La Ode Muhammad Iksan Yusuf
Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Produksi Rumput Laut Berkelanjutan di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara La Ode Muhammad Iksan Yusuf; La Ode Apriyanto Yusuf
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 8 No. 1 (2026): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0801.1572-1576

Abstract

Produksi rumput laut di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, memiliki potensi sangat besar, namun hasil produksinya masih fluktuatif dan belum optimal dibandingkan dengan potensi budidayanya. Tantangan utama yang dihadapi meliputi aspek ekonomi, sosial, lingkungan, teknologi, dan kelembagaan. Akses modal yang terbatas, ketergantungan pada tengkulak, serta fluktuasi harga menghambat pertumbuhan produksi budidaya rumput laut. Dari sisi lingkungan, gangguan dari sampah rumah tangga, penambangan pasir, dan serangan hama penyakit mengurangi kesuburan perairan lokasi budidaya. Aspek sosial budaya juga menjadi kendala dengan konflik lahan budidaya dan kelembagaan yang lemah. Keterbatasan teknologi pengolahan rumput laut juga menghambat penambahan nilai produk. Rekomendasi kebijakan yang didorong mencakup penguatan koperasi nelayan untuk akses modal pembudidaya, peningkatan adopsi teknologi pengolahan, serta pembenahan kelembagaan dan peraturan zonasi untuk mencegah konflik lahan. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat pelaku budidaya sangat dibutuhkan untuk menciptakan kondisi yang mendukung keberlanjutan budidaya rumput laut.
Ekosistem Jagung Berkelanjutan: Integrasi Kesejahteraan Petani, Efisiensi Rantai Pasok, dan Adaptasi Lingkungan Tropis La Ode Muhammad Iksan Yusuf; Abd Rahim; Diah Retno Dwi Hastuti; Adi Zulkarnaen; Muhammad Imam Ma’ruf
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 8 No. 3 (2026): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0803.1732-1739

Abstract

Jagung merupakan komoditas strategis yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional, industri pakan ternak, dan kesejahteraan petani. Namun, pembangunan sektor jagung di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain fluktuasi harga, ketergantungan petani terhadap tengkulak, lemahnya integrasi rantai pasok, keterbatasan infrastruktur dan teknologi pascapanen, serta meningkatnya risiko perubahan iklim di wilayah tropis. Policy brief ini bertujuan memberikan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat ekosistem jagung berkelanjutan melalui integrasi aspek kesejahteraan petani, efisiensi rantai pasok, dan adaptasi lingkungan. Pendekatan yang digunakan adalah analisis kebijakan berbasis data produksi jagung nasional, hasil penelitian terdahulu, serta sinkronisasi dengan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Jagung Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Jagung Pemerintah. Temuan utama menunjukkan bahwa peningkatan produksi jagung belum sepenuhnya diikuti oleh peningkatan kesejahteraan petani akibat lemahnya posisi tawar petani, rendahnya adopsi teknologi, keterbatasan infrastruktur, dan tingginya kerentanan terhadap perubahan iklim. Oleh karena itu, rekomendasi kebijakan difokuskan pada penguatan implementasi Harga Pembelian Pemerintah (HPP), pengembangan kelembagaan petani dan kemitraan usaha, investasi infrastruktur pascapanen, percepatan adopsi teknologi, penguatan strategi adaptasi iklim, serta integrasi kebijakan swasembada dengan hilirisasi industri jagung. Implementasi kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi rantai pasok, stabilitas harga, nilai tambah industri, dan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.