Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien di Klinik Sinar Winaya Medika Sagalaherang Tititn kartini; Silvi Aulia; Ardiansyah Ardiansyah
The World of Business Administration Journal Volume 5 Issue 1, Juni 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan berdasarkan permasalahan yang ditemukan pada saat proses observasi di Klinik Sinar Winaya Medika Sagalaherang, yaitu adanya keluhan mengenai ketidakpuasan pasien atas pelayanan yang diberikan. Seperti penanganan pasien yang lambat sehingga pasien merasa terabaikan. Menurunnya minat berkunjung, dilihat dari data jumlah kunjungan pasien di Klinik Sinar Winaya Medika menurun. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji seberapa besar pengaruh kualits pelayanan terhadap kepuasan pasien di Klinik Sinar Winaya Medika Sagalaherang. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deskriptif dan analisis statistik. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 4.635, kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik acak sederhana sehingga didapat sampel sebanyak 98 responden. Sedangkan alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien di Klinik Sinar Winaya Medika Sagalaherang menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien di Klinik Sinar Winaya Sagalaherang dan kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien berdasarkan perhitungan koefisien determinan menunjukkan pengaruh sebesar 86%. Kata kunci : Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pasien, Klinik Sinar Winaya Medika. Abstract This research was conducted based on problems found during the observation process at the Sinar Winaya Medika Sagalaherang Clinic, namely complaints about patient dissatisfaction with the services provided. Such as slow patient handling so that patients feel neglected. The purpose of this study was to examine how much influence service quality has on patient satisfaction at the Sinar Winaya Medika Sagalaherang Clinic. Researchers used a quantitative approach with descriptive analysis methods and statistical analysis. The population in this study was 4,635, then the data obtained was analyzed using simple random techniques so that a sample of 98 respondents was obtained. While the data collection tool used is a questionnaire. The results of research on the effect of service quality on patient satisfaction at the Sinar Winaya Medika Sagalaherang Clinic show that there is a significant relationship between service quality and patient satisfaction at the Sinar Winaya Sagalaherang Clinic and service quality has a positive and significant effect on patient satisfaction based on the calculation of the coefficient of determination showing an influence of 86%. Keywords: Service Quality, Patient Satisfaction, Sinar Winaya Medika Clinic
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA CIBULUH KECAMATAN TANJUNGSIANG KABUPATEN SUBANG Jamilah, Wida Nurasyiah; Ruchendi, Hani; Aulia, Silvi
The World of Public Administration Journal Volume 6 Issue 1, Juni 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wpaj.v6i1.2050

