Pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi terbarukan memerlukan karakterisasi sifat fisik dan kimia untuk menentukan kesesuaiannya sebagai bahan bakar. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan tingkat kekerasan biomassa dengan karakteristik proksimat, rendemen, dan nilai kalor setelah proses pirolisis. Bahan yang digunakan meliputi daun, sabut, dan cangkang kelapa, masing-masing sebanyak 400 g. Seluruh bahan dipirolisis pada suhu 500°C selama 3 jam. Tingkat kekerasan diukur sebelum dan sesudah pirolisis menggunakan metode Shore D, sedangkan karakteristik biomassa ditentukan melalui pengujian kadar air, zat terbang, kadar abu, karbon terikat, nilai kalor, dan rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cangkang kelapa memiliki tingkat kekerasan tertinggi, yaitu 61,5 HD sebelum pirolisis dan 40 HD setelah pirolisis. Cangkang kelapa juga menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 62,5 %, kadar karbon 23,98 %, dan nilai kalor 4.779 cal/g. Sebaliknya, sabut kelapa memiliki tingkat kekerasan terendah, yaitu 10 HD sebelum pirolisis dan 7 HD setelah pirolisis. Hasil tersebut menunjukkan kecenderungan bahwa biomassa dengan tingkat kekerasan lebih tinggi memiliki kadar karbon, rendemen, dan nilai kalor yang lebih tinggi. Namun, kualitas biomassa sebagai bahan bakar tidak hanya ditentukan oleh kekerasan, tetapi juga oleh kadar air, zat terbang, kadar abu, serta metode konversi yang digunakan. Cangkang kelapa menunjukkan karakteristik paling baik di antara ketiga jenis biomassa yang diuji dan berpotensi digunakan sebagai bahan baku energi padat berbasis biomassa.
Copyrights © 2026