Lingga Ramadanti
Universitas Subang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Pelayanan Jemput Bola dalam PerekamanKTP-El di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Subang Silvi Aulia; Lingga Ramadanti; Nurchanisa Sukirman; Sadila Yuniar; Wanty Syahwila
The World of Public Administration Journal Volume 7 Issue 1, Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wpaj.v7i1.2142

Abstract

Abstrak Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau yang biasa disebut sebagai KTP-el adalah identitas resmi yang wajib dimiliki oleh setiap Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah berusia minimal 17 tahun, sudah menikah, atau pernah menikah. KTP-el tidak hanya menjadi bukti identitas tetapi juga menjadi syarat untuk mengakses berbagai layanan publik sehingga kepemilikan KTP-el menjadi penting bagi seluruh masyarakat. Namun, fasilitas pelayanan administrasi kependudukan yang tidak merata di setiap daerah menyebabkan pelayanan pembuatan KTP-el ini menjadi terhambat khususnya bagi masyarakat yang tinggal jauh dari kantor pelayanan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Subang kemudian mengembangkan inovasi Pelayanan Jemput Bola (Penjebol) sebagai solusi untuk meningkatkan cakupan kepemilikan KTP-el. Selain menyasar masyarakat di daerah terpencil dan wilayah dengan keterbatasan instruktur, Penjebol juga menargetkan kelompok rentan, seperti lansia, orang yang sedang sakit, dan remaja yang baru memasuki usia wajib KTP-el. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Inovasi Pelayanan Jemput Bola dalam perekaman KTP-el di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Subang. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh dari adanya inovasi Pelayanan Jemput Bola (Penjebol) di Kabupaten Subang menunjukkan bahwa layanan ini berhasil mempermudah akses perekaman KTP-el bagi masyarakat. Namun, meski respon masyarakat terhadap inovasi Penjebol ini cukup positif, inovasi ini harus tetap dievaluasi sehingga dapat terus digunakan dalam jangka waktu panjang. Kata kunci: KTP-el, inovasi, pelayanan, publik, penjebol   Abstract The Electronic Identity Card (KTP-el) is an official identity document that must be owned by every Indonesian citizen who is at least 17 years old, married, or has been married. The KTP-el not only serves as proof of identity but is also a requirement for accessing various public services, making ownership of a KTP-el essential for all citizens. However, uneven distribution of administration public services in each region hinders the issuance of KTP-el, especially for those living far from public service offices. Population and Civil Registry Office of Subang Regency subsequently developed an innovation called "Pelayanan Jemput Bola" or Penjebol as a solution to increase KTP-el ownership coverage. In addition to targeting people in remote areas and regions with limited access to instructors, Penjebol also focuses on vulnerable groups, such as the elderly, individuals who are ill, and young people who have just reached the mandatory age for KTP-el. This research aims to analyze the innovation of Pelayanan Jemput Bola or Penjebol in KTP-el recording at the Population and Civil Registry Office of Subang Regency. The data analysis techniques used include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Research findings from the Penjebol innovation in Subang Regency indicate that this service successfully facilitates KTP-el recording access for the community. Although the public's response to the Penjebol is fairly positive, it must continue to be evaluated to ensure its long-term sustainability. Keywords:  KTP-el, innovation, penjebol, public, service
Transformasi Digital Pelayanan Administrasi Kependudukan Melalui Identitas Kependudukan Digital (IKD) Di Kabupaten Subang Sri Dinarwati; Luki Natika; Lingga Ramadanti
The World of Public Administration Journal Volume 8 Issue 1, Juni 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wpaj.v8i1.2682

Abstract

Abstrak Transformasi digital telah mendorong perubahan dalam penyelenggaraan pelayanan publik, termasuk pelayanan administrasi kependudukan. Salah satu bentuk transformasi tersebut adalah pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai identitas penduduk dalam format digital. Di Kabupaten Subang, penerapan IKD telah didukung melalui kegiatan aktivasi, sosialisasi, pemanfaatan sistem informasi, serta dukungan pemerintah daerah. Namun, proses transformasi tersebut masih menghadapi sejumlah kendala. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi digital pelayanan administrasi kependudukan melalui IKD di Kabupaten Subang dengan menelaah kesiapan organisasi, pelaksanaan layanan digital, akses masyarakat, serta integrasi IKD dalam ekosistem pelayanan publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan data empiris dari penelitian sebelumnya mengenai pelaksanaan IKD di Kabupaten Subang. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas unsur pelaksana IKD dan pengguna IKD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital telah mulai berlangsung melalui pemanfaatan sistem informasi, aktivasi IKD, sosialisasi, dan pemantauan pelayanan. Namun, transformasi tersebut belum optimal karena masih ditemukan keterbatasan perangkat dan dukungan anggaran, belum adanya petugas khusus IKD, sosialisasi yang belum terjadwal secara rutin, keterbatasan perangkat dan biaya internet bagi sebagian masyarakat, serta belum seragamnya penerimaan IKD oleh instansi pelayanan publik. Proses aktivasi yang masih memerlukan bantuan petugas juga menunjukkan adanya tarik-menarik antara tuntutan kemudahan layanan digital dan kebutuhan keamanan serta verifikasi identitas. Temuan ini menunjukkan bahwa transformasi digital pelayanan administrasi kependudukan tidak cukup dilakukan melalui penyediaan aplikasi, tetapi membutuhkan kesiapan organisasi, sumber daya, inklusivitas masyarakat, keamanan data, serta integrasi antaraktor pelayanan publik. Kata kunci: transformasi digital; pelayanan publik; administrasi kependudukan; Identitas Kependudukan Digital; IKD.   Abstract Digital transformation has brought significant changes to public service delivery, including population administration services. One form of this transformation is the utilization of Digital Population Identity (Identitas Kependudukan Digital/IKD) as a digital form of population identity. In Subang Regency, the implementation of IKD has been supported through activation activities, public dissemination, information system utilization, and local government support. However, the transformation process still faces several challenges. This study aims to analyze the digital transformation of population administration services through IKD in Subang Regency by examining organizational readiness, digital service implementation, public accessibility, and the integration of IKD within the public service ecosystem. This study employs a qualitative approach using empirical data from a previous study on IKD implementation in Subang Regency. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving IKD implementers and users. The findings indicate that digital transformation has begun through the utilization of information systems, IKD activation, dissemination activities, and service monitoring. Nevertheless, the transformation has not been optimal due to limited equipment and budgetary support, the absence of dedicated IKD officers, irregular dissemination activities, limited access to supporting devices and internet costs for some citizens, and inconsistent acceptance of IKD among public service providers. The activation process, which still requires officer assistance, also reflects a tension between the demand for convenient digital services and the need for identity verification and data security. These findings indicate that digital transformation in population administration services cannot rely solely on the provision of digital applications but requires organizational readiness, adequate resources, social inclusion, data security, and integration among public service actors. Keywords:  digital transformation; public service; population administration; Digital Population Identity; IKD.