Manopo, Meiske W
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS RESIKO OPERASIONAL BISNIS PADA PERUSAHAAN UMUM BADAN URUSAN LOGISTIK KANTOR WILAYAH SULAWESI UTARA & GORONTALO Mait, Akwila Baptista; Manueke, Selfy; Djawa, Djibrael; Dua, Iyam L.; Manopo, Meiske W
MANAJEMEN ADMINISTRASI BISNIS DAN PEMASARAN Vol. 7 No. 2 (2025): MANAJEMEN, ADMINISTRASI BISNIS DAN PEMASARAN
Publisher : Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan lahan pertanian dan sumber daya alam serta tenaga kerja yang melimpah dan berkualitas. Untuk memastikan kesejahteraan bangsa, aspek yang sangat penting adalah stabilisasi pangan. Untuk memastikan kesejahteraan bangsa, aspek yang sangat penting adalah stabilisasi pangan. Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (BULOG) merupakan salah satu badan usaha pemerintah yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pangan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui resiko pengadaan lokal operasional, resiko penyimpanan operasional dan resiko distribusi operasional pada Perum Bulog Kanwil Sulut dan Gorontalo. Jenis penelitian ini deskriptif pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus. Sub fokus penelitian ini adalah resiko resiko proses, resiko reputasi dan resiko kesalahan manusia Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi yang meliputi asisten manajer operational support, asisten manajer bisnis, asisten manajer pengadaan, staf bisnis, staf operasional, kepala gudang dan outsorching. Proses pengadaan yang ada telah berjalan dengan baik, dengan perhatian yang cukup terhadap resiko dan kemampuan untuk menghadapi tantangan melalui manajemen resiko yang diterapkan. Namun, pengelola perlu meningkatkan fokus pada proses pengangkutan dari gudang dan memperhatikan peralatan gudang untuk memaksimalkan proses produksi. Keterlambatan dalam distribusi komoditas menjadi tantangan besar, yang disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk unit transportasi yang kurang memadai dan jarak pengantaran yang jauh