung dalam kelompok tani di Desa Klegen, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang sebanyak 77 orang.Kemudian menggunakan rumus Slovin sampel yang  digunakan dalam penelitian adalah 31 orang. Data dianalisis secara deskriptif dan analisis regresi berganda. Hasil penetlitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan peternak tentang pemanfatan serbuk kulit nanas sebagai obat cacing pada ternak domba di Desa Klegen berada pada kategori kurang tahu menjadi tahu.Secara parsial umur dan tingkat pendidikan memiliki pengaruh signifikan, sedangkan pengalaman beternak dan kosmopolitan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan media audio visual dalam meningkatkan pengetahuan peternak tentang pemanfaatan serbuk kulit nanas sebagai obat cacing pada ternak domba di desa Klegen.
Pengaruh Instructional Video Model ADDIE terhadap Persepsi Peternak di Desa Sumberejo Kecamatan Ngablak Annisa Nur Jannah; Rosa Zulfikhar; Nurdayati Nurdayati
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v7i1.1454

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi peternak sebelum dan sesudah penyuluhan serta mengukur efektivitas penyuluhan dan perubahan perilaku peternak dalam pembuatan keju mozzarella menggunakan media instructional video berbasis model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate) di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak. Desain penelitian yang digunakan adalah One-Group Pretest-Posttest Design dengan melibatkan 36 peternak yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, anjangsana, serta penyebaran kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan penyuluhan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media instructional video dinilai sangat layak digunakan, baik dari sisi isi materi maupun media penyampaian. Efektivitas penyuluhan mencapai kategori “efektif”, dengan skor perubahan perilaku peternak yang mengalami peningkatan signifikan. Terdapat perbedaan skor persepsi peternak dari kategori “cukup setuju” menjadi “sangat setuju” setelah penyuluhan. Uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang sangat signifikan terhadap persepsi peternak sebelum dan sesudah penyuluhan. Kesimpulannya media instructional video berbasis model ADDIE sangat layak dan efektif digunakan sebagai media penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman dan perubahan perilaku peternak dalam pembuatan keju mozzarella.
Persepsi Wanita Tani Terhadap Pembuatan Pupuk Organik Cair Urin Domba Bioaktivator Mikroorganisme Lokal Kulit Nanas di Desa Jambewangi Kecamatan Pakis Ika Nur ‘Aini; Rosa Zulfikhar; Sunarsih Sunarsih
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 7 No. 2 (2025): October
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v7i2.1483

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Desa Jambewangi Kecamatan Pakis pada tanggal 10 April 2025 sampai 8 Juni 2025. Tujuan dari penelitian tugas akhir ini yaitu untuk mengetahui persepsi tanita tani terhadap pembuatan pupuk organik cair urin domba bioaktivator mikroorganisme lokal kulit nanas di Desa Jambewangi Kecamatan Pakis, mengetahui pengaruh faktor internal terhadap persepsi Wanita Tani dalam pembuatan pupuk organik cair urin domba bioaktivator mikroorganisme lokal kulit nanas dan mengetahui Efektifitas Penyuluhan dan Efektifitas Perubahan Perilaku wanita tani. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan hasil 32 sampel. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan kuisioner. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil analisis deskriptif menunjukkan tingkat persepsi wanita tani pada kategori tinggi dengan persentase 79,71%. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan secara simultan variabel umur (X1), tingkat pendidikan (X2), pengalaman beternak (X3) dan keaktifan anggota wanita tani (X4) berpengaruh sangat signifikan terhadap persepsi wanita tani sedangkan secara parsial variabel pengalaman beternak (X3) dan keaktifan anggota wanita tani (X4) tidak berpengaruh secara signifikan sedangkan variabel umur (X1) dan tingkat pendidikan (X2) berpengaruh sangat signifikan terhadap persepsi wanita tani. Hasil efektivitas penyuluhan pada kategori sangat efektif dengan presentase 80,83% dan efektivitas perubahan perilaku pada kategori efektif dengan presentase 63,94%.
Sosialisasi Gemar Makan Telur sebagai Sumber Protein Hewani dalam Rangka Memperingati Hari Telur Nasional di KWT Mandiri Tegalrejo Muzizat Akbarrizki; Annisa Putri Cahyani; Dewi Pranatasari; Shilky Luckita Rahmadya Bilqis; Laili Herda Ervina; Rosa Zulfikhar
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2026): Mitra: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat (inpress)
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v10i2.7415

