Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENINGKATAN DAYA BERPIKIR KRITIS MAHASISWA MELALUI SESI TALKSHOW DALAM RUANG DISKUSI ZADANKAI Ivandra Solihin; Frichicilia Grace Stahlumb; Bilqis Oktaviani Putri; Sarah Novianti; Teddy Chrisprimanata Putra
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i1.683

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diselenggarakan untuk melatih kemampuan berpendapat dan berpikir kritis mahasiswa terhadap isu terkini dengan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika ekonomi dan kebijakan luar negeri Jepang serta implikasinya terhadap hubungan Jepang dan Indonesia. Melalui kegiatan Zadankai yang bertajuk “Taruhan Ketidakpastian: Ekonomi Jepang Era Takaichi”, kegiatan yang dilaksanakan di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Kegiatan ini disajikan dalam bentuk talkshow dengan pendekatan edukatif dan interaktif. Selain sesi talkshow bersama narasumber, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab dan diskusi kepada peserta sebagai wadah untuk menganalisis dinamika ekonomi dan kebijakan publik era Takaichi terhadap stabilitas regional dan ketahanan ekonomi Jepang dan implikasinya pada Indonesia; serta melatih critical thinking dengan diskusi kritis dan pertukaran gagasan yang konstruktif. Melalui kegiatan Zadankai, mahasiswa sebagai peserta kegiatan tidak hanya memiliki wawasan baru mengenai perkembangan geopolitik di kawasan Indo-Pasifik, tetapi juga memperkuat kemampuan menyampaikan pendapat dalam ruang diskusi dan critical thinking mereka terhadap isu yang sedang terjadi. Tentunya ini dapat menjadi bekal mahasiswa saat terjun dalam dunia profesional ketika mereka dihadapi sebuah fenomena ataupun masalah yang baru ditemui.
From Pop Culture to Political Symbols: Brave Pink, Hero Green, and Resistance Blue in Indonesia Winda Eka Pahla Ayuningtyas; Sarah Novianti; Anang Setiawan; Hartika Arbiyanti; Bilqis Oktaviani Putri
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5625

Abstract

In August 2025, Indonesia witnessed one of the largest protest waves in its history, sparked by public anger over elite privilege, detrimental policies, and government inaction. Amid this upheaval, three colors: Brave Pink, Hero Green, and Resistance Blue emerged as a symbolic repertoire that unified diverse demands. This article employs a qualitative case study that integrates semiotic analysis, Foucauldian discourse analysis, and theories of soft power and people power. It asks: How did this color-based symbolic repertoire function to challenge state power and construct a new political reality? The analysis reveals that these colors were not incidental but were consciously deployed to build a counter-discourse. Brave Pink embodied women's civil courage, Hero Green signaled solidarity and collective mourning for the working class, while Resistance Blue revived historical democratic struggle. By synthesizing the attractive force of soft power with the mobilizing energy of people power, this repertoire forged new cross-class political identities and expanded the protest arena into the digital sphere. The study concludes that this phenomenon illustrates how a simple, shared visual language can dismantle official narratives and construct an alternative "regime of truth" grounded in empathy and justice, marking a significant evolution in the grammar of political contestation.
Efektivitas Layanan Organisasi Non-Pemerintah terhadap Pengungsi Rohingya: Analisis Indikator Kesejahteraan dan Proteksi I Gusti Ayu Natasya; Bilqis Oktaviani Putri; Salwa Khalaeda; Keysha Gianina Minerva; Keenan Anugrah Hutagalung
Jurnal Hubungan Internasional Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025): JHII 2025
Publisher : Lampung Center for Global Studies (LCGS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jhii.v7i1.108

