Farah Jubhilla
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI KEPUASAN PENGUNJUNG TERHADAP ELEMEN FISIK DAN PENATAAN KAWASAN MASJID OMAN AL-MAKMUR KOTA BANDA ACEH Farah Jubhilla; Annisa Qadrunnada; Armia Armia; Ella Andini Lidia
JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Ubudiyah Indonesia University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jics.v11i1.5193

Abstract

Abstrak— Masjid Oman Al-Makmur di Kota Banda Aceh merupakan salah satu masjid dengan tingkat kunjungan tinggi yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas sosial, pendidikan, dan wisata religi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pengunjung terhadap elemen fisik dan penataan kawasan masjid, mencakup aspek pelayanan, fasilitas, vegetasi, dan aksesibilitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Sampel penelitian berjumlah 140 responden yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pengunjung berada pada kategori sangat puas untuk aspek kondisi pelayanan (4,33), ketersediaan fasilitas (4,45), kondisi fasilitas (4,42), kondisi vegetasi (4,21), ketersediaan aksesibilitas (4,22), dan kondisi aksesibilitas (4,36). Sedangkan kategori puas terdapat pada aspek ketersediaan pelayanan (4,03) dan ketersediaan vegetasi (4,13). Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan kawasan Masjid Oman Al-Makmur telah memenuhi ekspektasi pengunjung. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar pengelola masjid melakukan perbaikan dan penambahan fasilitas penunjang seperti area parkir, toilet, serta fasilitas ramah difabel, serta meningkatkan pemeliharaan vegetasi dan penataan kawasan untuk memperkuat kenyamanan dan daya tarik masjid secara berkelanjutan.
REVITALISASI TAMAN LINGKUNGAN SEBAGAI RUANG INTERAKSI SOSIAL PADA PERMUKIMAN PADAT GAMPONG PEUNAYONG, KECAMATAN KUTA ALAM, KOTA BANDA ACEH Annisa Qadrunnada; Farah Jubhilla; Armia Armia; Rusdi Rusdi
JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Ubudiyah Indonesia University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jics.v11i2.5759

Abstract

Abstrak— Taman lingkungan memiliki peran strategis sebagai ruang interaksi sosial pada kawasan permukiman padat perkotaan. Di Gampong Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, taman lingkungan yang ada belum berfungsi secara optimal dalam mendukung kohesi sosial akibat keterbatasan ruang, zonasi yang belum tertata, serta rendahnya kenyamanan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas spasial dan kinerja sosial taman serta merumuskan strategi revitalisasi guna meningkatkan perannya sebagai ruang hidup kolektif masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan dominasi analisis kuantitatif spasial. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan pada jam puncak aktivitas (06.00–08.00 dan 16.00–18.30), pengukuran luas efektif taman, serta penyebaran kuesioner kepada 30 responden dengan teknik purposive sampling. Analisis kuantitatif dilakukan melalui perhitungan rasio ruang (R = A/U) dan kepadatan spasial (D = U/A) untuk menentukan tingkat kenyamanan dan intensitas penggunaan ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada jam puncak, taman berada pada kategori cukup padat hingga padat, yang berdampak pada menurunnya kenyamanan dan terbatasnya variasi aktivitas sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa revitalisasi berbasis zoning sosial (area aktif, pasif, dan transisi), peningkatan kenyamanan mikroklimat, penyediaan elemen duduk, kejelasan sirkulasi, serta peningkatan keamanan visual mampu meningkatkan kualitas interaksi dan kohesi sosial masyarakat. Revitalisasi taman lingkungan bukan sekadar upaya estetika, melainkan strategi spasial–sosial untuk memperkuat kualitas kehidupan kolektif pada permukiman padat perkotaan.