Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Standar Pelayanan Publik Dalam Mewujudkan E-Government: Analisis Implementasi Transformasi Digital Pada Pemerintah Kabupaten Subang Luki Natika; Ade Suparman
The World of Public Administration Journal Volume 8 Issue 1, Juni 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wpaj.v8i1.2675

Abstract

Abstrak Transformasi digital telah menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penerapan e-Government. Pemerintah daerah dituntut untuk menyelenggarakan pelayanan yang efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kabupaten Subang sebagai salah satu daerah yang tengah mengembangkan tata kelola pemerintahan berbasis digital menghadapi tantangan dalam mengimplementasikan standar pelayanan publik yang terintegrasi dengan sistem digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi transformasi digital dalam mewujudkan e-Government melalui penerapan standar pelayanan publik pada Pemerintah Kabupaten Subang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, serta telaah terhadap berbagai regulasi dan dokumen kebijakan yang berkaitan dengan pelayanan publik dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Subang telah mengimplementasikan berbagai bentuk transformasi digital melalui pengembangan layanan publik berbasis elektronik, peningkatan pemanfaatan teknologi informasi, serta penguatan tata kelola pelayanan yang mengacu pada standar pelayanan publik. Implementasi tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan aksesibilitas layanan, efisiensi proses administrasi, transparansi informasi, dan kepuasan masyarakat. Meskipun demikian, masih ditemukan sejumlah kendala, antara lain belum optimalnya integrasi antar sistem informasi, keterbatasan infrastruktur digital, disparitas kompetensi sumber daya manusia, serta rendahnya literasi digital pada sebagian masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan transformasi digital melalui integrasi layanan, peningkatan kapasitas aparatur, pengembangan infrastruktur teknologi informasi, dan perluasan partisipasi masyarakat agar implementasi e-Government dapat berjalan secara berkelanjutan dan mampu mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif, responsif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. Kata kunci : Standar Pelayanan Publik; Transformasi Digital; e-Government; Pelayanan Publik; Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE); Kabupaten Subang.   Abstract the quality of public services through the implementation of e-Government. Local governments are required to deliver public services that are effective, efficient, transparent, accountable, and responsive to the needs of the community. As one of the regions actively developing digital governance, the Government of Subang Regency faces various challenges in implementing public service standards integrated with digital systems. This study aims to analyze the implementation of digital transformation in realizing e-Government through the application of public service standards within the Government of Subang Regency. The study employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through observations, in-depth interviews, documentation, and a review of regulations and policy documents related to public services and the Electronic-Based Government System (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik—SPBE). Data were analyzed using an interactive process consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the Government of Subang Regency has implemented various forms of digital transformation through the development of electronic public services, increased utilization of information technology, and strengthened public service governance based on established public service standards. These initiatives have contributed positively to improving service accessibility, administrative efficiency, information transparency, and public satisfaction. However, several challenges remain, including the limited integration of information systems, inadequate digital infrastructure, disparities in human resource competencies, and low levels of digital literacy among some members of the community. Therefore, strengthening digital transformation policies is essential through the integration of public services, capacity building for government officials, the development of information technology infrastructure, and broader community participation. These efforts are expected to ensure the sustainable implementation of e-Government and support the realization of governance that is effective, responsive, transparent, accountable, and oriented toward high-quality public service delivery.  Keywords: Public Service Standards; Digital Transformation; e-Government; Public Service; Electronic-Based Government System (SPBE); Subang Regency.     
Transformasi Digital Pelayanan Administrasi Kependudukan Melalui Identitas Kependudukan Digital (IKD) Di Kabupaten Subang Sri Dinarwati; Luki Natika; Lingga Ramadanti
The World of Public Administration Journal Volume 8 Issue 1, Juni 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wpaj.v8i1.2682

