Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perilaku Pencegahan Gastritis Berbasis Theory of Planned Behavior pada Mahasiswa Keperawatan Al Ka Uzar; Fadli Fadli; Hartati Hartati
Mega Buana Journal of Nursing Vol. 5 No. 1 (2026): Mega Buana Journal of Nursing
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/8z6km540

Abstract

Gastritis yang lebih dikenal sebagai penyakit maag merupakan masalah kesehatan yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Penyakit ini muncul akibat peradangan pada mukosa lambung yang dapat menimbulkan gejala berupa nyeri ulu hati, mual, muntah, perut kembung, hingga penurunan kualitas hidup penderitanya. Faktor risiko utama gastritis banyak berkaitan dengan gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan yang tidak teratur, konsumsi makanan pedas, asam, berlemak, serta kebiasaan minum kopi, alkohol, dan merokok. Kondisi ini kerap dialami oleh remaja hingga dewasa, termasuk mahasiswa, yang rentan mengabaikan pola makan sehat karena padatnya aktivitas dan tekanan akademik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara sikap, norma subjektif, kontrol perilaku dengan niat dan perilaku pencegahan gastritis pada mahasiswa keperawatan di Universitas Mega Buana Palopo Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 50 responden, dipilih dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Analisis statistik Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan niat pada mahasiswa dengan nilai p = 0,001. Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan perilaku pencegahan gastritis pada dengan nilai p = 0,001. Terdapat hubungan yang signifikan antara norma subjektif dengan niat pada mahasiswa dengan nilai p = 0,004 (p < 0,05). terdapat hubungan antara norma subjektif dengan perilaku pencegahan gastritis dengan nilai p = 0,002 (p < 0,05). Terdapat hubungan antara kontrol perilaku dengan niat pada mahasiswa dengan nilai p p= 0,001(p < 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol perilaku dengan perilaku pencegahan gastritis pada mahasiswa dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Berdasarkan nilai signifikansi tersebut, maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa ketiga variabel independen berhubungan bermakna dengan perilaku pencegahan gastritis. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap, norma subjektif, kontrol perilaku, niat, dan perilaku pencegahan.
Analisis Model Pemberdayaan Keluarga Berbasis Health Belief Model (HBM) Terhadap Perilaku  Pencegahan Komplikasi Hipertensi Siti Rahayu; Fadli Fadli; Hartati Hartati
Mega Buana Journal of Nursing Vol. 5 No. 1 (2026): Mega Buana Journal of Nursing
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/kgq3v416

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dengan angka kejadian yang terus meningkat setiap tahunnya. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg yang berlangsung secara menetap. Hipertensi disebut sebagai silent killer karena sering kali tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung koroner, gagal ginjal, dan gangguan penglihatan. Hipertensi disebabkan oleh beberapa faktor, seperti sering mengkonsumsi makanan asin, obesitas, kolesterol tinggi, konsumsi alkohol berlebihan, serta riwayat keluarga. Penyakit ini tidak menular dan terkait dengan gaya hidup tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pemberdayaan keluarga berbasis Health Belief Model Terhadap Perilaku Pencegahan Komplikasi Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Mungkajang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peran dan dukungan keluarga terhadap perilaku pencegahan komplikasi hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Mungkajang Kota Palopo Tahun 2025 (p=0.001). Upaya pemberdayaan keluarga melalui pendekatan Health Belief Model (HBM) untuk meningkatkan kesadaran, motivasi, dan kepatuhan dalam menjalankan gaya hidup sehat. Keterlibatan aktif keluarga diharapkan mampu menjadi pendorong utama dalam mencegah komplikasi hipertensi serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
Hubungan Persepsi Mahasiswa Berdasarkan Nursing Clinical Teacher  Effectiveness Inventory (NCTEI) Dengan Implementasi Patient Safety Dalam Praktik Klinik Mahasiswa Keperawatan ANITA; Fadli Fadli; Hartati Hartati
Mega Buana Journal of Nursing Vol. 5 No. 1 (2026): Mega Buana Journal of Nursing
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/bf54r025