Abstract

Krisis kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya telah menempatkan organisasi non-pemerintah (NGO) sebagai aktor kunci dalam penyediaan layanan kemanusiaan lintas negara. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berbasis model PRISMA untuk menganalisis efektivitas layanan NGO terhadap pengungsi Rohingya di Indonesia dan Asia Tenggara, dengan fokus pada dua kategori utama: indikator kesejahteraan dan indikator proteksi. Hasil kajian menunjukkan bahwa NGO berperan signifikan dalam fase tanggap darurat melalui penyediaan akses air bersih, sanitasi, pangan, layanan kesehatan, shelter sementara, serta dukungan psikososial. Namun, efektivitas jangka panjang masih terbatas akibat ketergantungan pendanaan, koordinasi yang belum optimal, serta hambatan struktural terkait regulasi pengungsi yang belum komprehensif. Pada aspek proteksi, NGO berkontribusi pada pendataan administratif, pemberian identitas sementara, mekanisme pencegahan trafficking, perlindungan kelompok rentan, serta advokasi hukum. Meskipun demikian, status hukum pengungsi yang tidak jelas dan absennya kerangka hukum nasional membuat proteksi yang diberikan bersifat sementara dan tidak menjamin rasa aman jangka panjang. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan efektivitas layanan membutuhkan kolaborasi multi-stakeholder, reformasi kebijakan perlindungan pengungsi, serta penggunaan indikator terstandarisasi dalam evaluasi program. Dengan demikian, layanan NGO dapat berkontribusi tidak hanya menyelamatkan, tetapi juga memulihkan martabat pengungsi Rohingya secara berkelanjutan.
Paradiplomasi melalui Kerja Sama Sister City; Analisis Peran UCLG ASPAC pada Kemitraan Jakarta-Kuala Lumpur Saskia Salsabilla; Zharifah Putri; Nandra Rasya Naysilla; Anandyo Putra Wirawan; Laila Syakira; Joshua Alexander Aritha Pumala Bangun; Bilqis Oktaviani Putri
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 11 No 3 (2026): Volume 11 Nomor 3, Agustus 2026
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v11i3.2488

Abstract

This study aims to analyze the role of the United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) as a facilitator in intercity cooperation between Jakarta and Kuala Lumpur. This collaboration has evolved in line with the increasing needs of local governments to address various urban challenges, such as climate change, flooding, urbanization, and sustainable development. The study employed a descriptive qualitative method, with data collection techniques including interviews and documentation studies. Primary data were obtained through interviews with UCLG ASPAC representatives, while secondary data came from official documents, organizational reports, scientific journals, and various other relevant sources. The results indicate that UCLG ASPAC acts as a facilitator by providing a space for dialogue, liaising between stakeholders, managing knowledge transfer, and mediating intercity network governance. The organization successfully utilized regional forums to bring together the governments of Jakarta and Kuala Lumpur, resulting in sister city cooperation focused on environmental issues, flood management, and sustainable development. The research findings also indicate that a network-based approach, or network governance, enables local governments to participate more actively in international relations. However, the implementation of this cooperation still faces challenges in the form of limited regional authority and differences in institutional capacity in each city.
Dari Kampus ke Negeri Sakura: Pemberdayaan Mahasiswa melalui Webinar Edukasi Ketenagakerjaan dan Budaya Kerja di Jepang Frichicilia Grace Stahlumb; Bilqis Oktaviani Putri; Teddy Chrisprimanata Putra; Sarah Novianti; Ivandra Solihin
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): AUGUST 2026
Publisher : Divisi Riset, Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59431/ajad.v6i2.919

Abstract

Japan faces demographic challenges such as an aging population and a labor shortage, while Indonesia possesses a demographic bonus that has not yet been fully absorbed into the domestic labor market. These conditions create opportunities for employment cooperation between the two countries. However, students still encounter gaps in understanding regarding immigration regulations, academic preparedness, and cultural adaptation to Japan’s work environment. This activity, titled "Preparing Your Journey: Life of Foreign Worker in Japan", aims to equip students with knowledge of these aspects through an interactive webinar. Conducted online via Zoom, the activity follows the experiential learning cycle, including pre-test, content delivery by practitioners and experts, interactive Q&A, and post-test. Evaluation results show an increase in average scores from 78 to 90, confirming the effectiveness of this media as pre-departure education to support students’ informed decision-making for international careers.