Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH VIDEO EDUKASI SWAMEDIKASI OBAT DIARE TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT DI DESA MUNDU KABUPATEN CIREBON Indah Silviyanti Saefullah; Ahmad Azrul Zuniarto; Luky Septiansyah Anjastika
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v10i2.162

Abstract

Swamedikasi merupakan tindakan pengobatan mandiri yang banyak dilakukan masyarakat, termasuk dalam menangani diare. Namun, kurangnya pengetahuan dan perilaku yang tepat dapat menyebabkan penggunaan obat yang tidak rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi swamedikasi obat diare terhadap tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat di Desa Mundu, Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Populasi penelitian berjumlah 6.993 orang dengan sampel sebanyak 98 orang yang dipilih menggunakan teknik non-probability purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan perilaku swamedikasi obat diare yang disusun sendiri dan telah teruji valid dan reliabel. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku swamedikasi yang signifikan setelah pemberian edukasi, dengan nilai signifikansi masing-masing 0,0001. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi berperan penting dalam meningkatkan pemahaman dan mendorong perilaku yang lebih tepat dalam penggunaan obat diare secara mandiri. Oleh karena itu, intervensi edukatif perlu terus dikembangkan sebagai strategi promosi kesehatan dalam rangka meningkatkan kualitas swamedikasi di masyarakat.
PENGARUH PENAMBAHAN SARI BELIMBING WULUH TERHADAP KADAR ASAM LEMAK BEBAS PADA KALDU DAGING SAPI Tiara Lofansa; Subagja; Luky Septiansyah Anjastika
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 2 (2025): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/9e1b7h68

Abstract

Belimbing wuluh atau belimbing asam merupakan tanaman asli berasal dari negara Indonesia dan juga ditemukan di daratan Malaya. Kaldu adalah hasil yang diperoleh dari daging sapi, daging ayam, atau daging unggas caranya dengan memasak bahan yang kaya air dan protein, tanpa atau dengan penambahan bumbu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sari belimbing wuluh terhadap kadar asam lemak bebas dan mengetahui konsentrasi yang paling besar dalam menurunkan kadar asam lemak bebas. Penurunan asam lemak bebas pada kaldu merupakan langkah awal dalam upaya memperbaiki kualitas rasa, dan kestabilan dalam penyimpanan kaldu dapat lebih panjang. Metode yang digunakan adalah metode titrasi alkalimetri dengan menambahkan sari belimbing wuluh pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30% ke dalam kaldu melalui proses perebusan. Pengujian mencakup uji kadar asam lemak bebas dan uji kadar asam sari belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 30% berpengaruh dalam menurunkan kadar asam lemak bebas pada kaldu daging sapi. Dengan demikian, disimpulkan bahwa penambahan sari belimbing wuluh dengan berbagai konsentrasi berpengaruh dalam menurunkan kadar asam lemak bebas pada kaldu, dengan konsentrasi 30% memberikan penurunan yang paling besar.
UJI PERBANDINGAN AKTIVITAS TABIR SURYA KRIM EKSTRAK KULIT BUAH ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL.) TERHADAP KRIM EKSTRAK KULIT BUAH PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) Rahma Nafi’ah; Luky Septiansyah Anjastika; Dina Nurdiasih
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 2 (2025): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/38a02p60

Abstract

Senyawa tabir surya dari bahan alam bekerja untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari, sehingga semakin banyak dikembangkan. Salah satu bahan alam yang memiliki nilai SPF yang berfungsi sebagai tabir surya adalah Kulit Buah Alpukat (Persea americana Mill.) dan Kulit Buah Pepaya (Carica papaya L.) mengandung senayawa flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan. Metode ekstraksi yang digunakan adalah metode maserasi dengan pelarut etanol 96%.  Sampel diuji nilai eritema dan pigmentasi dengan melihat nilai transmitan dan menguji nilai SPF dengan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji nilai SPF krim ekstrak Kulit Buah Alpukat (Persea americana Mill.) dan krim ekstrak Kulit Buah Pepaya (Carica papaya L.) memiliki nilai SPF dengan kategori minimal pada formulasi X1 dan Z1, 2,08124 ; 2,2913, kategori sedang pada formulasi X2, X3, Z2, dan Z3 yaitu 4,32187 ; 5,0986 ; 4,20037 ; 5,08684. Hasil perbandingan uji aktivitas tabir surya krim ekstrak Kulit Buah Alpukat (Persea americana Mill.) terhadap krim ekstrak Kulit Buah Pepaya (Carica papaya L.) menunjukkan tidak ada perbedaan aktivitas tabir surya..