Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

INTEGRATION OF CALLIGRAPHY IN READING AND WRITING THE QURAN: ANALYSIS OF QURAN WRITING SKILLS AMONG ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Iffah Muyassaroh; Siti Khamim; Muhammad Nurul Mubin
Al-Bidayah : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 14 No. 1 (2022): Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/albidayah.v14i1.1017

Abstract

This study aims to determine the effectiveness and application of the calligraphy method in the learning of reading and writing the Quran (QRW) at SDN Malangrejo Sleman, with the aim of enhancing students' abilities in Quranic learning. This research employs a qualitative descriptive analysis method, with data collected through observation, interviews, and documentation. The results show that teaching Quran reading and writing through calligraphy can foster and develop students' creativity, namely teaching students to appreciate the art of calligraphy. Therefore, the calligraphy method in QRW learning at SDN Malangrejo Sleman is effective and innovative in teaching Quran reading and writing. The urgency of implementing this approach includes: understanding, reading, and writing the Quran correctly, preventing students from boredom in learning to read and write the Quran, and training student autonomy. This research is expected to have significant potential to be adopted by schools, and other Islamic education teachers, in order to improve the quality of learning Quran reading and writing in general. As a result of this study, teachers and educational institutions can consider the calligraphy method as an alternative approach in learning to read and write the Quran because it has the potential to increase creativity and students' interest.
Transformasi Manajemen Pembimbingan di SD: Kolaborasi Guru, Orang tua, danTeknologi Fikratul Aulia; Siti Khamim; Dini Munawarroh
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.3432

Abstract

Manajemen pembimbingan yang efektif di Sekolah Dasar (SD) sangat krusial untuk memastikan perkembangan holistik siswa. Tantangan kontemporer menuntut adanya pergeseran paradigma, dari pendekatan konvensional menuju sistem yang lebih terintegrasi dan kolaboratif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan menguraikan model transformasi manajemen pembimbingan di tingkat SD melalui sinergi aktif antara guru, orang tua, dan pemanfaatan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis konsep terhadap model-model pembimbingan terpadu. Fokus utama adalah mengidentifikasi peran masing-masing pemangku kepentingan dan integrasi alat teknologi dalam kerangka kerja manajemen pembimbingan yang baru. Hasilnya menunjukkan bahwa transformasi manajemen pembimbingan menempatkan kolaborasi sebagai inti.Guru berperan sebagai fasilitator dan koordinator utama, orang tua sebagai mitra aktif dalam pengawasan dan dukungan pembelajaran di rumah, sementara teknologi (seperti platform komunikasi digital, aplikasi monitoring, dan sistem informasi sekolah) berfungsi sebagai katalis dan penghubung. Model ini menghasilkan manajemen pembimbingan yang lebih adaptif, personal, dan efisien, yang tidak hanya meningkatkan efektivitas intervensi tetapi juga memperkuat ekosistem pendidikan yang suportif.
PAI Go Digital: Teacher Innovation in Enhancing Learning Motivation and Engagement among Junior Secondary Students at SMP Negeri 1 Limbur Lubuk Mengkuang Zainap Zainap; Siti Khamim; Ulfa Adilla; Novita Nurul Hidayah; Gio Rivaldo; Redian Saputra
Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang in collaboration with APSTPI and IPTPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v6i22021p322

Abstract

This study examines the implementation of the PAI Go Digital instructional innovation as a teacher led strategy to enhance learning motivation and student engagement in Islamic Religious Education at SMP Negeri 1 Limbur Lubuk Mengkuang. A qualitative case study design was employed across three months of fieldwork during the running semester. Participants were Islamic Religious Education teachers and grade seven through nine students selected purposively. Data were collected through participatory observation, semi structured interviews, and documentary analysis of digital learning artifacts. Analysis followed the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model, with credibility established through source and method triangulation as well as member checking. The findings cluster around three interlocking themes. First, the PAI teachers built a coherent four strand strategy that combined multimodal content design, interactive online assessment, curated learning platforms, and scaffolding based teacher facilitation. Second, student motivation rose consistently, marked by higher enthusiasm, more active participation in classroom discussion, and a renewed curiosity toward Islamic content. Third, engagement shifted from passive listening to active participation through online quizzes, independent exploration of digital resources, and creative task completion. Two structural constraints surfaced as well, namely limited internet connectivity and uneven student digital literacy, both moderated through teacher mentoring and adaptive media choices. The study concludes that PAI Go Digital functions as an effective pedagogical innovation when teacher competence, contextually grounded content design, and school ecosystem support move together.
Inovasi Administrasi Madrasah Berbasis Digital: Studi di MAN 1 Bungo pada Era Society 5.0 Yeni Aulia; Siti Khamim; Ulfa Adilla; Sugeng Kurniawan; Novita Nurul Hidayah; Sriani Sriani
Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang in collaboration with APSTPI and IPTPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v6i22021p333

