Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBUATAN PESTISIDA NABATI DAUN PEPAYA DI DESA TANJUNG ALAM KECAMATAN SEI DADAP KABUPATEN ASAHAN Turi Handayani; Surya Fajri; Indra Satria; Imam Syahputra; Chika Intan Fadillah
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5384

Abstract

Abstract: Agriculture is a key sector supporting food security and the community's economy. One of the obstacles in agricultural activities is pest attacks, which are generally addressed with the use of chemical pesticides. However, excessive use of chemical pesticides can have negative impacts on human health and the environment. Therefore, alternative solutions are needed in the form of safer and more environmentally friendly botanical pesticides. This community service activity was carried out in Tanjung Alam Village through socialization of the manufacture of botanical pesticides from papaya leaves to students of SMP IT Adabiyah. The activity methods included counseling, a question and answer session, and hands-on practice in making botanical pesticides. The results of the activity showed that students understood the dangers of chemical pesticides and learned how to make botanical pesticides from simple ingredients easily found in the surrounding environment. This program is expected to increase environmental awareness, reduce dependence on chemical pesticides, and support the creation of sustainable agriculture in the community. Keywords: papaya leaves, socialization, botanical pesticides, socialization Abstrak: Pertanian merupakan sektor utama yang mendukung ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat. Salah satu kendala dalam aktivitas pertanian adalah serangan hama yang umumnya diatasi dengan penggunaan pestisida kimia. Namun, pemakaian pestisida kimia secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan solusi alternatif berupa pestisida nabati yang lebih aman dan ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tanjung Alam melalui sosialisasi pembuatan pestisida nabati berbahan dasar daun pepaya kepada siswa SMP IT Adabiyah. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, sesi tanya jawab, serta praktik langsung pembuatan pestisida nabati. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memahami bahaya pestisida kimia dan mengetahui cara pembuatan pestisida nabati dengan bahan sederhana yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lingkungan, mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia, serta mendukung terciptanya pertanian berkelanjutan di masyarakat. Keywords: daun pepaya, sosialisasi, pestisida nabati, sosialisasi
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) BERBAHAN LIMBAH DAPUR UNTUK KETAHANAN LINGKUNGAN MASYARAKAT Deddy Wahyudin Purba; Lokot Ridwan Batubara; Ansoruddin Ansoruddin; Indra Satria; Muhammad Safrizal; Herviza Wulandary Pane
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.60875

Abstract

Permasalahan limbah organik rumah tangga yang belum dikelola secara optimal menjadi salah satu penyebab meningkatnya pencemaran lingkungan sekaligus hilangnya potensi pemanfaatan limbah sebagai sumber daya yang bernilai guna. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan pupuk organik cair (POC) berbahan limbah dapur sebagai upaya mendukung ketahanan lingkungan. Kegiatan dilaksanakan pada 15 Mei 2025 di Desa Sei Kamah I, Kecamatan Sei Dadap, Kabupaten Asahan dengan melibatkan 20 peserta yang terdiri atas ibu-ibu PKK dan kelompok tani. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta berhasil mengikuti seluruh tahapan pelatihan dan mampu memproduksi pupuk organik cair secara mandiri. Nilai rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 56,8 pada pre-test menjadi 88,9 pada post-test atau meningkat sebesar 32,1 poin (56,5%). Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya pengelolaan limbah organik rumah tangga melalui pemanfaatan limbah dapur menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis praktik merupakan metode yang efektif dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan penguatan ketahanan lingkungan berbasis sumber daya lokal
RESPON PEMBERIAN BOKASHI KOTORAN AYAM DAN HORMON 6-BAP HIJAU TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PORANG (AMORPHOPHALUS MULELLERI) Heru Gunawan; Muhammad Azriel Ilham; Indra Satria; Azwar Anas Manurung
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i1.2753

Abstract

Abstract: Indonesia is an agricultural country that is rich in biodiversity, including tuber plants which have broad economic value and benefits. Porang (Amorphophallus muelleri) is a tuber plant with high potential because of its glucomannan content which is useful in the food, pharmaceutical, cosmetic and biotechnology industries. This research aims to determine the effect of chicken manure bokashi and Green 6-BAP Hormone on porang growth and production. The research was conducted with a factorial Randomized Group Design (RAK) using two factors. The first factor is the dose of chicken manure bokashi (C0=0 kg/Plot, C1=1 kg/Plot, and C2=2 kg/Plot) and the concentration of Green 6-BAP Hormone (K0=0 ml/liter/plot, K1=2 ml/liter/plot and K2=4 ml/liter/plot). Parameters observed included plant height, number of leaves, and stem diameter. The results showed that giving chicken manure bokashi at a dose of 1 kg/plot (C1) gave the best results with a plant height of 86.56 cm, number of leaves 32.44, and stem diameter of 2.04 cm. Meanwhile, the Green 6-BAP Hormone did not have a significant effect on all parameters. The interaction between bokashi and hormones also does not show a significant effect. The results of this research indicate that optimal use of chicken manure bokashi can increase the productivity of porang plants. Keywords: Porang, Bokashi chicken manure, Green 6-BAP Hormone, Organic fertilizerAbstrak: Indonesia merupakan negara agraris yang kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk tanaman umbi-umbian yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat luas. Porang (Amorphophallus muelleri) merupakan salah satu tanaman umbi-umbian dengan potensi tinggi karena kandungan glukomanannya yang bermanfaat dalam industri pangan, farmasi, kosmetik, dan bioteknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bokashi kotoran ayam dan Hormon 6-BAP Hijau terhadap pertumbuhan dan produksi porang. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial menggunakan dua factor. Factor pertama yaitu dosis bokashi kotoran ayam (C0=0 kg/Plot, C1=1 kg/Plot, dan C2=2 kg/Plot) dan konsentrasi Hormon 6-BAP Hijau (K0=0 ml/liter/plot, K1=2 ml/liter/plot dan K2=4 ml/liter/plot). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang. Hasil menunjukkan bahwa pemberian bokashi kotoran ayam pada dosis 1 kg/plot (C1) memberikan hasil terbaik dengan tinggi tanaman 86,56 cm, jumlah daun 32,44 helai, dan diameter batang 2,04 cm. Sementara itu, Hormon 6-BAP Hijau tidak memberikan pengaruh signifikan pada semua parameter. Interaksi antara bokashi dan hormon juga tidak menunjukkan pengaruh yang nyata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan bokashi kotoran ayam secara optimal dapat meningkatkan produktivitas tanaman porang. Kata kunci: Porang, Bokashi kotoran ayam, Hormon 6-BAP Hijau, Pupuk organik
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS AMPAS TAHU DAN PUPUK NPK MUTIARA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS) Heru Gunawan; Surya Fajri; Azwar Anas Manurung; Indra Satria
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4030

