Rifky Rosian An Nur
Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Metode Pengajaran Nahwu dalam Perspektif Pemikiran Az-Zarnuji Dan Ibnu Khaldun: Sebuah Studi Analisis Komparatif Dalam Kitab Ta'lim Al-Muta'allim Dan Muqaddimah Abdullah Asyiq; Rifky Rosian An Nur
Muróbbî: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/murobbi.v10i1.4398

Abstract

The teaching of nahwu (Arabic grammar) often faces pedagogical challenges rooted in rigid instructional approaches, lack of contextualization, and insufficient integration of cognitive and ethical dimensions in the learning process. This article aims to explore and compare the educational philosophies of two prominent classical Islamic scholars, Az-Zarnuji in Ta'lim al-Muta'allim and Ibn Khaldun in Muqaddimah, in order to formulate a more humanistic, integrative, and relevant conceptual framework for nahwu instruction within contemporary education. Employing a conceptual paper approach, this study utilizes qualitative content analysis and a comparative strategy based on primary and secondary textual sources. The analysis reveals that Az-Zarnuji emphasizes the ethical foundations of learning, including intention, discipline, and spiritual teacher–student relationships, while Ibn Khaldun highlights sociological perspectives, gradual learning stages, and the function of language within social structures. Synthesizing these two perspectives results in a pedagogical model of nahwu that balances character formation with linguistic competence in a contextualized manner. The article’s primary contribution lies in reconstructing classical Islamic educational thought as a foundation for developing Arabic grammar teaching methods that are academically effective and morally transformative. The study opens pathways for curriculum design and instructional strategies in nahwu education that are more adaptive, participatory, and philosophically grounded within the modern Islamic education framework.
Peningkatan Kompetensi Hissab Al-Faraid: Strategi Cepat Menghitung Waris Bagi Santri Milenial MAN PK Denanyar A. Fauzi Aziz; Rifky Rosian An Nur
ABDIMASY: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Desember
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/abdimasy.v4i2.4971

Abstract

Artikel ini mengkaji program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan kompetensi hissab al-faraid melalui strategi cepat menghitung waris bagi santri milenial di Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan Denanyar Jombang. Pokok permasalahan kegiatan ini didasarkan pada kesenjangan antara penguasaan teori normatif santri yang sudah kuat dengan rendahnya keterampilan teknis perhitungan matematika waris, yang kerap memicu stigma bahwa disiplin ilmu tersebut rumit dan menakutkan. Tujuan kegiatan ini adalah merevitalisasi pemahaman faraid, mengenalkan metode perhitungan sistematis, serta membekali santri sebagai pemecah masalah kewarisan di masyarakat. Metode pendampingan yang diterapkan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action melalui metode akselerasi pembelajaran yang meliputi pemetaan diagnostik, visualisasi diagram pohon, penggunaan trik tabel ajaib, studi kasus kontekstual, dan bimbingan tutor sebaya. Hasil dan pembahasan menunjukkan terjadinya perubahan persepsi santri dari memandang faraid sebagai momok menjadi permainan logika yang menyenangkan, pemangkasan durasi pengerjaan kasus kompleks secara signifikan dengan akurasi tinggi, serta terbangunnya literasi digital syariah melalui validasi kalkulator berbasis aplikasi. Simpulan kegiatan ini menegaskan bahwa penerapan metode strategis dan visual terbukti efektif dalam mengakselerasi kompetensi teknis santri milenial sekaligus mempersiapkan kader ulama muda yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.