Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesejahteraan Emosional Pekerja Migran Indonesia dalam Perawatan Lansia Informal di Taiwan: Sebuah Pendekatan Naratif Zafria Atsna; Meida Laely Ramdhani; Reni Purwo Aniarti; Umi Sholikha; Dedy Purwito
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.348

Abstract

Pertumbuhan jumlah lansia di Taiwan menyebabkan meningkatnya kebutuhan terhadap tenaga perawat informal, yang sebagian besar dipenuhi oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI). Meski menawarkan peluang ekonomi, kondisi kerja sebagai live-in caregiver menimbulkan berbagai tantangan, seperti tekanan emosional, isolasi sosial, dan keterbatasan perlindungan hukum. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengalaman kesejahteraan emosional PMI di sektor perawatan informal lansia di Taiwan, menggunakan pendekatan naratif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan narrative inquiry. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap tiga partisipan perempuan yang dipilih secara purposif, masing-masing memiliki pengalaman kerja minimal satu tahun. Analisis dilakukan dengan pendekatan tematik reflektif, mencakup lima dimensi kesejahteraan: emosional, sosial, spiritual, fisik, dan struktural. Penelitian ini menunjukkan bahwa PMI menghadapi tekanan psikososial kompleks, tetapi menunjukkan ketahanan melalui strategi koping spiritual, makna kerja, serta relasi interpersonal terbatas. Faktor struktural seperti relasi kuasa dengan majikan dan tidak adanya batas waktu kerja formal turut memengaruhi kesejahteraan emosional. Temuan ini menekankan pentingnya pelatihan pra-penempatan yang menyeluruh, penguatan dukungan komunitas, dan kebijakan bilateral yang menjamin perlindungan menyeluruh bagi pekerja migran.
Intervensi Terapi Kelompok dalam Perawatan Diri Lansia Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Cilongok 1 Yolinda Suciliyana; Zafria Atsna; Nunik Angelia; Ninuk Angelia
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.23477

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi pada lansia dan sering menyebabkan penurunan kemampuan perawatan diri. Keterbatasan informasi, rendahnya literasi kesehatan, serta minimnya dukungan sosial menjadikan lansia hipertensi membutuhkan pendekatan edukatif yang sesuai dengan karakteristik mereka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kemampuan perawatan diri lansia hipertensi melalui intervensi terapi kelompok di wilayah kerja Puskesmas Cilongok 1. Metode pelaksanaan meliputi skrining kesehatan, berbagi pengalaman antarpeserta, penyuluhan kesehatan, diskusi kelompok, serta pendampingan oleh kader kesehatan. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan lansia secara aktif dalam proses pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait manajemen hipertensi, munculnya motivasi untuk merawat diri, serta terbentuknya kelompok kecil yang saling mendukung dalam menjalankan pengobatan dan kontrol tekanan darah. Lansia juga menunjukkan antusiasme tinggi terhadap metode diskusi interaktif yang dianggap lebih mudah dipahami dibandingkan penyuluhan satu arah. Keterlibatan kader kesehatan dinilai memperkuat keberlanjutan praktik perawatan diri setelah kegiatan berlangsung. Pembahasan menggambarkan bahwa terapi kelompok efektif dalam meningkatkan dukungan emosional, memperkuat motivasi, serta memfasilitasi pertukaran pengalaman pada lansia hipertensi. Intervensi ini juga relevan untuk diterapkan pada populasi berpendidikan rendah karena penyampaian informasi dilakukan dengan cara sederhana dan mudah dipahami. Dukungan sosial dari sesama lansia dan kader terbukti berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan perawatan diri. Kesimpulannya, intervensi terapi kelompok terbukti efektif meningkatkan kemampuan perawatan diri lansia hipertensi serta berpotensi diintegrasikan dalam program rutin Posyandu lansia sebagai strategi berkelanjutan dalam pengendalian hipertensi di komunitas.