Syahrullah Asyari
State University of Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Round Robin dengan Pendekatan Matematika Realistik Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Putri Ayu Aqilah; Hisyam Ihsan; Syahrullah Asyari
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Nomor 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v8i4.7092

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe round robin dengan pendekatan matematika realistik terhadap hasil belajar matematika siswa. Urgensi penelitian ini didasarkan pada rendahnya hasil belajar matematika siswa Indonesia yang ditunjukkan oleh studi internasional seperti PISA dan TIMSS, serta masih dominannya pembelajaran yang berpusat pada guru sehingga siswa kurang aktif dan kesulitan memahami konsep matematika secara mendalam. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas X SMAN 2 Bulukumba. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling menggunakan aplikasi spinner untuk mengundi kelas dari sembilan kelas yang ada, dan hasil undian menetapkan Kelas X-6 sebagai kelas eksperimen. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa dengan rata-rata posttest sebesar 84,81 (kategori tinggi) dan gain ternormalisasi sebesar 0,7 (kategori tinggi). Sementara itu, ketuntasan klasikal mencapai 96,29%, melebihi target kriteria ketuntasan minimal sebesar 75%. Uji hipotesis menggunakan one sample t-test dan proportion test mengonfirmasi bahwa hasil belajar mengalami peningkatan signifikan (Sig. < 0,05). Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe round robin dengan pendekatan matematika realistik terbukti berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa. Oleh karena itu, disarankan agar guru menerapkan model ini sebagai alternatif strategi pembelajaran matematika yang kontekstual, dan penelitian lanjutan dapat mengembangkan media atau modul berbasis model tersebut untuk materi lain.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 31 MAKASSAR MELALUI PENDEKATAN PENGAJUAN MASALAH Sabri; Syahrullah Asyari; Rezky Athiah Natsir
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/g81efk25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa di satu kelas VIII SMP Negeri 31 Makassar melalui penerapan pendekatan pengajuan masalah. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam satu siklus yang terdiri dari lima pertemuan pembelajaran dan satu pertemuan untuk tes hasil belajar, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 29 siswa kelas VIII. Data dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar, lembar observasi aktivitas siswa dan guru, angket respons siswa, dan catatan lapangan-refleksi guru. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif untuk data kuantitatif (hasil belajar, respons siswa, keaktifan siswa, keterlaksanaan pembelajaran) dan analisis kualitatif untuk catatan lapangan- refleksi guru. Di akhir siklus pertama, hasil penelitian menunjukkan: (a) keterlaksanaan pembelajaran mencapai kategori sangat baik, (b) rata-rata siswa yang aktif selama pertemuan pembelajaran mencapai 83%, (c) banyaknya siswa yang mencapai standar ketuntasan hasil belajar mencapai 83%, dan (d) banyaknya siswa yang memberikan respons positif mencapai 86%. Semua hasil penelitian ini memenuhi indikator keberhasilan penelitian. Oleh karena itu, pelaksanaan pendekatan pengajuan masalah berhasil menyelesaikan masalah pembelajaran yang dihadapi siswa karena hasil belajar mereka sudah meningkat mencapai hasil yang optimal.
Deskripsi Kecerdasan Visual Spasial Dalam Memecahkan Masalah Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjau Berdasarkan Kemampuan Awal Geometri Usman Mulbar; Syahrullah Asyari; Rivaldi
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v9i1.7207

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memberikan gambaran terkait kecerdasan visual spasial dalam memecahkan bangun ruang sisi datar ditinjau dari kemampuan awal geometri yang dimiliki siswa agar guru dapat merancang pembelajaran yang dapat memenuhi semua kebutuhan siswa. Subjek penelitian ini adalah enam siswa dari kelas VIII.1 dan VIII.3 di SMPN 18 Makassar. Pemilihan subjek penelitian menggunakan teknik Purposive Sampling. Adapun instrumen yang digunakan untuk memperoleh data, yaitu tes kemampuan awal geometri, tes kecerdasan visual spasial, dan pedoman wawancara. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan melalui tiga tahap, yaitu: kondensasi data, penyajian data dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kecerdasan visual spasial siswa dengan kemampuan awal geometri tinggi tergolong dalam kategori tinggi. Kedua subjek mampu memenuhi keempat karakteristik kecerdasan visual spasial. (2) Kecerdasan visual spasial siswa dengan kemampuan awal geometri sedang tergolong dalam kategori sedang. Subjek pertama mampu memenuhi tiga karakteristik kecerdasan visual spasial, sedangkan subjek kedua hanya mampu memenuhi dua karakteristik. (3) Kecerdasan visual spasial siswa dengan kemampuan awal geometri rendah tergolong dalam kategori rendah. Kedua subjek hanya mampu memenuhi satu karakteristik kecerdasan visual spasial.