Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Unjuk Kerja Alat Penyiang Mekanis (Cultivator) Tipe Cakar Bajapada Lahan Kering: Performance Of A Claw-Type Mechanical Cultivator On Dry Land Iqbal Salim; Nuratika; Mursalim; Junaedi Muhidong; Daniel Useng; Khaeril Anwar Junaedi
Jurnal Agritechno Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Agritechno
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70124/at.v19i1.2285

Abstract

Pengolahan tanah merupakan tahapan penting dalam budidaya tanaman yang bertujuan memperbaiki sifat fisik tanah guna mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan), seperti cultivator, menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi kerja dibandingkan metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja alat penyiang mekanis berupa cultivator quick tipe cakar baja pada lahan kering. Penelitian dilaksanakan di Experimental Farm Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin. Metode yang digunakan adalah pengujian langsung di lapangan dengan mengukur parameter lebar kerja, kecepatan maju, luas lahan, kapasitas lapang teoritis (KLT), kapasitas lapang efektif (KLE), efisiensi lapang, dan konsumsi bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas lapang teoritis berkisar antara 0,089–0,140 ha/jam, sedangkan kapasitas lapang efektif berkisar antara 0,054–0,087 ha/jam. Efisiensi lapang yang diperoleh berada pada kisaran 60,90–61,82%, yang dipengaruhi oleh kondisi permukaan lahan. Konsumsi bahan bakar relatif stabil selama pengoperasian. Secara umum, cultivator quick tipe cakar baja lebih optimal digunakan pada pengolahan tanah sekunder dibandingkan pengolahan tanah primer.
Pengenalan Dan Pembuatan Alat Penabur Pupuk Berbasis Pipa, Di Desa Kaluku Kecamatan Batang Kabupaten Jeneponto Nur Faizah; Muhammad Rizal; Iqbal Salim; Abdul Waris; Mursalim; Daniel Useng; Mahmud Achmad; Febriana Intan Permata Hati; Olly Sanny Hutabarat; Khaeril Anwar Junaedi
Abdi Techno Jurnal AbdiTechno, Vol. 5, Nomor 2, Juli 2025
Publisher : Departemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70124/abditechno.vi.1835

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah respons terhadap tuntutan zaman yang menekankan bahwa perguruan tinggi harus berperan lebih dari sekadar pusat pendidikan, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam masyarakat. KKN menyediakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang telah dipelajari selama di kampus ke dalam situasi nyata di masyarakat salah satunya di Desa Kaluku, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto, di mana sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani karena desa tersebut memiliki lahan yang luas. Tanaman yang banyak dibudidayakan di daerah ini meliputi padi, jagung, kacang tanah, pisang, dan kacang hijau. Namun, para petani masih menggunakan teknik tradisional, khususnya dalam proses pemupukan, yang dilakukan secara manual menggunakan tangan. Metode ini memakan banyak waktu, tenaga, dan sumber daya manusia. Untuk menjawab tantangan tersebut, hadir inovasi lokal berupa alat penabur pupuk. Alat ini dirancang untuk mempermudah proses pemupukan dengan tingkat akurasi yang tinggi, sehingga nutrisi dapat tersebar merata ke seluruh tanaman. Selain menghemat waktu dan tenaga, alat ini juga mengurangi pemborosan pupuk dan berpotensi meningkatkan produktivitas hasil panen. Penggunaan teknologi ini memberikan solusi praktis bagi petani untuk menghadapi tantangan dalam sektor pertanian.
Penerapan Teknologi Tepat guna pada Budidaya dan Penanganan Pascapanen Tanaman Padi Organik Iqbal Salim; Diyah Yumeina; Abdul Azis; Mahmud Achmad; Sitti Nur Faridah; Husnul Mubarak; Syahrial Sabaniah; Khaeril Anwar Junaedi; Mursalim; Ahmad Munir; Salengke
Abdi Techno Vol 6 No 1 (2026): Jurnal AbdiTechno
Publisher : Departemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70124/abditechno.v6i1.2230

Abstract

Rice is a major commodity as a source of carbohydrates for the Indonesian people. Efforts to increase rice production have been made by the government, but these have not been matched by optimal harvesting and post-harvest handling, resulting in high yield losses of nearly 10%. Data from the Central Statistics Agency (2024) shows that rice harvest losses reach 9.5% during harvesting and 4.8% during the post-harvest stage, which has the potential to reduce national grain production, currently recorded at around 65 million tonnes of grain. The Tompobulu sub-district, Bantaeng Regency, has around 1,000 hectares of rice fields at an altitude of ±500 metres above sea level with small plots and a terraced pattern. The main problems faced by organic rice farmers in this area are low knowledge of cultivation, organic fertiliser production, and good post-harvest handling. These conditions cause high yield losses, both quantitatively and qualitatively, which do not provide economic incentives for farmers to increase their income. Paddy with high moisture content is also easily damaged and increases yield losses. Appropriate and location-specific post-harvest handling is needed to reduce yield losses and improve grain quality. In areas with narrow land ownership and hilly topography, appropriate technology in the form of power threshers is a suitable solution, as modern harvesting equipment such as combine harvesters cannot operate effectively in terraced rice fields.