Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effectiveness of Problem Solving Based Student Worksheets in Improving Elementary School Students’ Computational Thinking Skills A Gender Perspective Analysis to Support the Achievement of SDGs 5 Rafi Afrizal Saputra; Zaenal Abidin; Wiryanto Wiryanto; Ramadhan Kurnia Habibie
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol. 11 No. 2 (2025): Vol. 11 No.2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v11n2.p184-207

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of problem-solving-based Student Worksheets in improving the computational thinking skills of fourth-grade elementary school students on the topic of fractions. This study employs a pre-experimental method with a quantitative approach using a One Group Pretest–Posttest Design. The research subjects consisted of 23 fourth-grade students at SDN Sonokwijenan II/96. Data were collected through questionnaires as well as pretest and posttest instruments. The results showed a significant improvement in students’ computational thinking skills, with the average score increasing from 40 on the pretest to 65.32 on the posttest. The paired t-test results showed a significance value of 0.001 < 0.05, indicating a statistically significant difference. The N-Gain score was 0.42, which falls into the moderate category, and Cohen’s d effect size was 1.180, indicating a very strong effect. These findings indicate that the developed problem-solving-based worksheets meet the criteria of being valid, practical, and effective in enhancing students’ conceptual understanding and learning outcomes in fractions. These worksheets are designed to systematically integrate problem-solving stages, thereby helping students understand problems, formulate solution strategies, and evaluate the results obtained. Furthermore, the use of problem-solving-based worksheets provides a more meaningful learning experience as students are actively engaged in the learning process and encouraged to think logically and systematically when solving mathematical problems.
PELATIHAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MENGAJAR GURU SD KABUPATEN BLITAR Wiryanto Wiryanto; Zaenal Abidin; Ramadhan Kurnia Habibie; Neni Mariana; Ika Rahmawati; Vivi Astuti Nurlaily; Nurul Rafiqah Nasution; Pradina Parameswari; Ulumah Ummah; Rafi Afrizal Saputra; Ahmad Rafi Garizah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.62191

Abstract

Guru sekolah dasar dituntut memiliki kompetensi dalam menerapkan model pembelajaran inovatif agar mampu menciptakan proses pembelajaran yang aktif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik. Namun, hasil analisis kebutuhan di Kabupaten Blitar menunjukkan bahwa sebagian besar guru masih mendominasi pembelajaran dengan metode ceramah serta belum optimal dalam mengimplementasikan model pembelajaran yang selaras dengan karakteristik Kurikulum Merdeka. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi mengajar guru sekolah dasar melalui pelatihan penerapan berbagai model pembelajaran inovatif, yaitu Realistic Mathematics Education (RME), Open-Ended Learning, Flipped Classroom, Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), serta Project-Based Learning (PjBL). Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif yang meliputi analisis kebutuhan, perencanaan, penyampaian materi, demonstrasi, penyusunan perangkat pembelajaran, simulasi pembelajaran, pendampingan, dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah 40 guru sekolah dasar di Kabupaten Blitar. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi, angket respons peserta, serta tes awal dan tes akhir untuk mengukur peningkatan kompetensi guru. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang serta mengimplementasikan model pembelajaran inovatif. Rata-rata nilai kompetensi guru meningkat dari 58,6 pada pretest menjadi 87,9 pada posttest. Selain itu, peserta mampu menyusun perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan model RME, Open-Ended Learning, Flipped Classroom, STEM, dan PjBL sesuai dengan karakteristik mata pelajaran di sekolah dasar. Respons peserta terhadap pelatihan menunjukkan kategori sangat baik dengan tingkat kepuasan lebih dari 95%. Dengan demikian, pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi profesional guru serta mendukung implementasi pembelajaran yang inovatif, kolaboratif, kreatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik di sekolah dasar.