Abstract

Keselamatan pasien (patient safety) merupakan komponen penting dalam mutu pelayanan kesehatan dan kompetensi utama yang harus dimiliki mahasiswa keperawatan selama praktik klinik. Efektivitas pembimbing klinik berperan dalam membentuk perilaku keselamatan pasien melalui fungsi edukatif dan keteladanan profesional. Persepsi mahasiswa terhadap kualitas pembimbingan klinik diduga memengaruhi kepatuhan dalam penerapan prinsip keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap efektivitas pembimbing klinik berdasarkan Nursing Clinical Teacher Effectiveness Inventory (NCTEI) dengan implementasi patient safety pada praktik klinik mahasiswa keperawatan Universitas Mega Buana Palopo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 111 mahasiswa yang ditentukan melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner NCTEI dan kuesioner implementasi patient safety, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji korelasi Spearman Rank. Implementasi patient safety sebagian besar berada pada kategori baik (84,7%), sementara 15,3% berada pada kategori cukup. Persepsi mahasiswa terhadap efektivitas pembimbing klinik pada seluruh dimensi NCTEI juga tergolong baik. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara persepsi mahasiswa terhadap efektivitas pembimbing klinik dan implementasi patient safety (p < 0,05), meskipun tingkat keeratan hubungan relatif lemah, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Efektivitas pembimbing klinik berperan sebagai faktor pendukung dalam penerapan patient safety oleh mahasiswa keperawatan, yang juga dipengaruhi oleh budaya keselamatan pasien, sistem pelayanan kesehatan, pengalaman klinik, dan lingkungan pembelajaran.
Dampak Senam Kaki Diabetik dalam Menurunkan Glukosa Darah pada Lansia Di UPT PPSLU Mappakasunggu Kota Pare Pare Hasiwulansi Husri; Ida Ida; Izza Izza; Masita Helena; Musdalifah K; Nirma Nirma; Nur Aisyah Saleh; Nur Wafiah; Nurwildah Kaharuddin; Fadli Fadli; Andi Sastria Ahmad
Mega Buana Journal of Innovation and Community Service Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/fstw8k49

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit jangka panjang yang memerlukan perawatan berkelanjutan. Perubahan gaya hidup, seperti pola makan, kurang berolahraga, dan kelebihan berat badan, dapat menyebabkan kadar gula darah tidak terkendali, yang dapat memicu diabetes melitus tipe 2. Metode dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi pemeriksaan tanda-tanda vital, pemeriksaan asam urat dan GDS, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan senam kaki diabetik yang bertujuan untuk mengendalikan kadar glukosa darah dan melancarkan sirkulasi darah. Hasil kegiatan diperoleh glukosa darah pada lansia berdasarkan kelompok usia 60-70 tahun (57%) dengan nilai glukosa darah terendah yaitu 99 mg/dL dan nilai glukosa darah tertinggi yaitu 262 mg/dL, usia 71-80 tahun (22%) dengan nilai glukosa darah terendah yaitu 117 mg/dL dan nilai glukosa darah tertinggi yaitu 199 mg/dL sedangkan  umur ≥ 80 tahun (21%) dengan nilai glukosa darah terendah 102 mg/dL dan nilai glukosa darah tertinggi yaitu 220 mg/dL. Kesimpulan: Semua lansia dalam kegiatan pengabdian masyarakat dapat memahami tentang terapi aktivitas fisik senam kaki diabetik untuk mengontrol kadar glukosa darah. Saran dari kegiatan pengabdian ini adalah diharapkan senam kaki diabetik dapat dijadwalkan secara rutin minimal 2-3 kali perminggu, lansia dapat melakukan senam kaki diabetik dirumah secara mandiri serta tenaga kesehatan memberikan edukasi yang berkelanjutan mengenai pengendalian diabetes melitus dan juga gaya hidup sehat yang mendukung penurunan resiko komplikasi.