Darul Ihsan
Institut Ahmad Dahlan Probolinggo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFFECTIVENESS OF ISLAMIC SPIRITUAL COUNSELING ON EMOTIONAL RESILIENCE OF BROKEN HOME STUDENTS Darul Ihsan; Khamam Khosiin; Benny Prasetya
Research Psychologie, Orientation et Conseil Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/rpoc.v3i1.3212

Abstract

This study examines the effectiveness of Islamic spiritual counseling in strengthening emotional resilience among students from broken home backgrounds in an Islamic secondary school. Using a qualitative descriptive design, data were collected through semi-structured interviews, observations, and document analysis involving students, counselors, and Islamic education teachers, and analyzed using thematic analysis. The findings indicate that Islamic spiritual counseling improves emotional regulation, adaptive coping, interpersonal adjustment, and psychological stability through spiritual reflection, value-based guidance, and empathetic counseling. Students showed increased self-awareness, better emotional control, stronger meaning-making, and higher social engagement, reflecting sustained resilience development. This study offers novelty by extending resilience theory into culturally grounded Islamic counseling practices in formal school settings and positioning spirituality as an internal regulatory and developmental resource. The results also demonstrate that institutional integration of spiritual counseling supports continuous emotional growth and positive behavioral change among adolescents experiencing family disruption. Practically, the findings provide evidence-based guidance for schools and counselors to implement holistic and culturally responsive counseling models that align psychological support with students’ spiritual identities to enhance effectiveness and sustainability.
Prinsip Tauhid Sebagai Landasan Integrasi Ilmu Agama dan Sains dalam Kurikulum Fatoni Aziz; Darul Ihsan; Ibnu Abbas Abbas; Sabaruddin Ado; Rifqi Khairul Anam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13020

Abstract

Penelitian ini didasari oleh sebuah renungan diagnostik atas krisis ontologis dalam pendidikan Islam modern, di mana dikotomi antara ilmu agama dan sains telah menyebabkan ilmu kehilangan jiwa spiritualnya dan berorientasi pada sekularisasi yang tidak utuh. Dengan mengadopsi pendekatan kajian pustaka kualitatif menelusuri gema pemikiran Al-Attas, Al-Faruqi, dan narasi kontemporer studi ini bertujuan untuk menegaskan kembali hakikat Tauhid sebagai fondasi filosofis dan epistemologis yang menautkan wahyu dan akal dalam satu kesatuan makna yang otentik (unity of knowledge). Hasilnya menunjukkan bahwa Tauhid bukan sekadar teori, melainkan sebuah kompas etis yang mengarahkan seluruh kurikulum pada tujuan aksiologis tertinggi: pembentukan Insan Kamil yang beriman, berilmu, dan beradab. Kesatuan ini menjadi perangkat spiritual yang esensial, memungkinkan peserta didik untuk tetap waspada dan berpihak pada kemaslahatan di tengah tantangan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, sehingga ilmu dan teknologi tidak menjadi alat dehumanisasi, melainkan sarana untuk meraih ridha Ilahi.