Abstract

Abstrak Transformasi digital telah mendorong perubahan dalam penyelenggaraan pelayanan publik, termasuk pelayanan administrasi kependudukan. Salah satu bentuk transformasi tersebut adalah pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai identitas penduduk dalam format digital. Di Kabupaten Subang, penerapan IKD telah didukung melalui kegiatan aktivasi, sosialisasi, pemanfaatan sistem informasi, serta dukungan pemerintah daerah. Namun, proses transformasi tersebut masih menghadapi sejumlah kendala. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi digital pelayanan administrasi kependudukan melalui IKD di Kabupaten Subang dengan menelaah kesiapan organisasi, pelaksanaan layanan digital, akses masyarakat, serta integrasi IKD dalam ekosistem pelayanan publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan data empiris dari penelitian sebelumnya mengenai pelaksanaan IKD di Kabupaten Subang. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas unsur pelaksana IKD dan pengguna IKD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital telah mulai berlangsung melalui pemanfaatan sistem informasi, aktivasi IKD, sosialisasi, dan pemantauan pelayanan. Namun, transformasi tersebut belum optimal karena masih ditemukan keterbatasan perangkat dan dukungan anggaran, belum adanya petugas khusus IKD, sosialisasi yang belum terjadwal secara rutin, keterbatasan perangkat dan biaya internet bagi sebagian masyarakat, serta belum seragamnya penerimaan IKD oleh instansi pelayanan publik. Proses aktivasi yang masih memerlukan bantuan petugas juga menunjukkan adanya tarik-menarik antara tuntutan kemudahan layanan digital dan kebutuhan keamanan serta verifikasi identitas. Temuan ini menunjukkan bahwa transformasi digital pelayanan administrasi kependudukan tidak cukup dilakukan melalui penyediaan aplikasi, tetapi membutuhkan kesiapan organisasi, sumber daya, inklusivitas masyarakat, keamanan data, serta integrasi antaraktor pelayanan publik. Kata kunci: transformasi digital; pelayanan publik; administrasi kependudukan; Identitas Kependudukan Digital; IKD.   Abstract Digital transformation has brought significant changes to public service delivery, including population administration services. One form of this transformation is the utilization of Digital Population Identity (Identitas Kependudukan Digital/IKD) as a digital form of population identity. In Subang Regency, the implementation of IKD has been supported through activation activities, public dissemination, information system utilization, and local government support. However, the transformation process still faces several challenges. This study aims to analyze the digital transformation of population administration services through IKD in Subang Regency by examining organizational readiness, digital service implementation, public accessibility, and the integration of IKD within the public service ecosystem. This study employs a qualitative approach using empirical data from a previous study on IKD implementation in Subang Regency. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving IKD implementers and users. The findings indicate that digital transformation has begun through the utilization of information systems, IKD activation, dissemination activities, and service monitoring. Nevertheless, the transformation has not been optimal due to limited equipment and budgetary support, the absence of dedicated IKD officers, irregular dissemination activities, limited access to supporting devices and internet costs for some citizens, and inconsistent acceptance of IKD among public service providers. The activation process, which still requires officer assistance, also reflects a tension between the demand for convenient digital services and the need for identity verification and data security. These findings indicate that digital transformation in population administration services cannot rely solely on the provision of digital applications but requires organizational readiness, adequate resources, social inclusion, data security, and integration among public service actors. Keywords:  digital transformation; public service; population administration; Digital Population Identity; IKD.       
Strategi Pengadaan Bahan Makanan dan Minuman dalam Menunjang Operasional Hotel: Studi di Lembah Sarimas Ciater Management by Sahid Luki Natika; Delis Irma Yulistiani; Putri Pusfita Andini; Ismah Maolani; Adriana Rizki Nur F
The World of Business Administration Journal Volume 8 Issue 1, Juni 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wbaj.v8i1.2410

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengadaan bahan makanan dan minuman dalam menunjang operasional Hotel Lembah Sarimas Ciater Management by Sahid. Latar belakang penelitian didasarkan pada tiga permasalahan utama, yaitu tantangan geografis yang menghambat kelancaran distribusi bahan baku, ketidakkonsistenan mutu dari pemasok yang berdampak pada kualitas layanan hotel, serta fluktuasi harga pasar yang menyulitkan pengelolaan anggaran secara efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi implementasi strategi pengadaan yang telah dijalankan oleh pihak hotel serta merumuskan alternatif strategi yang lebih efektif dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam kepada staf hotel dan observasi non-partisipatif selama kegiatan operasional berlangsung. Hasil utama penelitian menunjukkan bahwa strategi pengadaan yang dijalankan masih bersifat reaktif dan belum berbasis perencanaan jangka panjang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengadaan yang efektif harus memperhatikan dimensi supply risk dan expenditure impact seperti pada model Kraljic (1983), serta dilengkapi dengan SOP evaluasi pemasok, kontrak harga tetap, buffer stock bahan tahan lama, dan dukungan teknologi informasi. Strategi yang terstruktur diharapkan dapat menjamin efisiensi biaya, keandalan pasokan, dan kualitas layanan dalam mendukung keberlangsungan operasional hotel.   Kata kunci : strategi pengadaan, bahan makanan, operasional hotel, supply risk, expenditure impact.   Abstract This study aims to analyze the procurement strategy of food and beverage supplies in supporting the operations of Lembah Sarimas Ciater Hotel managed by Sahid. The research background is based on three main problems: geographical challenges that hinder the smooth distribution of raw materials, inconsistency in the quality of suppliers that affects service standards, and fluctuating market prices that complicate budget management. The objective of this research is to evaluate the current procurement practices implemented by the hotel and to formulate more effective and sustainable alternatives. The research uses a descriptive qualitative approach, employing in-depth interviews with hotel staff and non-participant observations during operational activities. The findings indicate that the current procurement strategy is reactive and lacks long-term planning. The study concludes that effective procurement should consider the dimensions of supply risk and expenditure impact, as outlined in Kraljic’s model (1983), and should be supported by SOPs for supplier evaluation, fixed-price contracts, buffer stock of durable goods, and digital inventory management systems. A structured strategy is expected to ensure cost efficiency, supply reliability, and consistent service quality to support sustainable hotel operations.  Keywords: procurement strategy, food supplies, hotel operations, supply risk, expenditure impact.