Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Program “Kenali Lindungi Diri” Membangun Kesadaran Perlindungan Anak dalam Pencegahan Dini Kekerasan Seksual Vika Martahayu; Yopi Malagola; Irpan Zuhri; Cleopatra Cleopatra; Asti Wulandari
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i1.382

Abstract

Kekerasan seksual pada anak menjadi salah satu permasalahan serius yang berdampak jangka panjang terhadap perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anak. data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Pangkalpinang pada tahun 2024 terdapat total 78 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan 24 kasus (30 %) terjadi pada anak-anak. Fenomena kasus kekerasan seksual terhadap anak di Pangkalpinang khususnya pada siswa sekolah dasar menuntut adanya upaya pencegahan sejak dini yang melibatkan berbagai pihak mulai dari sekolah, orang tua, hingga lingkungan masyarakat. Salah satu upaya yang efektif adalah dengan memberikan pendidikan perlindungan diri dan kesadaran akan hak-hak anak melalui Program “Kenali dan Lindungi Diri”. Program ini bertujuan menjadi model pencegahan kekerasan seksual yang berkelanjutan di Kota Pangkalpinang sekaligus memperkuat komitmen perlindungan anak di tingkat sekolah dasar. Pelaksanaan lokasi pengabdian yaitu Sekolah Dasar Negeri 15 Pangkalpinang yang terletak di Jl. Usman Ambon, Kel. Kejaksaan, Kec. Taman Sari, Kota Pangkal Pinang Prov. Kepulauan Bangka Belitung. Metode dan Tahapan Pelaksanaan Pengabdian Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui Program Pelatihan dan Sosialisasi Kenali dan Lindungi Diri di sekolah dasar dilaksanakan beberapa tahapan yang saling terintegrasi yaitu survey dan koordinasi dengan mitra pengabdian, sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Pelaksanaan program “Kenali Diri dan Lindungi Diri” di SDN 15 Pangkalpinang memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan seluruh warga sekolah baik siswa, guru, maupun orang tua terkait pentingnya perlindungan diri dan pencegahan kekerasan seksual terhadap anak.
Analisis Pengaruh Media Video Pembelajaran terhadap Kemampuan Menulis Teks Cerita Fantasi Siswa Kelas V SDN 11 Riau Silip Ulyma Tahara Arisandi; Sindy Sataroh; Irpan Zuhri
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 3 No. 1 (2026): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak penggunaan video edukasi terhadap kemampuan menulis teks cerita fantasi bagi siswa kelas V di SDN 11 Riau Silip. Latar belakang penelitian ini didasari oleh penemuan bahwa banyak siswa mengalami kesulitan saat menulis teks cerita fantasi, terutama terkait dengan pengembangan imajinasi, terbatasnya ide cerita, alur yang tidak teratur, dan penggunaan bahasa yang belum maksimal. Selain itu, metode pembelajaran menulis yang masih cenderung tradisional dianggap kurang efektif dalam mendorong kreativitas siswa. Untuk itu, video edukasi dianggap sebagai alternatif media pembelajaran yang dapat memberikan rangsangan visual dan membantu siswa membentuk gambaran konkret mengenai tokoh, latar, dan kejadian dalam cerita fantasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experiment) yang melibatkan kelompok kontrol tidak setara. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas V, di mana satu kelas dijadikan kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran menulis dengan video edukasi, sementara kelas lainnya berfungsi sebagai kelompok kontrol yang belajar dengan metode konvensional. Instrumen penelitian mencakup tes menulis teks cerita fantasi, lembar observasi aktivitas belajar, dan dokumentasi hasil tulisan siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan posttest, observasi selama proses belajar, serta pengumpulan dokumen tulisan siswa. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial untuk mengevaluasi perbedaan kemampuan menulis antara kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar menggunakan video edukasi menunjukkan perkembangan dalam keterampilan menulis teks cerita fantasi yang lebih signifikan dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode tradisional. Peningkatan ini terlihat dalam aspek pengembangan ide, kelancaran alur cerita, kreativitas, serta penggunaan bahasa. Video edukasi terbukti efektif membantu siswa memvisualisasikan elemen-elemen dalam cerita fantasi dengan lebih jelas, sehingga memudahkan mereka dalam menyalurkan ide ke dalam bentuk tulisan. Oleh karena itu, video edukasi dapat direkomendasikan sebagai salah satu strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis teks cerita fantasi di tingkat sekolah dasar..
Mapping Intellectual of Student Well-Being, Literacy, and Numeracy in Primary Education in the 21st Century Yeyen Febrilia; Azka ‘Afifah; Irpan Zuhri; Rahma Aini; Sindy Sataroh; Ulyma Tahara Arisandi
Contemporary Education and Community Engagement (CECE) Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/cece.v3i2.2268

Abstract

The increasing complexity of educational systems has intensified interest in understanding the relationships among student well-being, literacy, and numeracy in primary education. While literacy and numeracy are recognized as essential competencies for lifelong learning, growing evidence indicates that students’ psychological, emotional, and social well-being plays a critical role in shaping academic achievement and learning outcomes. Despite the expanding literature, a comprehensive overview of the intellectual structure and thematic evolution of this research area remains limited. Address this gap, this study conducted a bibliometric analysis of global research on student well-being, literacy, and numeracy in primary education using 144 Scopus-indexed publications published between 2011 and 2026. Data were analyzed using the Bibliometrix R Package and Biblioshiny, combining performance analysis and science mapping techniques, including publication trends, citation patterns, author productivity, source impact, institutional contributions, international collaboration, keyword co-occurrence, thematic evolution, co-citation networks, and bibliographic coupling. The results reveal a rapidly growing field with an annual growth rate of 21.25%. Australia emerged as the leading contributor, while Positive Psychology, Self-Determination Theory, Social-Emotional Learning, and school mental health formed the principal intellectual foundations. Thematic development demonstrates a transition from general well-being studies toward integrated investigations connecting psychological well-being with literacy achievement, numeracy development, educational resilience, and digital learning environments. Emerging research directions include digital well-being, learning analytics, and artificial intelligence in education. Based on these findings, the study proposes a Well-Being-Literacy-Numeracy Ecosystem Framework, positioning student well-being as a fundamental mechanism supporting literacy and numeracy development and promoting holistic educational success in primary education.