Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kandungan Gula Minuman Kemasan Menggunakan Pendekatan Refraktometri Sebagai Dasar Evaluasi Mutu Pangan Martina Widhi Hapsari; Novia Anggraeni; Milka Putri Novianingrum; Paulus Damar Bayu Murti
Science Technology and Management Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v5i2.487

Abstract

Konsumsi minuman kemasan berpemanis semakin meningkat dan berkontribusi signifikan terhadap asupan gula harian masyarakat. Evaluasi kandungan gula pada produk minuman kemasan umumnya dilakukan melalui analisis laboratorium yang relatif kompleks dan memerlukan biaya tinggi, sehingga diperlukan pendekatan alternatif yang lebih sederhana dan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan gula minuman kemasan menggunakan pendekatan pengukuran total padatan terlarut (°Brix) sebagai dasar evaluasi mutu pangan. Penelitian dilakukan dengan desain deskriptif-analitik terhadap beberapa kategori minuman kemasan, meliputi teh kemasan, minuman berperisa, minuman isotonik, minuman buah, dan minuman susu. Pengukuran nilai °Brix dilakukan menggunakan refraktometer genggam dengan tiga kali ulangan, sedangkan data kandungan gula diperoleh dari label informasi gizi produk dan dikonversi ke satuan gram per 100 mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai °Brix minuman kemasan berada pada kisaran 6,2–14,8°Brix, dengan minuman berperisa memiliki nilai tertinggi dan minuman isotonik terendah. Analisis hubungan antara nilai °Brix dan kandungan gula pada label menunjukkan adanya kecenderungan hubungan positif, meskipun pada beberapa kategori minuman ditemukan deviasi akibat kontribusi komponen terlarut lain selain gula. Hasil ini menunjukkan bahwa pengukuran total padatan terlarut menggunakan refraktometer berpotensi digunakan sebagai metode awal yang cepat dan sederhana untuk mengevaluasi kandungan gula minuman kemasan. Penelitian ini menyediakan data dasar yang dapat dimanfaatkan sebagai landasan pengembangan metode uji cepat dan riset lanjutan di bidang mutu pangan.
Evaluasi Keamanan Pangan Berbasis Komunitas melalui Uji Salmonella Shigella Agar pada Katering Asrama SMA Karangturi Novia Anggraeni; Lusiawati Dewi; Paulus Damar Bayu Murti; Martina Widhi Hapsari; Milka Putri Novianingrum
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 6 No 3 (2026): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2026)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/icom.v6i3.10876

Abstract

Keamanan pangan merupakan aspek fundamental dalam penyelenggaraan konsumsi di lingkungan asrama karena makanan yang tidak memenuhi persyaratan higienitas berpotensi menyebabkan penyakit bawaan pangan (foodborne diseases). Penerapan sanitasi yang baik serta verifikasi mikrobiologi secara berkala diperlukan untuk memastikan mutu dan keamanan makanan yang dikonsumsi siswa. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan standar keamanan pangan di Asrama SMA Karangturi Semarang melalui edukasi sanitasi dan pengujian mikrobiologi. Kegiatan ini melibatkan sembilan vendor katering pengelola konsumsi harian siswa. Tim pelaksana menggunakan metode pendidikan masyarakat berupa penyuluhan higienitas dapur dan difusi teknologi melalui uji klinis. Tim mengumpulkan data kualitatif melalui wawancara dan observasi partisipatif, serta mengambil sampel makanan secara aseptik. Evaluasi klinis menggunakan media selektif Salmonella Shigella (SS) Agar. Hasil kegiatan membuktikan peningkatan kesadaran dan transformasi perilaku pekerja katering dalam mencegah kontaminasi silang. Hasil pengujian laboratorium mengonfirmasi kesembilan sampel makanan negatif dari kontaminasi bakteri Salmonella dan Shigella. Kolaborasi edukasi persuasif dan audit laboratorium ini terbukti efektif mencegah risiko penyakit bawaan makanan. Program ini berhasil memberikan jaminan kesehatan yang mutlak bagi seluruh siswa asrama.