Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PAI Go Digital: Teacher Innovation in Enhancing Learning Motivation and Engagement among Junior Secondary Students at SMP Negeri 1 Limbur Lubuk Mengkuang Zainap Zainap; Siti Khamim; Ulfa Adilla; Novita Nurul Hidayah; Gio Rivaldo; Redian Saputra
Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang in collaboration with APSTPI and IPTPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v6i22021p322

Abstract

This study examines the implementation of the PAI Go Digital instructional innovation as a teacher led strategy to enhance learning motivation and student engagement in Islamic Religious Education at SMP Negeri 1 Limbur Lubuk Mengkuang. A qualitative case study design was employed across three months of fieldwork during the running semester. Participants were Islamic Religious Education teachers and grade seven through nine students selected purposively. Data were collected through participatory observation, semi structured interviews, and documentary analysis of digital learning artifacts. Analysis followed the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model, with credibility established through source and method triangulation as well as member checking. The findings cluster around three interlocking themes. First, the PAI teachers built a coherent four strand strategy that combined multimodal content design, interactive online assessment, curated learning platforms, and scaffolding based teacher facilitation. Second, student motivation rose consistently, marked by higher enthusiasm, more active participation in classroom discussion, and a renewed curiosity toward Islamic content. Third, engagement shifted from passive listening to active participation through online quizzes, independent exploration of digital resources, and creative task completion. Two structural constraints surfaced as well, namely limited internet connectivity and uneven student digital literacy, both moderated through teacher mentoring and adaptive media choices. The study concludes that PAI Go Digital functions as an effective pedagogical innovation when teacher competence, contextually grounded content design, and school ecosystem support move together.
Inovasi Administrasi Madrasah Berbasis Digital: Studi di MAN 1 Bungo pada Era Society 5.0 Yeni Aulia; Siti Khamim; Ulfa Adilla; Sugeng Kurniawan; Novita Nurul Hidayah; Sriani Sriani
Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang in collaboration with APSTPI and IPTPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v6i22021p333

Abstract

This study examines digital-based madrasah administrative innovations at MAN 1 Bungo in responding to challenges while capitalising on opportunities in the Society 5.0 era. The study is motivated by the increasing demand for digital transformation in the management of Islamic educational institutions, aimed at improving the effectiveness, efficiency, and transparency of administrative services. The research employed a qualitative approach using a single case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, involving the madrasah principal, educational staff, and teachers as primary informants. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was tested through source and method triangulation. The findings indicate that digital administrative innovations at MAN 1 Bungo have been implemented through the use of an academic information system, the digitisation of archives, and the utilisation of various online applications for managing student data, personnel records, and other administrative services. These implementations have produced positive impacts including increased work efficiency, easier access to information, transparency of management, and improved service quality for stakeholders. However, several challenges remain such as limited digital competence among educational staff, uneven technological infrastructure, and resistance to change. The study concludes that the digitisation of madrasah administration is an inevitable necessity in the Society 5.0 era and requires policy support, enhanced human resource competencies, and strengthened technological infrastructure. A sustainable and adaptive development strategy is needed to realise modern, effective, and competitive madrasah governance grounded in Islamic values.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Media Realia Sekolah Dasar Negeri 138/II Daya Murni Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Bungo Silviana Ayu Wandira; Misnawati Misnawati; Novita Nurul Hidayah; Yurnalisma Dewi
el-Madib: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 5 No. 2 (2025): (September 2025)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/el-madib.v5i2.1097

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: Proses dan hasil peningkatan hasil belajar siswa melalui penggunaan media realia pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV SDN 138/II Daya Murni Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Bungo. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 13 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Penelitian difokuskan pada pembelajaran materi "Perkembangbiakan Tumbuhan secara Vegetatif Buatan" menggunakan media realia seperti tumbuhan asli yang dicangkok, distek, dirunduk, dan dienten. Media realia yang digunakan berupa spesimen tumbuhan yang dapat dicangkok, distek, dirunduk, dan dienten. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada seluruh aspek hasil belajar siswa secara kognitif. Pada tahap pra-siklus, ketuntasan belajar siswa sebesar 62,3%. Pada siklus I meningkat menjadi 67,67%, dan pada siklus II meningkat signifikan menjadi 89,46%. Penggunaan media realia terbukti mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi perkembangbiakan vegetatif buatan, serta meningkatkan keterlibatan aktif dan antusiasme siswa dalam proses pembelajaran. Peran guru menjadi lebih aktif dan pembelajaran menjadi lebih berpusat pada siswa melalui kegiatan pengamatan langsung, diskusi kelompok, dan praktik nyata. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media realia efektif digunakan dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS.
PERKEMBANGAN JIWA KEAGAMAAN REMAJA DAN PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 BUNGO Eka Dela Padmawati; Siti Khamim; Mabruri Mabruri; Sugeng Kurniawan; Baili Baili; Novita Nurul Hidayah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.60035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan jiwa keagamaan remaja serta penguatan moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Bungo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan jiwa keagamaan remaja dipengaruhi oleh faktor internal seperti perkembangan emosional dan kognitif, serta faktor eksternal yang meliputi keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial. Penguatan moderasi beragama dilaksanakan melalui integrasi nilai toleransi, keseimbangan (tawasuth), keadilan (i’tidal), dan sikap anti-radikalisme dalam proses pembelajaran, keteladanan guru, serta kegiatan keagamaan di sekolah. Implementasi tersebut berkontribusi dalam membentuk karakter peserta didik yang toleran, menghargai perbedaan, dan memiliki pemahaman keagamaan yang moderat.