Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENDEKATAN ARSITEKTUR HIJAU PADA PERANCANGAN PUSAT WISATA KULINER NUSANTARA Annisa Qadrunnada
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 3, No 2 (2019): Volume 3, No.2, Mei 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasca bencana Tsunami, kunjungan wisatawan ke Kota Banda Aceh hingga saat ini berkembang sangat pesat. Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi perkembangan pariwisata kota Banda Aceh itu sendiri. Wisata kuliner merupakan suatu destinasi wisata yang dinilai penting dan selalu dibutuhkan bagi para masyarakat khususmya wisatawan. Perkembangan minat kuliner di kalangan masyarakat semakin berkembang. Dunia kuliner tidak hanya menjadi sebuah kebutuhan primer bagi manusia, melainkan menjadi suatu gaya hidup masyarakat. Sektor kuliner merupakan salah satu bidang pariwisata yang dapat menarik wisatawan dari baik dari dalam maupun luar negeri. Berdasarkan faktor- faktor di atas, penyediaan suatu wadah kawasan wisata kuliner perlu dibangun guna memfasilitasi para pedagang kuliner dalam melakukan kegiatan jual beli makanan serta minuman yang lebih bersifat komersil dan rekreatif bagi para wisatawan dan para pencinta kuliner nusantara. Fasilitas ini dibangun dengan tujuan agar dapat memperkenalkan makanan khas aceh maupun daerah seperti berbagai jenis rumah makan, pusat perbelanjaan makanan, pusat peralatan dan bahan kuliner, dan lainnya. Pengunjung diharapkan dapat merasakan nuansa yang berbeda dengan menikmati beragam jenis makanan nusantara yang tersedia pada satu kawasan wisata.Tema yang dihadirkan pada rancangan Pusat Wisata Kuliner Nusantara ini adalah Arsitektur Hijau dengan menghargai segala potensi yang ada di lingkungan sekitar bangunan sehingga keberadaan bangunan tidak menjadi ancaman bagi ekosistem dan sumber daya yang telah ada lingkungan bangunan tersebut.Kata kunci : Pusat Wisata Kuliner Nusantara, Arsitektur Hijau, Banda Aceh
Evaluasi Program 100-0-100 di Gampong Lamglumpang Kecamatan Ulee Kareng Banda Aceh Lia Maisari; Annisa Qadrunnada; Queen Monalisa; Irin Caisarina
Jurnal RAUT Vol 11, No 2 (2022): EDISI JULI-DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/raut.v11i2.26229

Abstract

The 100-0-100 program is a KOTAKU program to accelerate the prevention and handling of slum settlements. The city of Banda Aceh has targeted 0% slums in 2019, but in reality there are still slum areas. According to the Decree of the Mayor of Banda Aceh Number 422 of 2021, Ulee Kareng Sub-district is the highest sub-district indicated as slum. One of the most densely populated villages in the district is Gampong Lamglumpang. It is important to evaluate the 100-0-100 program in order to ensure that the settlement environment of Gampong Lamglumpang is good and suitable for the community. So this study aims to evaluate the 100-0-100 program that has been implemented by KOTAKU in Lamglumpang Village. The method used in this research is quantitative by using questionnaires and observation. Processing of questionnaire data using excel software by grouping it into three categories, namely good, moderate and not good. The results obtained are that the 100-0-100 program is included in the good group, but based on observations this program has not been run optimally.Keywords: 100-0-100 program, Gampong Lamglumpang, slum
PENINGKATAN KUALITAS GENERASI SADAR KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMA NEGERI 1 KRUENG BARONA JAYA, KABUPATEN ACEH BESAR Ulfa Husna Dhirah; Alfitri Wahyuni; Raudhatun Nuzul ZA; Finaul Asyura; Syarifah Yanti Astryna; Soraya Lestari; Annisa Qadrunnada; Sahbainur Rezeki; Syarifah Naja; Siti Afsah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKesehatan reproduksi remaja merupakan salah satu isu strategis dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Rendahnya pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi dapat berdampak pada meningkatnya risiko perilaku berisiko, kehamilan tidak diinginkan, dan penyakit menular seksual. Berdasarkan hasil observasi awal di SMA Negeri 1 Krueng Barona Jaya, ditemukan bahwa sebagian besar siswa belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai kesehatan reproduksi, terutama terkait perubahan fisik dan psikologis pada masa pubertas, pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, serta pencegahan perilaku seksual berisiko. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas generasi sadar kesehatan reproduksi melalui pendekatan edukasi interaktif, diskusi kelompok terarah, dan pembentukan duta kesehatan reproduksi sekolah. Metode pelaksanaan meliputi pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal, pemberian materi edukasi dengan media audiovisual dan modul cetak, simulasi, serta post-test untuk evaluasi efektivitas kegiatan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi, serta membentuk lingkungan sekolah yang mendukung perilaku hidup sehat. Hasil PKM ini diharapkan menjadi model pemberdayaan remaja berbasis sekolah yang dapat direplikasi di wilayah lain untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu menjamin kehidupan sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua pada segala usia.
