Marwan Albab
Universitas Dian Nusantara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Komunikasi Kebijakan Perlindungan Anak di Ruang Digital: Studi Komparatif antara PP Tunas dan Regulasi Global Novida Irawan; Marwan Albab; Radyta A. Burhanuddin; Salsabila Nurazhara; Cezha Asti Ananta; Rafi Fikri Mahendra; Sahnela Innayah
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jushpen.v5i2.2994

Abstract

The massive development of digital technology expands children's access to information while simultaneously escalating cyber risks such as online exploitation and cyberbullying. This study aims to analyze the implementation of Government Regulation Number 17 of 2025 concerning Electronic System Governance for Child Protection (PP TUNAS) in the digital space, focusing on the technical challenges of age verification and the strengthening of digital literacy. This research employs a descriptive qualitative approach using qualitative content analysis of relevant regulatory documents, methodologically triangulated with secondary questionnaire data from the EVIDENT Institute involving 1,050 urban respondents in DKI Jakarta. The analytical framework is examined through Edwards III's Policy Implementation Theory, which measures four main variables—communication, resources, disposition, and bureaucratic structure—supported by Ayres and Braithwaite's Responsive Regulation Theory. The findings indicate a wide operational gap between normative regulatory texts and the reality of digital platform architecture. First, in the technical resource dimension, the age verification mechanisms of most platforms still rely on vulnerable self-declaration methods, deemed ineffective by 59.3% of respondents. Second, in the communication dimension, a substantial information asymmetry emerges, with 45% of respondents in a state of pseudo-awareness. Third, there is an imbalance between the domestic parental supervision burden and the fragmentation of the educational bureaucracy, reflected in 31.8% of educational institutions that have not facilitated digital literacy socialization for the parent community. This study concludes that strengthening PP TUNAS implementation requires integrating verification systems based on national population data (NIK) and standardizing a national digital citizenship curriculum to close the digital loophole.
Peningkatan Kemampuan Siaran Siswa SMK 1 PB Sudirman melalui Pelatihan Jurnalisme Multimedia Dani Setiadarma; Ferdi Setiawan; Soemiadeny Soemiadeny; Tri Satria Muhammad; Marwan Albab
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 5 No. 01 (2026): April: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v5i01.2859

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siaran siswa SMK 1 PB Sudirman melalui pelatihan jurnalisme multimedia berbasis teknologi digital. Permasalahan mitra meliputi rendahnya kemampuan siswa dalam menulis naskah berita, keterampilan tampil di depan kamera, penguasaan perangkat siaran, serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses produksi berita. Metode pelaksanaan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan dasar jurnalisme, praktik penulisan naskah berita, pelatihan performa siaran, penerapan teknologi digital, pendampingan produksi konten, evaluasi hasil, dan penyusunan strategi keberlanjutan. Pendekatan yang digunakan adalah experiential learning, sehingga peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga melakukan praktik langsung dalam produksi siaran berita. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta berdasarkan perbandingan nilai pre-test dan post-test, dengan peningkatan rata-rata sebesar 58%. Selain itu, sebanyak 83% peserta mampu menggunakan perangkat dan tools digital dalam praktik produksi berita multimedia. Kegiatan ini juga mendorong optimalisasi Laboratorium Televisi sekolah sebagai ruang praktik pembelajaran berbasis industri. Dengan demikian, pelatihan jurnalisme multimedia ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi siaran, literasi digital, dan kesiapan siswa dalam menghadapi kebutuhan industri media di era Society 5.0.
Pelatihan Menyusun Program Siaran Langsung Televisi Dani Setiadarma; Ferdi Setiawan; Soemiadeny Soemiadeny; Tri Satria Muhammad; Marwan Albab
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 5 No. 01 (2026): April: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v5i01.2905

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dengan memberikan pelatihan mengenai kegiatan siaran langsung televisi untuk SMK 1 PB Soedirman di Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta yang akan dijadikan lokasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Rendahnya wawasan peserta pelatihan mengenai siaran langsung televisi membuat kegiatan PKM ini fokus pada peningkatan dalam teknik reportase jurnalistik televisi. Peserta mempelajari proses penyusunan program berita hingga siaran langsung dilakukan sesuai yang dijalankan di industri dalam mempraktekkan kerja jurnalistik di ruang berita. Hasilnya, peserta mampu membangun sikap positif untuk memahami bagaimana menyusun program berita dan menyiarkan langsung acara televise dilaksanakan sebagai persiapan menjadi jurnalis, peserta mampu mempraktekkan ketrampilan yang dibutuhkan, serta peserta semakin memahami perkembangan teknologi komunikasi dalam ruang redaksi berita.