Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Gamifikasi Digital Berbantuan Quizizz dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Ayu Wandari; Arum Mudrika; Windi Pratiwi; Analisa Pauziah; Siti Nurkhasanah; Sahilah; Juairiyah
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026): Januari-April 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i1.4036

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar masih sering berlangsung secara konvensional sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar dan keterlibatan siswa. Kondisi ini menuntut penerapan strategi pembelajaran yang inovatif dan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pemanfaatan teknologi digital.  Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila melalui penerapan gamifikasi digital berbantuan Quizizz di kelas IV SDN 131/II SKB Muara Bungo.  Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 35 siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas siswa, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa secara signifikan, ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata nilai dari pra siklus hingga siklus II, serta peningkatan persentase ketuntasan belajar dari 40% menjadi 94%. Keaktifan, antusiasme, dan motivasi belajar siswa juga meningkat secara nyata selama penerapan Quizizz. Penelitian ini terbatas pada satu kelas dan dua siklus pembelajaran, sehingga penelitian lanjutan dengan subjek dan konteks yang lebih luas direkomendasikan.  Gamifikasi digital berbantuan Quizizz dapat digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan siswa sekolah dasar. Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa integrasi gamifikasi digital dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila efektif dalam meningkatkan hasil belajar sekaligus menumbuhkan motivasi dan keaktifan siswa.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menanamkan Sikap Toleransi Pada Siswa di Kelas X Akutansi dan Keuangan Lembaga Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Bungo Frendi; Siti Khamim; Ayu Wandari; Mawaddah Mawaddah; Misnawati Misnawati
el-Madib: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 4 No. 2 (2024): (September 2024)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/el-madib.v4i2.630

Abstract

Toleransi merupakan sikap yang harus dimiliki oleh setiap individu, terutama dalam kehidupan beragama, untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama. Perbedaan agama dapat ditemui di berbagai lingkungan, termasuk di lingkungan sekolah. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membimbing dan mengembangkan sikap toleransi beragama di sekolah. Berdasarkan observasi awal, salah satu bentuk toleransi yang ditemukan di SMK N 3 Bungo adalah keterlibatan siswa non-muslim dalam kepanitiaan peringatan hari besar Islam, seperti Maulid Nabi Muhammad SAW. Keterlibatan ini merupakan strategi yang diterapkan oleh guru PAI di sekolah tersebut. Rumusan masalah penelitian ini meliputi: 1) Bagaimana peran guru Pendidikan Agama Islam dalam menerapkan sikap toleransi di kelas X AKL SMK N 3 Bungo?; 2) Apa saja kendala yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam dalam mengembangkan sikap toleransi pada siswa kelas X AKL SMK N 3 Bungo?; dan 3) Bagaimana upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengembangkan sikap toleransi di kelas X AKL SMK N 3 Bungo?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, strategi yang digunakan oleh guru PAI dalam mengembangkan sikap toleransi beragama adalah dengan menumbuhkan sikap toleransi melalui kegiatan belajar mengajar. Guru dapat dengan mudah memberikan arahan dan pemahaman mengenai sikap toleransi antar siswa melalui kegiatan ini. Selain itu, melibatkan siswa dalam kegiatan peringatan hari besar Islam yang melibatkan baik siswa muslim maupun non-muslim juga menjadi bagian dari strategi tersebut. Kedua, kendala yang dihadapi guru PAI dalam mengembangkan sikap toleransi meliputi fasilitas yang kurang memadai serta ketiadaan kelas atau pembelajaran khusus bagi siswa non-muslim di SMK N 3 Bungo. Ketiga, upaya untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan memberikan kesempatan kepada siswa non-muslim untuk mengikuti pembelajaran agama di luar sekolah, serta memberikan kebebasan kepada siswa non-muslim untuk memilih apakah akan tetap berada di dalam kelas atau keluar ketika pelajaran PAI berlangsung.