Mohammad Dwinanda Junaedi
Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesehatan Reproduksi Santri, Perempuan Sehat Remaja Kuat di Pondok Pesantren Wahid Hasyim Bangil Junaedy, M Dwinanda; Nasir, M; Umaha, Farida; Laili, Uliyatul; Prayekti, Endah; Sadza, Lailatus; Tauziah, Amalia; Prisnidiawati, Ajeng; Baihaqi, Muhammad Azhari; Rizki Jalil, Ike Wasilatur; Setyana Yuli, Azizah Ari
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 4 No 1 (2023): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v4i1.2121

Abstract

Adolescence is a unique and vital developmental phase to build the foundation of health. During this period, maturation is about the reproductive system, so adolescents must understand reproductive health. According to WHO, to grow and develop with good health, adolescents need some information, including sex education, the opportunity to improve life skills, equality in health services, effective and supportive environment. This community service aims to provide health education to students at PP Wahid Hasyim Bangil. This community service was implemented at PP Wahid Hasyim Bangil on May 21 and 22 May 2022. The target of this community service is students at PP Wahid Hasyim, totaling 12 students. The method used is presentation and discussion in an online conference and a questionnaire to measure students' knowledge about reproductive health in pre and post-webinar. The results of data analysis using Wilcoxon showed that the p-value was 0.04, indicating a difference before and after the webinar on reproductive health. Community service effectively increases students' knowledge about reproductive health, so this event can do routine and make the adolescents community in Islamic boarding schools.
Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Basic Life Support sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Masyarakat Irmawan Farindra; Warda Elmaida Rusdi; Dwimantoro Iman Prilistyo; Mohammad Dwinanda Junaedi; Satrio Eko Ariefianto; Hidayat; Muhammad Akmal Aqila; Raissa Aydien Rusmana; Osya Azifa Firlani; Nathania Fauziah Hermawati
Connection : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Januari Juni
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/connection.v6i1.12620

Abstract

Permasalahan rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan reproduksi dan keterampilan dalam menghadapi kondisi gawat darurat masih menjadi tantangan serius, terutama di lingkungan pondok pesantren. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan santri tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan membekali santri dengan keterampilan Basic Life Support (BLS). Metode kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif yang melibatkan santri sebagai peserta utama. Subjek kegiatan terdiri dari 30 santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Darussalam Al-Faisholiyah. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua bentuk utama, yaitu penyuluhan edukasi kesehatan dan pelatihan praktik BLS. Kegiatan edukasi dilaksanakan dalam dua sesi, mencakup materi tentang kesehatan reproduksi dan praktik BLS dengan bantuan media manekin. Selama kegiatan, digunakan media pembelajaran berupa presentasi PowerPoint dan booklet interaktif untuk mempermudah pemahaman peserta. Untuk mengukur efektivitas kegiatan, dilakukan pre-test sebelum penyuluhan dan post-test setelahnya. Data pre dan post-test dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Hasil analisis pada data pre dan post test peserta menunjukkan adanya peningkatan rerata tingkat pengetahuan peserta (12,56%). Melalui uji Wilcoxon Signed Rank Test didapatan nilai p < 0.0001 yang menandakan adanya perbedaan signifikan pada hasil pre dan post test peserta. Implikasinya, program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas santri dalam menjaga kesehatan diri dan menghadapi situasi kegawatdaruratan.