Abstract

Abstrak Kesejahteraan Masyarakat Desa dapat ditingkatkan melalui kapasitas dan keterampilan masyarakat dalam mengelola potensi pariwisata yang ada salah satunya melalui desa wisata. Desa Wisata Cibuluh sebagai objek desa wisata Dengan Kategori Berkembang. Namun, dibalik keberhasilannya, masyarakat kurang terlibat dalam Pengembangan dan pendapatan aktivitas desa wisata belum memberikan kontribusi khusus di Pendapatan Asli Desa. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Bagaimana partisipasi masyarakat desa dalam pengembangan Desa Wisata Cibuluh . Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan fokus penelitian yang digunakan yaitu teori partisipasi menurut Cohen dan Uphoff (dalam Dwiningrum, 2011) yang meliputi a) tahap pengambilan keputusan, b) tahap pelaksanaan, c) tahap pemanfaatan hasil, dan d) tahap evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan masih rendah, namun masyarakat cukup berpartisipasi dengan baik dalam kegiatan evaluasi. Adanya desa wisata Cibuluh ini, dalam memberikan manfaat masih belum merata dirasakan oleh masyarakat. Namun pada kegiatan pelaksanaan dalam memberikan sumbangan materi dan tenaga kerja masyarakat berpartisipasi secara aktif. Pada pengelolaannya, peneliti menyarankan untuk melakukan kegiatan berkumpul bersama untuk meningkatkan keberanian masyarakat dalam memberikan ide, pendapat dan saran, perlu adanya pelatihan khusus mengenai cara mengelola wisata, pelatihan keterampilan dan pengadaan rumah penjualan produk UMKM untuk pemerataan manfaat, menggandeng anak muda untuk optimalisasi sosial media Desa Wisata Cibuluh dan meningkatkan keterlibatan masyarakat pada tahap evaluasi. Kata Kunci : Partisipasi, Masyarakat, Pengembangan Desa Wisata. Abstract The welfare of the village community can be improved through the capacity and skills of the community in managing the existing tourism potential, one of which is through a tourist village. Cibuluh Tourism Village as a tourist village with a developing category. However, behind its success, the community is less involved in the development and income of tourist village activities and has not made a special contribution to the Village Original Income. Therefore, the purpose of this study is to describe and explain the form of village community participation in the development of Cibuluh Tourism Village. The method used is descriptive with a qualitative approach. The data collection techniques through observation, interviews and documentation. While the research focus used is the participation theory according to Cohen and Uphoff (in Dwiningrum, 2011) which includes a) the decision-making stage, b) the implementation stage, c) the result utilization stage, and d) the evaluation stage. The results showed that community participation in decision-making was still low, but the community participated quite well in evaluation activities. The existence of this cibuluh tourism village, in providing benefits, is still not evenly felt by the community. However, in the implementation activities in providing material and labor contributions, the community actively participates. In its management, researchers suggest conducting joint gathering activities to increase the courage of the community in providing ideas, opinions and suggestions, the need for special training on how to manage tourism, skills training and procurement of UMKM product sales houses for equitable distribution of benefits, collaborating with young people to optimize social media for Cibuluh Tourism Village and increasing community involvement in the evaluation stage. Keywords: Participation, Public, Tourism Village Development
Strategi Penguatan UMKM Teh Bunga Telang melalui Penerapan Digital Marketing pada BUMDesa Kawungluwuk Kecamatan Tanjungsiang Muhammad, Aziz; Kartini, Titin; Aulia, Silvi; Elena, Vivi
Jurnal Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Administrasi Volume 3 Issue 1, Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/jkpemasfia.v3i1.2373

Abstract

Abstrak Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pemasaran UMKM Teh Bunga Telang melalui penerapan strategi digital marketing yang tepat dan terarah. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kawungluwuk, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, dengan metode partisipatif yang melibatkan pelaku UMKM, pengelola BUMDesa, dan tim akademisi. Tahapan kegiatan meliputi observasi awal, pelatihan, workshop, pendampingan teknis, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam menggunakan media sosial untuk promosi produk, pembuatan konten, serta penguatan identitas merek. Dukungan aktif dari BUMDesa juga mendorong keberlanjutan proses pemasaran digital. Kegiatan ini membuktikan bahwa digital marketing dapat menjadi sarana strategis dalam pemberdayaan UMKM berbasis potensi lokal. Kata kunci: UMKM, digital marketing, pemberdayaan masyarakat, BUMDesa, Teh Bunga Telang   Abstract This community service program aims to strengthen the marketing capacity of the Butterfly Pea Tea (Teh Bunga Telang) MSME through the application of effective and targeted digital marketing strategies. The activity was carried out in Kawungluwuk Village, Tanjungsiang District, Subang Regency, using a participatory approach involving MSME actors, BUMDesa managers, and academic facilitators. The stages of the program included initial observation, training, workshops, technical assistance, and monitoring and evaluation. The results showed a significant increase in MSME actors' understanding and skills in using social media for product promotion, content creation, and brand identity development. Active support from BUMDesa also encouraged the sustainability of digital marketing practices. This program demonstrates that digital marketing can serve as a strategic tool for empowering local-potential-based MSMEs. Keywords: MSME, digital marketing, community empowerment, BUMDesa, Butterfly Pea Tea
Inovasi Pelayanan Jemput Bola dalam PerekamanKTP-El di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Subang Silvi Aulia; Lingga Ramadanti; Nurchanisa Sukirman; Sadila Yuniar; Wanty Syahwila
The World of Public Administration Journal Volume 7 Issue 1, Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wpaj.v7i1.2142

