Misnawati Misnawati
Institut Agama Islam Yasni Bungo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menanamkan Sikap Toleransi Pada Siswa di Kelas X Akutansi dan Keuangan Lembaga Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Bungo Frendi; Siti Khamim; Ayu Wandari; Mawaddah Mawaddah; Misnawati Misnawati
el-Madib: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 4 No. 2 (2024): (September 2024)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/el-madib.v4i2.630

Abstract

Toleransi merupakan sikap yang harus dimiliki oleh setiap individu, terutama dalam kehidupan beragama, untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama. Perbedaan agama dapat ditemui di berbagai lingkungan, termasuk di lingkungan sekolah. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membimbing dan mengembangkan sikap toleransi beragama di sekolah. Berdasarkan observasi awal, salah satu bentuk toleransi yang ditemukan di SMK N 3 Bungo adalah keterlibatan siswa non-muslim dalam kepanitiaan peringatan hari besar Islam, seperti Maulid Nabi Muhammad SAW. Keterlibatan ini merupakan strategi yang diterapkan oleh guru PAI di sekolah tersebut. Rumusan masalah penelitian ini meliputi: 1) Bagaimana peran guru Pendidikan Agama Islam dalam menerapkan sikap toleransi di kelas X AKL SMK N 3 Bungo?; 2) Apa saja kendala yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam dalam mengembangkan sikap toleransi pada siswa kelas X AKL SMK N 3 Bungo?; dan 3) Bagaimana upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengembangkan sikap toleransi di kelas X AKL SMK N 3 Bungo?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, strategi yang digunakan oleh guru PAI dalam mengembangkan sikap toleransi beragama adalah dengan menumbuhkan sikap toleransi melalui kegiatan belajar mengajar. Guru dapat dengan mudah memberikan arahan dan pemahaman mengenai sikap toleransi antar siswa melalui kegiatan ini. Selain itu, melibatkan siswa dalam kegiatan peringatan hari besar Islam yang melibatkan baik siswa muslim maupun non-muslim juga menjadi bagian dari strategi tersebut. Kedua, kendala yang dihadapi guru PAI dalam mengembangkan sikap toleransi meliputi fasilitas yang kurang memadai serta ketiadaan kelas atau pembelajaran khusus bagi siswa non-muslim di SMK N 3 Bungo. Ketiga, upaya untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan memberikan kesempatan kepada siswa non-muslim untuk mengikuti pembelajaran agama di luar sekolah, serta memberikan kebebasan kepada siswa non-muslim untuk memilih apakah akan tetap berada di dalam kelas atau keluar ketika pelajaran PAI berlangsung.
Integrasi Problem Based Learning dan Video Animasi untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Sekolah Dasar Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Mirna Mirna; Ani Pajrini; Misnawati Misnawati
el-Madib: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 5 No. 1 (2025): (March 2025)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/el-madib.v5i1.1095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas IV di SD Negeri 101/II Muara Bungo pada mata pelajaran pendidikan pancasila dengan menggunakan model Problem Based Learning berbantu media vidio animasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Model PTK yang digunakan adalah Kemmis and Taggart, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk instrumen peneliti menggunakan lembar observasi, lembar wawancara dan dokumentasi. Pada penelitian ini pada tahap pelaksanaannya menggunakan tahap sebagai berikut: a. Orientasi peserta didik pada masalah, b. Mengorganisasikan Kegiatan Pembelajaran, c. Membimbing Penyelidikan Mandiri dan Kelompok, d. Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya, e. Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah. Hasil peningkatan minat belajar siswa pada siklus I pertemuan I yaitu 55,95% berada pada kriteria sangat kurang, siklus I Pertemuan II yaitu 65,27% berada pada kriteria kurang, siklus II pertemuan I yaitu 74,08% berada pada kriteria cukup, siklus II pertemuan II yaitu 83,22% berada pada kriteria baik dan telah memenuhi kriteria keberhasilan tindakan. Hal ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning dapat meningkatkan minat belajar siswa.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Media Realia Sekolah Dasar Negeri 138/II Daya Murni Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Bungo Silviana Ayu Wandira; Misnawati Misnawati; Novita Nurul Hidayah; Yurnalisma Dewi
el-Madib: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 5 No. 2 (2025): (September 2025)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/el-madib.v5i2.1097

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: Proses dan hasil peningkatan hasil belajar siswa melalui penggunaan media realia pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV SDN 138/II Daya Murni Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Bungo. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 13 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Penelitian difokuskan pada pembelajaran materi "Perkembangbiakan Tumbuhan secara Vegetatif Buatan" menggunakan media realia seperti tumbuhan asli yang dicangkok, distek, dirunduk, dan dienten. Media realia yang digunakan berupa spesimen tumbuhan yang dapat dicangkok, distek, dirunduk, dan dienten. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada seluruh aspek hasil belajar siswa secara kognitif. Pada tahap pra-siklus, ketuntasan belajar siswa sebesar 62,3%. Pada siklus I meningkat menjadi 67,67%, dan pada siklus II meningkat signifikan menjadi 89,46%. Penggunaan media realia terbukti mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi perkembangbiakan vegetatif buatan, serta meningkatkan keterlibatan aktif dan antusiasme siswa dalam proses pembelajaran. Peran guru menjadi lebih aktif dan pembelajaran menjadi lebih berpusat pada siswa melalui kegiatan pengamatan langsung, diskusi kelompok, dan praktik nyata. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media realia efektif digunakan dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS.