Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Relevansi Epistemologi Nubuwwah dalam Paradigma Kesehatan Holistik: Kritik Terhadap Reduksionisme Sains Modern Rahma Nadia Nursafira; Sri Naharindah Ningsih S; Mia Rahmawati; Abul A'la Al Maududi
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/7x2s7921

Abstract

Paradigma kesehatan modern seringkali terjebak pada reduksionisme biomedis yang memandang manusia semata-mata sebagai entitas biologis, menepikan dimensi spiritual yang justru fundamental. Dalam konteks ini, konsep kenabian (nubuwwah) kerap dianggap tidak relevan dengan sains kesehatan berbasis bukti (evidence-based). Penelitian ini bertujuan menantang pandangan tersebut dengan menganalisis peran epistemologi nubuwwah sebagai fondasi bagi kesehatan mental dan spiritual (spiritual well-being) yang merupakan bagian integral dari definisi kesehatan menurut WHO. Melalui studi literatur kritis, artikel ini menunjukkan bahwa: (1) Keterbatasan akal dan sains empiris menyisakan "ruang kosong" dalam pemaknaan penderitaan dan kematian, yang hanya bisa dijawab oleh wahyu; (2) Integrasi nilai-nilai nubuwwah menawarkan mekanisme koping (coping mechanism) yang efektif dalam menghadapi krisis kesehatan mental; dan (3) Distingsi tegas antara wahyu yang objektif dengan intuisi subjektif sangat krusial untuk mencegah praktik pengobatan pseudo-spiritual. Kesimpulan studi ini menegaskan bahwa nubuwwah bukan antitesis sains, melainkan elemen komplementer vital untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang utuh.
Integrasi Nilai Islam dalam Kesehatan dan Keselamatan Kerja: Kajian Maqasid Syariah dan Landasan Normatif Al-Quran Abul A'la Al Maududi; Entin Sumartini; Yusrina Nur Rahma
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/csnz6z13

Abstract

Tingginya angka kecelakaan kerja di Indonesia yang mencapai 462.241 kasus pada tahun 2024 mengindikasikan bahwa pendekatan teknis-regulatif semata belum mampu membangun budaya keselamatan kerja yang komprehensif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara konseptual bagaimana nilai-nilai Islam dapat diintegrasikan ke dalam Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) guna memperkuat motivasi intrinsik pekerja dalam mematuhi prosedur keselamatan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur integratif (integrative literature review) terhadap ayat-ayat Al-Quran, hadis sahih, dan penelitian empiris terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam memiliki fondasi normatif yang sangat kuat untuk K3, yang tercermin dari QS. Al-Baqarah: 195 yang melarang tindakan membiarkan diri terpapar bahaya, kaidah fiqih "la dharara wa la dhirara", serta kerangka Maqasid Syariah yang mencakup perlindungan jiwa (hifzh al-nafs), harta (hifzh al-mal), dan akal (hifzh al-aql). Integrasi dimensi spiritual ini diproyeksikan mampu menciptakan kepatuhan K3 yang bersumber dari kesadaran keimanan, bukan sekadar ketakutan terhadap sanksi. Mengingat lebih dari 87 persen tenaga kerja Indonesia beragama Islam, pendekatan ini memiliki potensi dampak yang sangat besar dalam upaya penurunan angka kecelakaan kerja secara nasional.  
Keseimbangan Komprehensif: Analisis Kesehatan Fisik, Jiwa, dan Lingkungan dalam Perspektif Islam Rahma Nadia Nursafira; Tristiani Yogaastuti; Abul A'la Al Maududi
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ky2t7425

Abstract

Kesehatan dalam paradigma Islam dipandang sebagai sebuah kesatuan holistik (syumul) yang mengikat kondisi fisik, stabilitas psikologis, dan daya dukung lingkungan. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan ketiga pilar tersebut dan relevansinya dalam strategi promosi kesehatan modern. Pendekatan medis konvensional seringkali berfokus pada pengobatan reaktif di hilir (kuratif) tanpa mempertimbangkan determinan lingkungan atau ketahanan spiritual pasien. Sebaliknya, Islam menawarkan model biopsikososiospiritual, di mana dimensi spiritual menjadi poros pengatur keseimbangan fisiologis tubuh. Melalui kerangka Maqashid asy-Syariah, pemeliharaan anatomi tubuh bukan sekadar pilihan gaya hidup, melainkan kewajiban teologis. Temuan dari analisis ini menegaskan bahwa mengintegrasikan nilai-nilai teologis, seperti nutrisi halalan thayyiban, thaharah, modulasi saraf melalui dzikir, dan kelestarian ekosistem ke dalam intervensi promosi kesehatan berbasis komunitas secara empiris mampu meningkatkan tingkat kepatuhan dan ketahanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.