Nina Agustin
Universitas Muhammadiyah Tangerang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Representasi Green Economy dalam Advertising Media Sosial dan Konstruksi Opini Publik Masyarakat Jihan Amelia; Galuh Haqeem Hervansyah; Nina Agustin; Azka Fachri Ramadhan; Eko Purwanto
CONVERSE Journal Communication Science Vol. 3 No. 1 (2026): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/converse.v3i1.6132

Abstract

Meningkatnya perhatian publik terhadap isu lingkungan global mendorong penguatan konsep Green Economy sebagai pendekatan yang berupaya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan ekologis. Dalam lanskap digital kontemporer, korporasi semakin memanfaatkan media sosial sebagai ruang komunikasi strategis untuk menyampaikan pesan-pesan keberlanjutan melalui praktik advertising guna membangun legitimasi dan kepercayaan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi konsep Green Economy dalam advertising media sosial serta mengkaji bagaimana representasi tersebut berkontribusi terhadap konstruksi opini publik masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain integrative literature review. Data penelitian diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah pada basis data akademik Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect yang diterbitkan dalam periode 2015–2025. Sebanyak 35 artikel terpilih berdasarkan kriteria relevansi topik, kualitas publikasi, dan kesesuaian dengan fokus penelitian. Analisis dilakukan melalui teknik sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola representasi, strategi komunikasi ekologis, serta implikasi sosial dari praktik green advertising. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa representasi Green Economy dalam iklan digital umumnya dikonstruksikan melalui penggunaan simbol visual berbasis alam, narasi keberlanjutan, serta strategi semiotika persuasif yang membentuk asosiasi positif antara merek dan nilai ekologis. Literatur yang dianalisis juga mengindikasikan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai saluran promosi komersial, tetapi berkembang menjadi ruang diskursif yang dapat memengaruhi persepsi dan kesadaran ekologis masyarakat. Namun, temuan literatur menunjukkan adanya tantangan berupa praktik greenwashing, ketimpangan kredibilitas informasi, dan variasi tingkat literasi keberlanjutan publik. Dengan demikian, konsistensi antara pesan keberlanjutan dalam komunikasi pemasaran dan praktik operasional perusahaan menjadi faktor penting dalam mempertahankan kepercayaan publik secara berkelanjutan.
Budaya Meme sebagai Ekspresi Budaya Populer Generasi Z Ismi Melati Irmadini; Eko Purwanto; Fitri; Nina Agustin; Meli Agustin
Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 2 No. 3 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/dkv.v2i3.4273

Abstract

Budaya meme telah menjadi saluran utama bagi Generasi Z dalam menegosiasikan nilai, identitas, dan kritik sosial di era digital. Karakteristik meme yang mudah di replikasi, dimodifikasi, dan disebarkan secara partisipatif menjadikannya alat yang efektif untuk menyampaikan pesan. Penelitian ini bertujuan mengungkap struktur konten, nilai budaya, dan mekanisme distribusi meme sebagai manifestasi budaya populer Generasi Z. Metode kualitatif dengan studi literatur naratif diterapkan, menggunakan purposive sampling pada tiga puluh dokumen akademik terbitan 2010–2024, yang dianalisis secara tematik dengan enam tahap Braun & Clarke dan perangkat lunak NVivo 12. Hasil analisis mengidentifikasi lima tema sentral: identitas kolektif, kritik sosial, humor dan hiburan, nilai budaya populer, serta dinamika distribusi digital. Temuan ini menunjukkan bahwa meme berfungsi sebagai teks multimodal yang bermakna multilapis, dipengaruhi oleh logika partisipatif dan framing algoritmik. Secara terapan, penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan meme dalam desain materi pembelajaran interaktif dan strategi pemasaran digital yang responsif terhadap karakteristik kultur Generasi Z, sehingga dapat meningkatkan relevansi dan efektivitas komunikasi dalam konteks pendidikan dan pemasaran.