Abstract

This study examines digital-based madrasah administrative innovations at MAN 1 Bungo in responding to challenges while capitalising on opportunities in the Society 5.0 era. The study is motivated by the increasing demand for digital transformation in the management of Islamic educational institutions, aimed at improving the effectiveness, efficiency, and transparency of administrative services. The research employed a qualitative approach using a single case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, involving the madrasah principal, educational staff, and teachers as primary informants. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was tested through source and method triangulation. The findings indicate that digital administrative innovations at MAN 1 Bungo have been implemented through the use of an academic information system, the digitisation of archives, and the utilisation of various online applications for managing student data, personnel records, and other administrative services. These implementations have produced positive impacts including increased work efficiency, easier access to information, transparency of management, and improved service quality for stakeholders. However, several challenges remain such as limited digital competence among educational staff, uneven technological infrastructure, and resistance to change. The study concludes that the digitisation of madrasah administration is an inevitable necessity in the Society 5.0 era and requires policy support, enhanced human resource competencies, and strengthened technological infrastructure. A sustainable and adaptive development strategy is needed to realise modern, effective, and competitive madrasah governance grounded in Islamic values.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menanamkan Sikap Toleransi Pada Siswa di Kelas X Akutansi dan Keuangan Lembaga Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Bungo Frendi; Siti Khamim; Ayu Wandari; Mawaddah Mawaddah; Misnawati Misnawati
el-Madib: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 4 No. 2 (2024): (September 2024)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/el-madib.v4i2.630

Abstract

Toleransi merupakan sikap yang harus dimiliki oleh setiap individu, terutama dalam kehidupan beragama, untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama. Perbedaan agama dapat ditemui di berbagai lingkungan, termasuk di lingkungan sekolah. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membimbing dan mengembangkan sikap toleransi beragama di sekolah. Berdasarkan observasi awal, salah satu bentuk toleransi yang ditemukan di SMK N 3 Bungo adalah keterlibatan siswa non-muslim dalam kepanitiaan peringatan hari besar Islam, seperti Maulid Nabi Muhammad SAW. Keterlibatan ini merupakan strategi yang diterapkan oleh guru PAI di sekolah tersebut. Rumusan masalah penelitian ini meliputi: 1) Bagaimana peran guru Pendidikan Agama Islam dalam menerapkan sikap toleransi di kelas X AKL SMK N 3 Bungo?; 2) Apa saja kendala yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam dalam mengembangkan sikap toleransi pada siswa kelas X AKL SMK N 3 Bungo?; dan 3) Bagaimana upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengembangkan sikap toleransi di kelas X AKL SMK N 3 Bungo?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, strategi yang digunakan oleh guru PAI dalam mengembangkan sikap toleransi beragama adalah dengan menumbuhkan sikap toleransi melalui kegiatan belajar mengajar. Guru dapat dengan mudah memberikan arahan dan pemahaman mengenai sikap toleransi antar siswa melalui kegiatan ini. Selain itu, melibatkan siswa dalam kegiatan peringatan hari besar Islam yang melibatkan baik siswa muslim maupun non-muslim juga menjadi bagian dari strategi tersebut. Kedua, kendala yang dihadapi guru PAI dalam mengembangkan sikap toleransi meliputi fasilitas yang kurang memadai serta ketiadaan kelas atau pembelajaran khusus bagi siswa non-muslim di SMK N 3 Bungo. Ketiga, upaya untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan memberikan kesempatan kepada siswa non-muslim untuk mengikuti pembelajaran agama di luar sekolah, serta memberikan kebebasan kepada siswa non-muslim untuk memilih apakah akan tetap berada di dalam kelas atau keluar ketika pelajaran PAI berlangsung.
Membentuk Generasi Emas: Peran Strategi Guru Kelas dalam Membentuk Karakter Siswa Kelas 4 SDN 83 Rimbo Mulyo Widia Gita Safira; Siti Khamim; Ela Widya Kusuma; Muthoharotun Umi Hani; Muhammad Ibrohim
el-Madib: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 5 No. 1 (2025): (March 2025)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/el-madib.v5i1.917

Abstract

Pembentukan karakter sejak usia dini menjadi pondasi penting dalam mencetak generasi emas yang berdaya saing, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Dalam konteks pendidikan dasar, guru kelas memiliki peran strategis sebagai figur teladan dan agen pembentuk karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru kelas dalam membentuk karakter siswa kelas IV di SDN 83 Rimbo Mulyo. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas tidak hanya berperan sebagai pendidik dalam aspek kognitif, tetapi juga sebagai pembina moral dan sosial siswa. Guru menerapkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, jujur, dan kerja sama melalui pembelajaran terintegrasi, kegiatan harian, dan pendekatan personal. Guru juga membangun komunikasi yang baik dengan orang tua untuk mendukung penguatan karakter di lingkungan rumah. Tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu, perbedaan latar belakang siswa, serta pengaruh lingkungan luar sekolah. Meski demikian, guru menunjukkan upaya berkelanjutan melalui keteladanan, konsistensi aturan, dan pemanfaatan kegiatan sekolah seperti upacara, kerja bakti, dan lomba sebagai sarana pembentukan karakter. Kesimpulannya, peran guru kelas sangat signifikan dalam membentuk karakter siswa, dan keterlibatan aktif guru dalam pembelajaran serta kehidupan siswa di sekolah menjadi kunci dalam mewujudkan generasi emas di masa depan.
Menyemai Toleransi Sejak Dini Dalam Pendidikan Islam TK Pertiwi II Muara Bungo Ari Saputra; Siti Khamim; Linda Wati; Zubaidah
Robbayana: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 1 (2025): Robbayana
Publisher : Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71029/robbayana.v3i1.79

