Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Inklusi Global: Pemberdayaan Keterampilan Membatik dan Edukasi Mitigasi Kegawatdaruratan bagi Peserta Didik Disabilitas di LKP Aora Wistara Surabaya Elga Ceisaria Andani; Ainun Ganisia; Rakhmalia Imeldawati; Nurul Fathiyyah; Putri Gunawan; Angel Erbabley
Health Care : Journal of Community Service Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v4i1.181

Abstract

LKP Aora Wistara is a training institution for students with disabilities in Surabaya focusing on economic independence through the art of batik, yet it still faces challenges in environmental safety literacy. This community service activity aims to empower disabled students through the integration of vocational skills and emergency mitigation education. The method employed was an inclusive participatory approach involving strategic coordination, digital application-based emergency training, and batik mentoring themed "Resilience Motif." A total of 30 students actively participated with the support of sign language instructors. Evaluation results using a Likert scale showed significant improvements across all indicators, with the highest surge in digital application usage skills (from 1.8 to 4.2) and participant self-confidence (final score of 4.8). The program successfully produced an Inclusive Health Education Application and enhanced independent mitigation capabilities. It is concluded that the synergy between inclusive digital technology and creative art activities is effective in building psychological resilience and independence for vulnerable groups with disabilities.
Penerapan Inovasi Booklet Berbasis Proactive Learning dan Manajemen Mom and Kids Miftahul Khairoh; Shinta Nur Rochmayanti; Rakhmalia Imeldawati; Ainun Ganisia
Health Care : Journal of Community Service Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v3i4.178

Abstract

Maternal and neonatal morbidity remains a critical challenge in Indonesia, particularly within the Pasean Community Health Center area in Pamekasan. Key contributing factors include limited community-based education, poor knowledge of nutrition and pregnancy danger signs, and suboptimal health cadre capacity. This community service initiative aims to enhance knowledge, empower cadres through proactive education, and reduce morbidity via early detection. The intervention involves the PELEM MANIS (Proactive Learning and Management for Mom and Kids) booklet. Activities were conducted using a hybrid model (online and face-to-face) encompassing lectures, discussions, and demonstrations. Program effectiveness was evaluated through pre- and post-tests to measure knowledge, while awareness was assessed via K6 maternal coverage. Results demonstrated a significant increase in knowledge and awareness among pregnant women, parents, and health cadres regarding pregnancy, childbirth, and neonatal care. This improvement is evidenced by higher post-test scores. The innovative booklet proved effective and relevant in helping stakeholders identify and manage emergencies throughout the maternal and neonatal periods.
Penguatan Layanan Kebidanan Esensial pada Kondisi Darurat dan Pasca Bencanadi Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur Elga Ceisaria Andani; Miftahul Khairoh; Arkha Rosyaria Badrus; Rakhmalia Imeldawati; Ainun Ganisia; Nurul Fathiyyah; Kholifatul Ummah; Alief Ayu Purwitasari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : PT. Edutech Inovatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/7cz8pc94

Abstract

Bencana alam sering kali memutus akses layanan kesehatan esensial yang berisiko fatal bagi kelompok rentan, terutama di wilayah seperti Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, yang memiliki kerentanan geografis dan keterbatasan akses darurat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkuat layanan kebidanan esensial melalui peningkatan kesiapsiagaan komunitas. Pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif melalui lima tahapan persiapan dan pemetaan kebutuhan, edukasi layanan darurat, pendampingan ibu hamil dan nifas, simulasi alur rujukan, serta evaluasi. Temuan kunci menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kontinuitas layanan kebidanan dalam krisis serta terbentuknya mekanisme pendampingan berbasis komunitas yang melibatkan kader dan relawan. Selain itu, simulasi rujukan berhasil meningkatkan kemampuan teknis peserta dalam memetakan jalur komunikasi dan fasilitas kesehatan darurat. Penguatan layanan kebidanan esensial melalui pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam membangun ketahanan sistem kesehatan desa dan meminimalkan risiko keterlambatan penanganan kegawatdaruratan ibu dan bayi di wilayah rawan bencana.
Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Penanganan Awal Kegawatdaruratan Kebidanan Sebelum Rujukan Cyntia Hemas Febrina Putri; Ainun Ganisia; Miftahul Khairoh; Arkha Rosyaria Badrus
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : PT. Edutech Inovatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/5hf3ce19