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) “Mandiri” Tegalrejo, Magelang, menghadapi tantangan rendahnya pemanfaatan telur sebagai sumber protein hewani, meskipun ketersediaannya melimpah dan harganya terjangkau. Kondisi ini berimplikasi pada masih terbatasnya pengetahuan gizi, munculnya miskonsepsi seputar konsumsi telur, serta keterampilan pengolahan pangan yang belum optimal di kalangan anggota. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani (KWT) “Mandiri” Tegalrejo, Magelang, dengan tujuan meningkatkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan anggota dalam mengonsumsi serta memanfaatkan telur sebagai sumber protein hewani. Sosialisasi dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, demonstrasi pengolahan sederhana, serta evaluasi menggunakan instrumen sikap (skala Likert), pengetahuan (tes benar–salah), dan keterampilan (self-assessment). Hasil menunjukkan bahwa mayoritas peserta memiliki sikap positif terhadap konsumsi telur (rata-rata skor 4,16; 95% kategori positif), pengetahuan tinggi (65% kategori tinggi, meskipun masih terdapat 20% kategori rendah), serta keterampilan baik (rata-rata skor 3,61; 100% kategori baik). Temuan ini menegaskan bahwa sosialisasi gizi berbasis pangan lokal efektif dalam meningkatkan kesadaran gizi, meluruskan miskonsepsi, dan memperkuat kebiasaan konsumsi pangan bergizi. Selain itu, kegiatan ini berimplikasi pada pemberdayaan ekonomi rumah tangga melalui peningkatan kapasitas kelompok wanita tani dalam mengolah dan memasarkan produk berbasis telur. Dengan demikian, program sosialisasi gemar makan telur dapat dijadikan model edukasi gizi sekaligus strategi pemberdayaan perempuan pedesaan yang relevan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga dan pencegahan stunting.
Pengaruh Frekuensi Sanitasi Kandang Terhadap Tingkat Kejadian Penyakit Scabies Pada Domba di Desa Soronalan Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang Rosa Zulfikhar; Putri Pramudyaningrum; Ferdian Achmad
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 7 No. 2 (2025): October
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penyakit scabies yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei var. ovis yang merupakan salah satu penyakit parasit kulit yang paling sering menginfeksi ternak domba di Desa Soronalan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh frekuensi sanitasi kandang terhadap tingkat kejadian penyakit scabies pada populasi domba skala peternakan rakyat. Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 60 ekor domba yang terbagi dalam tiga kelompok perlakuan berdasarkan frekuensi kebersihan kandang: Sanitasi Jarang (1 kali/minggu), Sanitasi Sedang (3 kali/minggu), dan Sanitasi Rutin (7 kali/minggu atau setiap hari). Parameter yang diamati meliputi tingkat prevalensi kejadian scabies, skor derajat keparahan lesi kulit, dan dinamika kelembapan mikro kandang. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara frekuensi sanitasi dengan prevalensi scabies (). Kelompok dengan sanitasi harian memiliki angka kejadian terendah () dibandingkan dengan kelompok sanitasi jarang (). Pembersihan sisa pakan, ekskreta, serta desinfeksi berkala secara teratur terbukti efektif memutus siklus hidup tungau dan menurunkan kelembapan optimum bagi perkembangbiakan parasit. Kata Kunci: Sanitasi Kandang, Scabies, Domba, Sarcoptes scabiei, Kesehatan Ternak. Kata kunci: Sanitasi Kandang, Scabies, Domba, Sarcoptes scabiei, Kesehatan Ternak. ABSTRACT Scabies, caused by the mite *Sarcoptes scabiei* var. *ovis*, is one of the most common parasitic skin diseases affecting sheep in Soronalan Village, Sawangan District, Magelang Regency. This study aimed to analyze the effect of pen sanitation frequency on the incidence of scabies in sheep populations kept by smallholder farmers. An observational analytic study with a cross-sectional design was conducted on 60 sheep divided into three treatment groups based on the frequency of pen cleaning: Infrequent Sanitation (once/week), Moderate Sanitation (three times/week), and Routine Sanitation (seven times/week or daily). Observed parameters included the prevalence of scabies, skin lesion severity scores, and the dynamics of pen micro-humidity. Analysis results showed a significant negative correlation between sanitation frequency and scabies prevalence (p<0.05). The group receiving daily sanitation exhibited the lowest incidence rate (10%) compared to the infrequent sanitation group (65%). Regular removal of feed residues and excreta, combined with periodic disinfection, proved effective in disrupting the mite's life cycle and reducing the humidity levels optimal for parasite proliferation. Keywords: Pen Sanitation, Scabies, Sheep, *Sarcoptes scabiei*, Livestock Health. Keywords: Pen-sanitation, Scabies, Sheep, Sarcoptes scabiei, Livestock health.