Andi Supratman
Universitas Negeri Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI PENYULUHAN GAYA HIDUP BERKELANJUTAN SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN DI KAWASAN TANJUNG DAPURA Abdul Rahman; Parham Taufik; Andi Supratman; Jumadi; Nurlela
SEMAR : Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Semar : Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/semar.v4i1.2467

Abstract

This community service activity aims to enhance the awareness and capacity of youth in implementing sustainable lifestyles in the Tanjung Dapura area, Makassar. The main problems faced by the community include low levels of waste management practices, high dependence on single-use plastics, and limited environmental literacy. The implementation method applied a participatory approach through several stages, including initial observation, interactive counseling, group discussions, and simulations of sustainable lifestyle practices. The results indicate a significant improvement in participants’ understanding and awareness of environmental sustainability, reflected in changes in perspectives and the emergence of commitments to reduce plastic use and manage waste independently. Furthermore, participants demonstrated strong enthusiasm to act as agents of change within their communities. Therefore, this activity is considered effective in empowering youth as key drivers in promoting environmental sustainability in coastal areas.
Paradoks Pembangunan Ekonomi dan Deforestasi di Provinsi Aceh: Prioritisasi Azas Kehati-hatian dan Pencegahan di UU PPLH Andi Supratman; Kurnia Ali Syarif
Indonesian Journal of Civic and Law Studies (IJCL) Vol. 1 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Sains Global Indonesia (SGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Aceh berhasil keluar dari keterpurukan ekonomi pasca bencana tsunami 2004 dengan mencatat pertumbuhan ekonomi yang tinggi pada periode 2006-2009, bahkan melampaui rata-rata nasional. Namun, pertumbuhan tersebut tidak didukung oleh kekuatan ekonomi riil, melainkan oleh masuknya dana rehabilitasi dan rekonstruksi dalam skala besar dari APBN, bantuan internasional, dan organisasi non-pemerintah. Berakhirnya fase rehabilitasi dan rekonstruksi menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi, sehingga sektor pertambangan, pertanian, dan Perkebunan khususnya kelapa sawit kembali diposisikan sebagai motor pembangunan ekonomi Aceh. Strategi ini memunculkan paradoks pembangunan karena ekspansi sektor berbasis lahan mendorong terjadinya deforestasi dan degradasi ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis paradoks antara pertumbuhan ekonomi dan deforestasi di Provinsi Aceh serta menilai prioritas penerapan asas kehati-hatian dan pencegahan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan Aceh belum mengoptimalkan penerapan asas kehati-hatian dan pencegahan, sehingga berpotensi menimbulkan risiko lingkungan yang berkelanjutan.