Abstract

Abstrak Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau yang biasa disebut sebagai KTP-el adalah identitas resmi yang wajib dimiliki oleh setiap Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah berusia minimal 17 tahun, sudah menikah, atau pernah menikah. KTP-el tidak hanya menjadi bukti identitas tetapi juga menjadi syarat untuk mengakses berbagai layanan publik sehingga kepemilikan KTP-el menjadi penting bagi seluruh masyarakat. Namun, fasilitas pelayanan administrasi kependudukan yang tidak merata di setiap daerah menyebabkan pelayanan pembuatan KTP-el ini menjadi terhambat khususnya bagi masyarakat yang tinggal jauh dari kantor pelayanan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Subang kemudian mengembangkan inovasi Pelayanan Jemput Bola (Penjebol) sebagai solusi untuk meningkatkan cakupan kepemilikan KTP-el. Selain menyasar masyarakat di daerah terpencil dan wilayah dengan keterbatasan instruktur, Penjebol juga menargetkan kelompok rentan, seperti lansia, orang yang sedang sakit, dan remaja yang baru memasuki usia wajib KTP-el. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Inovasi Pelayanan Jemput Bola dalam perekaman KTP-el di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Subang. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh dari adanya inovasi Pelayanan Jemput Bola (Penjebol) di Kabupaten Subang menunjukkan bahwa layanan ini berhasil mempermudah akses perekaman KTP-el bagi masyarakat. Namun, meski respon masyarakat terhadap inovasi Penjebol ini cukup positif, inovasi ini harus tetap dievaluasi sehingga dapat terus digunakan dalam jangka waktu panjang. Kata kunci: KTP-el, inovasi, pelayanan, publik, penjebol   Abstract The Electronic Identity Card (KTP-el) is an official identity document that must be owned by every Indonesian citizen who is at least 17 years old, married, or has been married. The KTP-el not only serves as proof of identity but is also a requirement for accessing various public services, making ownership of a KTP-el essential for all citizens. However, uneven distribution of administration public services in each region hinders the issuance of KTP-el, especially for those living far from public service offices. Population and Civil Registry Office of Subang Regency subsequently developed an innovation called "Pelayanan Jemput Bola" or Penjebol as a solution to increase KTP-el ownership coverage. In addition to targeting people in remote areas and regions with limited access to instructors, Penjebol also focuses on vulnerable groups, such as the elderly, individuals who are ill, and young people who have just reached the mandatory age for KTP-el. This research aims to analyze the innovation of Pelayanan Jemput Bola or Penjebol in KTP-el recording at the Population and Civil Registry Office of Subang Regency. The data analysis techniques used include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Research findings from the Penjebol innovation in Subang Regency indicate that this service successfully facilitates KTP-el recording access for the community. Although the public's response to the Penjebol is fairly positive, it must continue to be evaluated to ensure its long-term sustainability. Keywords:  KTP-el, innovation, penjebol, public, service
Kolaborasi Pentahelix dalam Pengembangan Desa Wisata Pasanggrahan Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang Sofyan Nugraha; Luki Natika; Silvi Aulia; Didi Rosidi; Tony Pathony
The World of Public Administration Journal Volume 7 Issue 1, Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wpaj.v7i1.2359

