Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Digital Keuangan Syariah: Apakah Fintech Mampu Meningkatkan Inklusi Keuangan atau Justru Memunculkan Risiko Baru? Amalia Amalia; Amelvia Zahrani; N. Najwa Nazla Farhati; Natasya Dwi Anzelika; Rahmi Khalid; Septi Ganda Rimadhani; Trisifa Sobira; Edi Suresman
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/y75qh108

Abstract

Fintech syariah merupakan bagian dari industri jasa keuangan berbasis teknologi yang beroperasi sesuai dengan prinsip syariah dengan tujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan secara lebih mudah dan inklusif. Meskipun indeks keuangan nasional mencapai 65,43% da inklusi 76%, tingkat inklusi keuangan syariah masih rendah sebesar 12,88% serta belum didukung oleh regulasi khusus yang kuat, sehingga perlindungan pengguna fintech syariah di Indonesia masih tergolong rendah. Tujuan Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi keuangan dan penggunaan fintech syariah terhadap inklusi keuangan, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta merumuskan rekomendasi untuk memperkuat ekosistem keuangan syariah digital yang etis dan terpercaya di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (narrative review) berbasis data sekunder dari jurnal terakreditasi dan portal ilmiah untuk mengkaji, membandingkan, serta mensintesis berbagai penelitian terkait peran fintech syariah dalam meningkatkan inklusi keuangan sekaligus mengidentifikasi potensi risiko yang muncul dalam transformasi digital sistem keuangan syariah. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi digital menjadikan fintech syariah sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan inklusi keuangan dan efisiensi sektor riil, namun juga menghadirkan tantangan seperti risiko siber, kompleksitas kepatuhan syariah, dan lemahnya pengawasan yang memerlukan penguatan regulasi.
Implementation of Kurikulum Merdeka during curriculum transition at SMA Kartika XIX-2 Bandung Risma Hariza Salsabilla; Septi Ganda Rimadhani
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 4 (2026): Inovasi Kurikulum, November 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i4.765

Abstract

This study examines the implementation of the Kurikulum Merdeka during a curriculum transition period at SMA Kartika XIX-2 Bandung, where the Kurikulum 2013 and the Kurikulum Merdeka were implemented simultaneously. The study aims to analyze curriculum management practices and examine how accounting teachers adapt pedagogy from teacher-centered to student-centered learning during the transition phase. A qualitative approach with a case study design was employed to capture contextual experiences of curriculum implementation at the school level. Data were collected through semi-structured interviews with the vice principal of curriculum affairs, curriculum staff, an accounting teacher, and a library manager, and were analyzed thematically. The findings indicate that the school implemented adaptive strategies through Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) coordination, development of Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), and strengthening of co-curricular programs. However, teachers still face challenges in consistently applying student-centered learning, indicating that pedagogical adaptation remains an ongoing process. This study highlights the importance of managerial support and continuous professional adaptation in ensuring effective curriculum implementation during transition periods.   Abstrak Penelitian ini membahas implementasi Kurikulum Merdeka pada masa transisi kurikulum di SMA Kartika XIX-2 Bandung yang menerapkan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pengelolaan kurikulum serta mengkaji adaptasi pedagogis guru akuntansi dari pembelajaran yang berpusat pada guru menuju pembelajaran yang berpusat pada murid selama masa transisi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami pengalaman implementasi kurikulum dalam konteks sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan wakil kepala sekolah bidang kurikulum, staf kurikulum, guru akuntansi, dan pengelola perpustakaan, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah melakukan strategi adaptif melalui koordinasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), serta penguatan program kokurikuler. Namun, guru masih menghadapi tantangan dalam menerapkan pembelajaran berpusat pada murid secara konsisten sehingga adaptasi pedagogis masih berlangsung secara bertahap. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan manajerial dan adaptasi profesional berkelanjutan dalam memastikan implementasi kurikulum berjalan efektif pada masa transisi. Kata Kunci: implementasi multi-kurikulum; Kurikulum Merdeka; pembelajaran akuntansi; transisi kurikulum