PENGUATAN LITERASI LINGKUNGAN MELALUI PROYEK MATA KULIAH WAJIB KURIKULUM BERBASIS AKSI BERSIH PANTAI SYIAH KUALA Rafni Fajriati; Soraya Lestari; Annisa Qadrunnada; Desita Ria Yusian TB; Nurul Adilla; Jahara Putri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi lingkungan mahasiswa yang tercermin dari kurangnya kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir. Pantai sebagai ruang publik dan ekosistem penting masih menghadapi permasalahan sampah akibat aktivitas manusia. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat literasi lingkungan mahasiswa melalui Proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) berbasis aksi bersih pantai di kawasan Syiah Kuala. Metode pelaksanaan pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif dan project-based learning yang melibatkan mahasiswa secara aktif dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi kegiatan. Aksi bersih pantai dilaksanakan melalui kegiatan edukasi awal, pengumpulan dan pemilahan sampah, serta diskusi reflektif terkait dampak lingkungan dan peran individu dalam menjaga ekosistem pesisir. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, meningkatnya kesadaran akan dampak sampah terhadap ekosistem pantai, serta tumbuhnya sikap tanggung jawab dan kepedulian lingkungan. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi proyek MKWK berbasis aksi nyata efektif dalam menumbuhkan literasi lingkungan mahasiswa secara kontekstual dan berkelanjutan.
PELATIHAN CANVA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL SISWA SDIT NURUL ISHLAH BANDA ACEH Rafni Fajriati; Said Ashlan; Murnia Suri; Annisa Qadrunnada; Kurnia Rahmayanti; Rafika Hanum
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan penggunaan aplikasi Canva sebaga upaya untuk memperkuat literasi digital di Sekolah Dasar guna meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa. Pelatihannya ini dapat menstimulasi siswa untuk menggunakan aplikasi untuk menarik perhatian agar membaca tulisan yang ia tulis dengan desain sesuai dengan apa yang siswa sukai. Siswa dapat bereksperimen dan selama pelatihan siswa juga akan mendapat bimbingan dan umpan balik dari guru dan temannya agar dapat memperbaiki desainnya. Maka dari itu, penulis memutuskan untuk memberikan pelatihan aplikasi Canva bagi siswa SD di SDIT Nurul Ishlah Banda Aceh untuk meningkatkan literasi digital siswa. Metode pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini mengikuti teknis pelaksanaan tindakan yang terdiri dari 4 tahapan, yang terdiri dari tahap: persiapan atau perencanaan, pelaksanaan sosialisasi, evaluasi dan refleksi. hasil pelaksanaan dan evaluasi serta berbagai upaya refleksi yang telah dilakukan dapat disimpulkan (1) Adanya sikap atau keinginan untuk menghasilkan karya tulis yang dilakukan di lingkup sekolah. (2) Para siswa antusias mengikuti Pelatihan Canva untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Digital Siswa SDIT Nurul Ishlah Banda Aceh (3) Peningkatan wawasan dan pola pikir siswa dalam mengembangkan keterampilan akan ditindak lanjuti dengan menghasilkan karya tulis.