Abstract

Penelitian ini mengangkat persoalan rendahnya praktik toleransi di kalangan generasi muda, yang kerap berujung pada sikap eksklusif bahkan intoleran, termasuk di lingkungan pendidikan Islam. Ruang lingkup penelitian mencakup bagaimana nilai-nilai toleransi diperkenalkan dan ditanamkan sejak dini dalam konteks pendidikan Islam formal, seperti di madrasah atau sekolah berbasis Islam. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi dan pendekatan yang digunakan oleh lembaga pendidikan Islam dalam menyemai nilai-nilai toleransi pada anak-anak usia dini hingga remaja, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi di beberapa lembaga pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyemaian toleransi dapat berjalan efektif bila dimulai sejak usia dini melalui pembiasaan, keteladanan guru, serta integrasi nilai-nilai keberagaman dalam kurikulum dan kegiatan sekolah. Namun, tantangan tetap ada, seperti pengaruh lingkungan luar dan interpretasi keagamaan yang sempit. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendidikan Islam yang inklusif dan moderat untuk membentuk generasi yang toleran dan mampu hidup harmonis dalam masyarakat multikultural.
Optimalisasi Pendidikan Agama Islam Untuk Mendorong Internalisasi Nilai Moderasi di Perguruan Tinggi Umum (Studi pada Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio Muara Bungo) Siti Khamim; Zulfani Sesmiarni; Nuryanti Siregar; Afni Lindra; Miftachul Rizky; Rodhiyah Zubir
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 10 No. 2 (2023): (Oktober 2023)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v10i2.524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya optimalisasi Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mendorong internalisasi nilai moderasi di lingkungan perguruan tinggi umum, khususnya di Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio Muara Bungo. Melibatkan kurikulum, metode pembelajaran, peran dosen, dan kebijakan institusi, penelitian ini memberikan gambaran menyeluruh tentang bagaimana sebuah institusi pendidikan tinggi mengintegrasikan nilai-nilai moderasi Islam dalam konteks keberagaman dan kompleksitas masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio Muara Bungo telah melakukan langkah-langkah konkret untuk memastikan pemahaman dan penerapan nilai moderasi di antara mahasiswa. Integrasi kurikulum PAI, beragam metode pembelajaran, peran aktif dosen sebagai role model, dan dukungan institusional merupakan komponen kunci dalam upaya tersebut.
GURU PAI SEBAGAI AGEN MORAL: KONTRIBUSI DALAM MEMBANGUN AKHLAK MULIA SISWA FASE D Novita Puji Astuti; Siti Khamim; Muhammad Sabli; Baili Baili; Dali Mawanti; Zulpan Zulpan
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2022): Volume 5 Nomor 1 Juni Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.59587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai agen moral dalam membangun akhlak mulia siswa Fase D di Kabupaten Muara Bungo. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada semakin kompleksnya tantangan moral yang dihadapi siswa di era digital, sehingga diperlukan peran strategis guru PAI dalam menanamkan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data diperoleh dari informan yang terdiri atas guru PAI, siswa, dan pihak sekolah melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki kontribusi signifikan sebagai agen moral melalui beberapa peran utama, yaitu sebagai teladan (uswah hasanah), pembimbing, dan fasilitator dalam pembentukan akhlak siswa. Implementasi peran tersebut dilakukan melalui strategi keteladanan, pembiasaan kegiatan religius, pendekatan bimbingan yang persuasif, serta integrasi nilai-nilai moral dalam pembelajaran kontekstual. Selain itu, ditemukan bahwa terdapat berbagai tantangan dalam pembentukan akhlak siswa, seperti pengaruh media digital, lingkungan sosial, dan kurangnya dukungan keluarga.Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembentukan akhlak siswa tidak hanya bergantung pada peran guru, tetapi juga memerlukan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran PAI yang lebih efektif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
PERKEMBANGAN JIWA KEAGAMAAN REMAJA DAN PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 BUNGO Eka Dela Padmawati; Siti Khamim; Mabruri Mabruri; Sugeng Kurniawan; Baili Baili; Novita Nurul Hidayah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.60035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan jiwa keagamaan remaja serta penguatan moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Bungo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan jiwa keagamaan remaja dipengaruhi oleh faktor internal seperti perkembangan emosional dan kognitif, serta faktor eksternal yang meliputi keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial. Penguatan moderasi beragama dilaksanakan melalui integrasi nilai toleransi, keseimbangan (tawasuth), keadilan (i’tidal), dan sikap anti-radikalisme dalam proses pembelajaran, keteladanan guru, serta kegiatan keagamaan di sekolah. Implementasi tersebut berkontribusi dalam membentuk karakter peserta didik yang toleran, menghargai perbedaan, dan memiliki pemahaman keagamaan yang moderat.