Sektor peternakan memiliki peran yang sangat strategis dalam perekonomian secara keseluruhan dan memiliki peluang pasar yang baik dan cukup menjanjikan. Namun, dalam proses budidayanya, banyak faktor yang menjadi kendala, salah satunya adalah penyakit cacingan. Penyakit cacingan ini sering menyerang ternak domba dan menyebabkan pertumbuhan ternak menjadi terganggu, hewan tampak kurus, produktivitas turun, dan tidak jarang berujung dengan kematian ternak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat infeksi cacing Fasciola sp. yang diduga menginfeksi ternak domba di Desa Girikulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang serta menentukan seberapa besar tingkat prevalensinya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan 50 sampel feses domba. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposif dengan mengambil feses segar domba langsung dari rektum domba menggunakan metode palpasi atau dengan menampung feses yang baru keluar. Sampel kemudian dimasukkan ke dalam wadah bersih, diberi label, dan segera dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan metode uji sedimentasi. Data selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil uji sedimentasi menunjukkan bahwa 4 sampel dari total 50 sampel feses domba yang diperiksa dengan menggunakan uji sedimentasi dinyatakan positif terinfeksi cacing Fasciola sp. dengan derajat infeksi ringan. Tingkat prevalensi cacing Fasciola sp. pada ternak domba di Desa Girikulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang diketahui sebanyak 8% dari total populasi sampel. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ternak domba di Desa Girikulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, positif terinfeksi cacing Fasciola sp. derajat ringan dengan tingkat prevalensi tergolong rendah. Kata kunci: cacing, domba, Fasciola sp., infeksi, prevalensi
Copyrights © 2026