Abstract

Abstrak Desa Wisata Pasanggrahan sudah berjalan selama kurang lebih 5 tahun, namun masih terjadi kurangnya kurangnya komunikasi Pokdarwis dengan Pemerintah Desa yang kemudian menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kolaborasi pentahelix yang dilakukan oleh Pemerintah, Akademisi, Komunitas, Pebisnis, Media dalam pengembangan desa wisata di Desa Pasanggrahan Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang. Penelitian ini menggunakan model collaborative governance menurut Ansell dan Gash (2007:550) yang terdiri dari dimensi kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaborasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi pentahelix dalam pengembangan desa wisata di Desa Pasanggrahan Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang belum optimal. Hal ini terlihat dari dimensi yang ketiga adalah desain kelembagaan yang mengacu pada indikator partisipasi, forum terbatas, dan transparansi. Selanjutnya pada dimensi keempat proses kolaborasi yang mengacu pada indikator dialog atap muka, membangun kepercayaan, dan berbagi pemahaman. Olch karena itu, hasil dari penelitian ini dapat di jadikan referensi dan rekomendasi untuk mendukung kelancaran Kolaborasi Pentahelix Dalam Pengembangan Desa Wisata Pasanggrahan Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang. Kata kunci: Kolaborasi Pentahelix, Desa Wisata     Abstract Pasanggrahan Tourism Village has been running for approximately 5 years, but there is still a lack of communication between Pokdarwis and the Village Government which then becomes the background of this research. This research aims to describe the pentahelix collaboration carried out by the Government, Academics, Community, Businessmen, Media in the development of tourist villages in Pasanggrahan Village, Kasomalang Sub-district, Subang Regency. This research uses the collaborative governance model according to Ansell and Gash (2007: 550) which consists of the dimensions of initial conditions, institutional design, facilitative leadership, and collaboration processes. This research uses a qualitative method. Data collection was done by observation, interview, and documentation. The data used in this research are primary data and secondary data. The results of this study indicate that pentahelix collaboration in the development of tourist villages in Pasanggrahan Village, Kasomalang Subdistrict, Subang Regency has not been optimal. This can be seen from the third dimension, institutional design, which refers to indicators of participation, limited forums, and transparency. Furthermore, in the fourth dimension, the collaboration process refers to indicators of face-to-face dialog, building trust, and sharing understanding. Therefore, the results of this study can be used as references and recommendations to support the smooth running of Pentahelix Collaboration in the Development of Pasanggrahan Tourism Village, Kasomalang District, Subang Regency. Keywords: Pentahelix Collaboration, Tourism Village
Tinjauan Prosedur Penyaluran Kredit Purna Bhakti Bagi Pensiunan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) TBK Kantor Cabang Subang Ayu Astia Putri; Silvy Sondari Gadzali; Iwan Setiawan Rachmat; Ade Nawawi; Silvi Aulia
The World of Financial Administration Journal Volume 7 Issue 2, Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wfaj.v7i2.2553

Abstract

Abstrak Pensiun merupakan hal yang berat bagi sebagian orang dikarenakan waktu yang biasanya dipakai bekerja menjadi kosong. Maka dari itu biasanya pensiunan mendirikan usaha untuk mengisi waktu kosongnya, masalahnya pensiunan sering mengalami kendala di keuangan. Sejalan dengan permasalahan tersebut bank BJB membuat produk yaitu Kredit Purna Bhakti (KPB) untuk membantu pensiunan mengatasi masalahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur penyaluran KPB agar pensiunan tidak salah ketika mengajukan kredit. Metode yang digunakan oleh penulis yaitu metode kualitatif deskriptif. Untuk pengumpulan data penulis menggunakan studi kepustakaan, observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil studi menunjukkan bahwa dalam prosedur penyaluran kredit KPB dimulai dari mengisi formulir dan melengkapi persyaratannya yang selanjutnya diproses pihak bank dan menghasilkan keputusan disetujui/ditolaknya pengajuan kredit. Adapun hambatan yang terjadi yaitu kurangya pengetahuan masyarakat mengenai prosedur KPB dan penanggung tidak dapat hadir.   Kata Kunci: Kredit Purna Bhakti, Prosedur, Penyaluran     Abstract Retirement is a difficult thing for some people because the time that is usually used for work becomes empty. Therefore, usually retired civil servants set up businesses to fill their free time, the problem of retirees often experiences financial constraints. In line with these problems, bank bjb created a product, namely Purna Bhakti Credit (KPB) to help retirees overcome problems. This study aims to determine the KPB provision procedure so that retirees do not make mistakes when applying for credit. The method used by the author is the Descriptive Method. For data collection, the author uses Literature Study and Field Work Practice which includes observation and interviews. Based on the results of the study, it shows that the KPB provision procedure starts from filling out the form and completing the requirements which are then processed by the bank and produce a decision to approve/reject the credit application. The obstacles that occur are the lack of public knowledge about the KPB procedure and the guarantor cannot be present.   Keywords: Credit Purna Bhakti, Procedure, Distribution