Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi dan Skrining sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular Nunik Angelia; Yolinda Suciliyana; Latif Hisbulloh
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.23217

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Indonesia merupakan salah satu negara yang menghadapi masalah penyakit menular dan penyakit tidak menular (PTM). Penyakit tidak menular biasanya tidak bergejala dan tidak menunjukkan tanda klinis tertentu, sehingga sebagian besar masyarakat tidak menyadari bahaya penyakit tidak menular. Penyakit tidak menular (PTM) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang mengalami peningkatan setiap tahunnya, dan menjadi penyumbang angka kematian terbesar di Indonesia. Penyakit ini dipicu oleh kurangnya aktivitas fisik, merokok, pola makan yang tidak efektif, stres, yang mengakibatkan peningkatan tekanan, peningkatan gula darah, dan peningkatan lemak darah. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan melakukan screening kesehatan penyakit tidak menular dengan sasaran yaitu anggota Cabang Nasiyatul Aiyiyah Jatilawang. Metode pengabdian masyarakat ini adalah ceramah tentang penyakit tidak menular yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Untuk mengetahui manfaat kegiatan ini, pengetahuan peserta diuji menggunakan lembar pre-tes dan post-tes yang berisi pernyataan benar dan salah. Terdapat peningkatan pengetahuan peserta dengan rerata sebesar 3,03.  Hal ini membuktikan bahwa penyuluhan ini efektif untuk meningkatkan pengetahuan peserta kegiatan.
Intervensi Terapi Kelompok dalam Perawatan Diri Lansia Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Cilongok 1 Yolinda Suciliyana; Zafria Atsna; Nunik Angelia; Ninuk Angelia
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.23477

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi pada lansia dan sering menyebabkan penurunan kemampuan perawatan diri. Keterbatasan informasi, rendahnya literasi kesehatan, serta minimnya dukungan sosial menjadikan lansia hipertensi membutuhkan pendekatan edukatif yang sesuai dengan karakteristik mereka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kemampuan perawatan diri lansia hipertensi melalui intervensi terapi kelompok di wilayah kerja Puskesmas Cilongok 1. Metode pelaksanaan meliputi skrining kesehatan, berbagi pengalaman antarpeserta, penyuluhan kesehatan, diskusi kelompok, serta pendampingan oleh kader kesehatan. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan lansia secara aktif dalam proses pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait manajemen hipertensi, munculnya motivasi untuk merawat diri, serta terbentuknya kelompok kecil yang saling mendukung dalam menjalankan pengobatan dan kontrol tekanan darah. Lansia juga menunjukkan antusiasme tinggi terhadap metode diskusi interaktif yang dianggap lebih mudah dipahami dibandingkan penyuluhan satu arah. Keterlibatan kader kesehatan dinilai memperkuat keberlanjutan praktik perawatan diri setelah kegiatan berlangsung. Pembahasan menggambarkan bahwa terapi kelompok efektif dalam meningkatkan dukungan emosional, memperkuat motivasi, serta memfasilitasi pertukaran pengalaman pada lansia hipertensi. Intervensi ini juga relevan untuk diterapkan pada populasi berpendidikan rendah karena penyampaian informasi dilakukan dengan cara sederhana dan mudah dipahami. Dukungan sosial dari sesama lansia dan kader terbukti berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan perawatan diri. Kesimpulannya, intervensi terapi kelompok terbukti efektif meningkatkan kemampuan perawatan diri lansia hipertensi serta berpotensi diintegrasikan dalam program rutin Posyandu lansia sebagai strategi berkelanjutan dalam pengendalian hipertensi di komunitas.