Abstract

Abstract: The need for chili increases every year in line with the increasing population and the development of industries that require chili raw materials. However, chili production in Indonesia is still low and has not met all needs, thus causing business opportunities for cultivating cayenne pepper to be wide open. Good cultivation techniques, such as cultivating cayenne pepper using a combination of organic and inorganic fertilizers that are adjusted to the needs of the plants, are expected to maximize the production of cayenne pepper plants. This research was conducted in Batu Asa, Environment III, Sidodadi Village, Kisaran Barat District, Asahan Regency from January to April 2024. This study used a Factorial Randomized Block Design (RAK) with two factors, namely: (1) Tofu Dregs Compost (T) consisting of 4 levels, namely: T0 = 0 g/polybag, T1 = 150 g/polybag, T2 = 300 g/polybag, T3 = 450 g/polybag (2) Mutiara NPK Fertilizer (N) consisting of 3 levels, namely: N1 = 2 grams/polybag, N2 = 4 grams/polybag, N2 = 6 grams/polybag. The observed variables were plant height, flowering age, harvest age, fruit weight per plant and number of fruits per plant. The provision of tofu dregs compost had a significant effect on the observation of fruit weight per plant at the 3rd harvest, but on the observation of plant height, flowering age, harvest age, and number of fruits per plant did not show a significant effect. The best treatment was in the T3 = 450 gr/polybag treatment. The provision of Mutiara NPK had a significant effect on the observation of fruit weight per plant at the 3rd harvest, but on the observation of plant height, flowering age, harvest age, and number of fruits per plant did not show a significant effect. The best treatment was in the N3 = 6 gr/polybag treatment. The interaction between the provision of tofu dregs compost and Mutiara NPK did not give a significant effect on all observation variables. Keywords: Cayenne Pepper, Organic Fertilizer, Tofu Dregs Compost, Mutiara NPK Fertilizer Abstrak: Kebutuhan cabai meningkat setiap tahunnya sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan berkembangnya industry yang membutuhkan bahan baku cabai. Namun produksi cabai di Indonesia masih rendah dan belum mencukupi seluruh kebutuhan, sehingga menyebabkan peluang usaha budidaya cabai rawit terbuka luas. Teknik budidaya yang baik, seperti budidaya cabai rawit menggunakan kombinasi pupuk organik dan anorganik yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman yang diharapkan produksi dari tanaman cabai rawit ini akan lebih maksimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian kompos ampas tahu dan pupuk NPK Mutiara terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens). Penelitian ini dilaksanakan di Batu Asa, Lingkungan III, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan pada bulan Januari hingga bulan April 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yaitu: (1) Kompos Ampas Tahu (T) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: T0 = 0 g/polibag, T1 = 150 g/polibag, T2 = 300 g/polibag, T3 = 450 g/polibag (2)   Pupuk NPK Mutiara (N) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: N1 = 2 gram/ polibag, N2 = 4 gram/ polibag, N2 = 6 gram/ polibag. Peubah amatan yang diamati adalah tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, berat buah per tanaman dan jumlah buah per tanaman. Pemberian kompos ampas tahu memberikan pengaruh nyata terhadap pengamatan berat buah per tanaman pada panen ke 3, tetapi pada pengamatan tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, dan jumlah buah per tanaman tidak menunjukkan pengaruh nyata. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan T3 = 450 gr/polibag. Pemberian NPK Mutiara memberikan pengaruh nyata terhadap pengamatan berat buah per tanaman pada panen ke 3, tetapi pada pengamatan tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, dan jumlah buah per tanaman tidak menunjukkan pengaruh nyata. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan N3 = 6 gr/polybag Interaksi antara pemberian kompos ampas tahu dan NPK Mutiara tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua peubah amatan. Kata kunci: Cabai Rawit, Pupuk Organik, Kompos Ampas Tahu, Pupuk NPK Mutiara