Nely Ana Mufarida
Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Jember, Jl. Karimata No. 49 Sumbersari, Jember dan 68121, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KARAKTERISTIK TINGKAT KEKERASAN BIOMASSA DENGAN PENDEKATAN ANALISIS PROKSIMAT Nurhalim Nurhalim; Sutikno Sutikno; Nely Ana Mufarida; Anis Siti Nurrohkayati
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v7i2.3288

Abstract

Pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi terbarukan memerlukan karakterisasi sifat fisik dan kimia untuk menentukan kesesuaiannya sebagai bahan bakar. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan tingkat kekerasan biomassa dengan karakteristik proksimat, rendemen, dan nilai kalor setelah proses pirolisis. Bahan yang digunakan meliputi daun, sabut, dan cangkang kelapa, masing-masing sebanyak 400 g. Seluruh bahan dipirolisis pada suhu 500°C selama 3 jam. Tingkat kekerasan diukur sebelum dan sesudah pirolisis menggunakan metode Shore D, sedangkan karakteristik biomassa ditentukan melalui pengujian kadar air, zat terbang, kadar abu, karbon terikat, nilai kalor, dan rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cangkang kelapa memiliki tingkat kekerasan tertinggi, yaitu 61,5 HD sebelum pirolisis dan 40 HD setelah pirolisis. Cangkang kelapa juga menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 62,5 %, kadar karbon 23,98 %, dan nilai kalor 4.779 cal/g. Sebaliknya, sabut kelapa memiliki tingkat kekerasan terendah, yaitu 10 HD sebelum pirolisis dan 7 HD setelah pirolisis. Hasil tersebut menunjukkan kecenderungan bahwa biomassa dengan tingkat kekerasan lebih tinggi memiliki kadar karbon, rendemen, dan nilai kalor yang lebih tinggi. Namun, kualitas biomassa sebagai bahan bakar tidak hanya ditentukan oleh kekerasan, tetapi juga oleh kadar air, zat terbang, kadar abu, serta metode konversi yang digunakan. Cangkang kelapa menunjukkan karakteristik paling baik di antara ketiga jenis biomassa yang diuji dan berpotensi digunakan sebagai bahan baku energi padat berbasis biomassa.