Abstract

Penanganan kegawatdaruratan kebidanan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan fasilitas kesehatan, tetapi juga oleh kemampuan keluarga dan kader kesehatan dalam memberikan pertolongan awal sebelum rujukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun dalam mengenali tanda bahaya maternal, melakukan stabilisasi awal, dan mengaktifkan rujukan secara cepat. Metode yang digunakan berupa edukasi interaktif, seminar mini, coaching clinic, simulasi kasus, serta pendampingan penyusunan alur rujukan mandiri. Peserta kegiatan terdiri atas 45 kader kesehatan dan pengurus PKK dengan keterlibatan tiga dosen dan dua mahasiswa. Evaluasi dilakukan melalui pretest-posttest, observasi keterampilan, serta simulasi respons rujukan. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat kehadiran peserta mencapai 100% dan terjadi peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 45,0 menjadi 88,5. Secara psikomotor, peserta mampu melakukan pemosisian baring miring kiri, langkah awal penanganan perdarahan, serta komunikasi rujukan secara lebih tepat. Program juga menghasilkan modul pelatihan, kartu kontak darurat, dan penguatan koordinasi siaga di tingkat RW dengan waktu respons simulasi rujukan mandiri kurang dari 15 menit. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas masyarakat berbasis pelatihan dan simulasi dapat meningkatkan kesiapsiagaan maternal pada fase pra-rujukan. Dengan demikian, model pengabdian ini berpotensi direplikasi sebagai strategi penguatan ketahanan kesehatan keluarga dan komunitas di wilayah urban
Pemberdayaan Membatik dan Mitigasi Darurat bagi Siswa Disabilitas AORA Elga Ceisaria Andani; Ainun Ganisia; Rakhmalia Imeldawati; Nurul Fathiyyah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : PT. Edutech Inovatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/ts9tth30

Abstract

Lembaga Kursus dan Pelatihan Aora Wistara Surabaya merupakan lembaga yang memberikan pelatihan keterampilan bagi peserta didik disabilitas, khususnya melalui aktivitas membatik sebagai bekal kemandirian. Di sisi lain, kelompok ini masih menghadapi keterbatasan literasi kegawatdaruratan dan mitigasi bencana, padahal mereka termasuk kelompok rentan yang membutuhkan media edukasi yang mudah dipahami, visual, dan berulang. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang mengintegrasikan pemberdayaan keterampilan membatik dengan edukasi mitigasi kegawatdaruratan bagi peserta didik disabilitas di LKP Aora Wistara. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan pemetaan kebutuhan peserta, edukasi kegawatdaruratan melalui aplikasi digital dan media visual sederhana, pelatihan serta simulasi mitigasi inklusif, pendampingan membatik bertema motif resiliensi, serta evaluasi melalui pre-post test sederhana dan demonstrasi mandiri. Seluruh rangkaian kegiatan didokumentasikan melalui catatan lapangan, foto sesi edukasi, simulasi, proses membatik, dan hasil karya peserta sebagai bagian dari pelaksanaan program. Kegiatan melibatkan 30 peserta didik, staf pendamping, empat dosen, dan dua mahasiswa. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dalam mengenali tanda bahaya, langkah awal saat keadaan darurat, dan cara meminta pertolongan; media digital membantu pengulangan materi; sedangkan kegiatan membatik memperkuat ekspresi diri, ketenangan, dan internalisasi pesan keselamatan. Program ini memperlihatkan bahwa model Inclusive Emergency-Creative Hub dapat menjadi pendekatan efektif untuk menghubungkan kemandirian vokasional, literasi kesehatan, dan resiliensi komunitas secara inklusif.
Kolaborasi Internasional Edukasi Kesehatan Pesisir di Mangrove Wonorejo Cyntia Hemas Febrina; Ainun Ganisia; Rakhmalia Imeldawati; Nurul Fathiyyah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : PT. Edutech Inovatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/ma14s148

