Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sosialisasi dan Pemberdayaan Karang Taruna dalam Membangun Ekosistem Donor Darah Berkelanjutan di Kebonsari Surabaya Yustisia Amalia; Cityta Putri Kwarta; Lentera Afrida Kusumawardani; Sasi Widuri
Health Care : Journal of Community Service Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v3i4.177

Abstract

Ketersediaan stok darah merupakan komponen krusial dalam sistem pelayanan kesehatan, namun partisipasi masyarakat di wilayah urban seperti Surabaya masih di bawah target 2% populasi. Kelurahan Kebonsari memiliki potensi risiko kesehatan yang tinggi, namun peran Karang Taruna dalam donor darah masih bersifat insidental dan terhambat oleh rendahnya literasi kesehatan. Sebanyak 70% pemuda awalnya memiliki ketakutan terhadap jarum suntik dan mitos kesehatan. Tujuan pengabdian ini adalah membangun ekosistem donor darah berkelanjutan melalui pemberdayaan 20 stakeholder kunci Karang Taruna Kebonsari. Metode yang digunakan adalah Training of Trainers (ToT) dan Focus Group Discussion (FGD) yang meliputi tahap baseline survei, intervensi edukasi intensif, dan pembentukan database digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan literasi kesehatan peserta secara signifikan dengan rata-rata kenaikan skor sebesar 48,3%, di mana pemahaman syarat medis meningkat dari 35% menjadi 90%. Seluruh peserta (100%) menyatakan komitmen tertulis sebagai pendonor tetap dan pionir edukasi di tingkat RT/RW. Luaran program berupa Buku Pedoman Mitra dan sistem database "Kartu Donor Rutin" menjadi fondasi kemandirian stok darah di Kelurahan Kebonsari. Kesimpulannya, hambatan utama donor darah adalah masalah persepsi yang dapat dimitigasi melalui edukasi kelompok kecil yang intensif bagi kader kepemudaan.
PENYULUHAN PENTINGNYA PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH PADA KELUARGA DI DESA SAWOTRATAP, GEDANGAN, SIDOARJO, JAWA TIMUR Cityta Putri Kwarta; Yustisia Amalia; Sasi Widuri; Lentera Afrida Kusumawardani; Alya Nurul Hasanah; Shafiy Dwi Febrianto
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v8i1.1248

Abstract

Pendahuluan: Pengetahuan mengenai golongan darah sangat krusial, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan transfusi darah. Namun, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengetahui golongan darah masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di Desa Sawotratap, Sidoarjo, tentang pentingnya pemeriksaan golongan darah dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan memberikan sosialisasi dan penyuluhan kepada ibu-ibu rumah tangga di Desa Sawotratap. Materi yang disampaikan meliputi dasar-dasar golongan darah, sistem ABO dan Rh, serta manfaat mengetahui golongan darah. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan menggunakan media visual dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Hasil dan pembahasan: Kegiatan sosialisasi dan penyuluhan ini berhasil meningkatkan antusiasme peserta dalam mengetahui golongan darah. Peserta merasa terbantu dengan informasi yang diberikan dan menyadari pentingnya mengetahui golongan darah untuk diri sendiri dan keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada sosialisasi golongan darah di Desa Sawotratap berhasil mencapai tujuannya. Partisipasi aktif peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk memperoleh pengetahuan mengenai golongan darah.
Perceptions and Attitudes of Women of Childbearing Age towards Cervical Cancer Screening: A Psychological Review Ainun Ganisia; Rakhmalia Imeldawati; Nurul Fathiyyah; Cityta Putri Kwarta
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 4 No. 02 (2025): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v4i02.1245

Abstract

In Indonesia, cervical cancer ranks as the second leading cause of death among women, coming in right after breast cancer, which holds the top spot. Early detection or screening is the primary modality carried out to overcome the high rate of cervical cancer deaths in Indonesia, but the number of screening participants is still low. One of the causes is the perception of women of childbearing age towards cervical cancer. This study aimed to explore the connection between the perceptions and attitudes of women of childbearing age towards cervical cancer screening. The research method used a cross-sectional design with a population of women aged 20-50 years in Sukorambi Village, Jember Regency. A total of 86 participants were involved, chosen through a cluster random sampling method. The findings revealed that the respondents' mean age was 34.66 year, with the majority having a high school education (62.80%), the majority being unemployed (72.09%), and the majority being married (95.35%). The outcomes of the data evaluation indicated a p-value of 0.002, which is less than 0.05, along with a correlation coefficient of 0.324. This leads to the conclusion that a significant connection exists between perceptions and attitudes towards cervical cancer screening among women of childbearing age in Sukorambi Village. In increasing awareness of WUS, it is hoped that health workers will actively and routinely hold cervical cancer screening socialization activities to influence WUS attitudes towards cervical cancer screening.