Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Media Sosial sebagai Ruang Representasi Kehidupan dan Identitas Budaya Pekerja Migran Indonesia Rachmi Fitria; Amalia Amalia; Siti Zahra; Mirna Nur Alia Abdullah
RESIPROKAL: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual Vol. 8 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Prodi Sosiologi Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The migration of Indonesian Migrant Workers (PMIs) in the digital era is no longer understood merely as labor mobility driven by economic motives, but also as a process of cultural transformation and identity negotiation within transnational spaces. This study aims to analyze how PMIs utilize social media as a space for self-representation, cultural reproduction, and identity negotiation. The study is significant because previous research has mainly focused on social media as a tool for communication, activism, and migrant worker protection, while its role in digital cultural reproduction and identity formation remains underexplored. This research employed a descriptive qualitative approach using literature review, in-depth interviews, and document analysis. Data were collected from February to May 2026 through interviews with three PMIs in Japan and Brunei Darussalam and two domestic workers in Indonesia to compare work cultures and everyday practices. Data credibility was ensured through source triangulation and analyzed thematically. The findings reveal differences in work culture between host countries and Indonesia. PMIs experience tensions between the habitus formed in Indonesia and the work cultures of host countries, which emphasize discipline, individualism, and adherence to formal regulations. Social media functions as a space for cultural reproduction, the preservation of Indonesian cultural identity, and symbolic social mobility through self-branding and social recognition. These findings contribute to digital migration studies by conceptualizing social media as a transnational social space where migrant workers actively construct, maintain, and transform their cultural identities. Practically, the study highlights the role of social media in supporting cultural adaptation and preserving national identity among migrant workers abroad.
Transformasi Digital Keuangan Syariah: Apakah Fintech Mampu Meningkatkan Inklusi Keuangan atau Justru Memunculkan Risiko Baru? Amalia Amalia; Amelvia Zahrani; N. Najwa Nazla Farhati; Natasya Dwi Anzelika; Rahmi Khalid; Septi Ganda Rimadhani; Trisifa Sobira; Edi Suresman
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/y75qh108

Abstract

Fintech syariah merupakan bagian dari industri jasa keuangan berbasis teknologi yang beroperasi sesuai dengan prinsip syariah dengan tujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan secara lebih mudah dan inklusif. Meskipun indeks keuangan nasional mencapai 65,43% da inklusi 76%, tingkat inklusi keuangan syariah masih rendah sebesar 12,88% serta belum didukung oleh regulasi khusus yang kuat, sehingga perlindungan pengguna fintech syariah di Indonesia masih tergolong rendah. Tujuan Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi keuangan dan penggunaan fintech syariah terhadap inklusi keuangan, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta merumuskan rekomendasi untuk memperkuat ekosistem keuangan syariah digital yang etis dan terpercaya di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (narrative review) berbasis data sekunder dari jurnal terakreditasi dan portal ilmiah untuk mengkaji, membandingkan, serta mensintesis berbagai penelitian terkait peran fintech syariah dalam meningkatkan inklusi keuangan sekaligus mengidentifikasi potensi risiko yang muncul dalam transformasi digital sistem keuangan syariah. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi digital menjadikan fintech syariah sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan inklusi keuangan dan efisiensi sektor riil, namun juga menghadirkan tantangan seperti risiko siber, kompleksitas kepatuhan syariah, dan lemahnya pengawasan yang memerlukan penguatan regulasi.
Teacher adaptation, school policy, and library support in vocational education transformation Amalia Amalia; Rifa Alifia Putri; Syifa Khairunnisa; Angga Hadiapurwa
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 4 (2026): Inovasi Kurikulum, November 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i4.766

Abstract

The implementation of the Kurikulum Merdeka in Vocational High Schools (SMK) necessitates an adaptive transformation of vocational learning paradigms, yet often faces complex challenges regarding human resource readiness and managerial support. This study aims to analyze the dynamics of curriculum transition at SMK Insan Mandiri Bandung, with a focus on teachers' instructional adaptation, institutional policy, and the role of supporting facilities. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through structured interviews with the vice principal of curriculum, productive teachers, and library managers. They were then analyzed to map patterns of successful implementation. The results indicate that the effectiveness of the Kurikulum Merdeka application relies heavily on the integration of three strategic elements: teachers' flexibility in designing contextual project-based learning, school regulatory support that is responsive to innovation, and the revitalization of the library's role as an active literacy center. This study concludes that the success of vocational education transformation is not partial but requires systemic synergy between school components. These findings have critical implications for vocational education managers, who should prioritize structural collaboration and continuous capacity building to create a learning ecosystem aligned with industrial demands and contemporary developments.   Abstrak Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengharuskan adanya transformasi paradigma pembelajaran vokasi yang adaptif, namun sering kali menghadapi tantangan kompleks terkait kesiapan sumber daya manusia dan dukungan manajerial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika transisi kurikulum di SMK Insan Mandiri Bandung, dengan fokus spesifik pada adaptasi instruksional guru, kebijakan institusi, dan peran fasilitas pendukung. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara terstruktur terhadap wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru produktif, serta pengelola perpustakaan, yang kemudian dianalisis untuk memetakan pola keberhasilan implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penerapan Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada keterpaduan tiga elemen strategis: fleksibilitas guru dalam merancang pembelajaran berbasis proyek yang kontekstual, dukungan regulasi sekolah yang responsif terhadap inovasi, serta revitalisasi peran perpustakaan sebagai pusat literasi yang aktif. Studi ini menyimpulkan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan vokasi tidak bersifat parsial, melainkan membutuhkan sinergi sistemik antar komponen sekolah. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengelola pendidikan vokasi untuk memprioritaskan kolaborasi struktural dan pengembangan kapasitas berkelanjutan guna menciptakan ekosistem pembelajaran yang relevan dengan tuntutan industri dan perkembangan zaman. Kata Kunci: adaptasi guru; kebijakan sekolah; Kurikulum Merdeka; pendidikan vokasi; perpustakaan sekolah