Abstract

Penguatan kesehatan masyarakat pesisir memerlukan pendekatan partisipatif, kontekstual, dan lintas budaya, khususnya di kawasan ekowisata yang menghadapi persoalan sanitasi, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), penyakit berbasis lingkungan, serta keterbatasan akses informasi kesehatan. Artikel ini mendeskripsikan dan mengevaluasi kegiatan pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi internasional antara Universitas Dr. Soetomo dan Universiti Sultan Zainal Abidin di Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya. Model yang digunakan adalah edukasi kesehatan pesisir berbasis community health engagement transnasional, yang mengintegrasikan analisis situasi lokal, penyelarasan materi lintas institusi, edukasi partisipatif, diskusi kelompok kecil (FGD), serta refleksi dan evaluasi pascakegiatan. Data diperoleh dari proposal, laporan akhir, laporan implementasi, lembar evaluasi, dan dokumentasi lapangan. Kegiatan meliputi analisis situasi, koordinasi antar institusi, pre-test, edukasi partisipatif terkait PHBS, sanitasi, pencegahan penyakit berbasis lingkungan, dan kesehatan ibu-anak, dilanjutkan diskusi kelompok kecil, cross-sharing metode, post-test, serta refleksi. Hasil menunjukkan seluruh tahapan program terlaksana dengan tingkat keterlaksanaan 100%. Dokumentasi menunjukkan adanya penyuluhan kelompok, diskusi keluarga, serta edukasi interpersonal menggunakan leaflet. Evaluasi pascakegiatan mengindikasikan peningkatan pemahaman peserta terkait PHBS, sanitasi lingkungan, pencegahan penyakit, serta kesehatan ibu dan anak, meskipun data kuantitatif pre-test dan post-test belum terdokumentasi lengkap. Program ini juga menghasilkan pertukaran praktik baik antara pendekatan humanis UNITOMO dan pendekatan berbasis lapangan UniSZA, sekaligus memperkuat kompetensi komunikasi klinis, sensitivitas budaya, dan wawasan global mahasiswa. Kolaborasi ini berpotensi menjadi model penguatan literasi kesehatan komunitas pesisir.
Perceptions and Attitudes of Women of Childbearing Age towards Cervical Cancer Screening: A Psychological Review Ainun Ganisia; Rakhmalia Imeldawati; Nurul Fathiyyah; Cityta Putri Kwarta
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 4 No. 02 (2025): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v4i02.1245

Abstract

In Indonesia, cervical cancer ranks as the second leading cause of death among women, coming in right after breast cancer, which holds the top spot. Early detection or screening is the primary modality carried out to overcome the high rate of cervical cancer deaths in Indonesia, but the number of screening participants is still low. One of the causes is the perception of women of childbearing age towards cervical cancer. This study aimed to explore the connection between the perceptions and attitudes of women of childbearing age towards cervical cancer screening. The research method used a cross-sectional design with a population of women aged 20-50 years in Sukorambi Village, Jember Regency. A total of 86 participants were involved, chosen through a cluster random sampling method. The findings revealed that the respondents' mean age was 34.66 year, with the majority having a high school education (62.80%), the majority being unemployed (72.09%), and the majority being married (95.35%). The outcomes of the data evaluation indicated a p-value of 0.002, which is less than 0.05, along with a correlation coefficient of 0.324. This leads to the conclusion that a significant connection exists between perceptions and attitudes towards cervical cancer screening among women of childbearing age in Sukorambi Village. In increasing awareness of WUS, it is hoped that health workers will actively and routinely hold cervical cancer screening socialization activities to influence WUS attitudes towards cervical cancer screening.