Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pencegahan Anemia Untuk Menurunkan Angka Stunting Berbasis Aplikasi Android Fikes-BlesD di SMA Dr. Soetomo Surabaya Arkha Rosyaria Badrus; Nurul Fathiyyah; Kholifatul Ummah; Alief Ayu Purwitasari
Health Care : Journal of Community Service Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v4i1.179

Abstract

Low reproductive health literacy and a high risk of anemia among adolescents demand sustainable educational interventions. The partner (SMA Dr. Soetomo) has implemented regular health checks and anemia screening; however, these activities are time-limited, do not yet allow for independent screening, and lack digital media support for control and monitoring by the school or health workers. The educational application "Fikes-BleSD" was developed as a digital solution to address these limitations. The objective of this community service (PKM) is to evaluate the effectiveness of Fikes-BleSD empowerment in increasing reproductive health knowledge, compliance with Blood-Added Tablet (TTD) consumption, and hemoglobin (Hb) indicators, as well as strengthening school-based monitoring mechanisms. The method used is a participatory approach including multimedia content development, training for teachers and peer educators, the launch of the application featuring reminders and monitoring dashboards, as well as quantitative pre-post evaluations (knowledge questionnaires, TTD compliance) and Hb screening. The results found that >90% of female students downloaded the application; ≥80% activated TTD reminders; knowledge scores increased significantly (≥30%); compliance and dietary patterns improved; and an increase in Hb was observed in the compliant group. Integration into the School Health Unit (UKS) and the formation of a digital team ensure sustainability. The conclusion of this PKM is that Fikes-BleSD effectively overcomes the limitations of periodic control activities by providing a means for independent screening and digital monitoring, making it feasible for replication in other schools.
Inklusi Global: Pemberdayaan Keterampilan Membatik dan Edukasi Mitigasi Kegawatdaruratan bagi Peserta Didik Disabilitas di LKP Aora Wistara Surabaya Elga Ceisaria Andani; Ainun Ganisia; Rakhmalia Imeldawati; Nurul Fathiyyah; Putri Gunawan; Angel Erbabley
Health Care : Journal of Community Service Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v4i1.181

Abstract

LKP Aora Wistara is a training institution for students with disabilities in Surabaya focusing on economic independence through the art of batik, yet it still faces challenges in environmental safety literacy. This community service activity aims to empower disabled students through the integration of vocational skills and emergency mitigation education. The method employed was an inclusive participatory approach involving strategic coordination, digital application-based emergency training, and batik mentoring themed "Resilience Motif." A total of 30 students actively participated with the support of sign language instructors. Evaluation results using a Likert scale showed significant improvements across all indicators, with the highest surge in digital application usage skills (from 1.8 to 4.2) and participant self-confidence (final score of 4.8). The program successfully produced an Inclusive Health Education Application and enhanced independent mitigation capabilities. It is concluded that the synergy between inclusive digital technology and creative art activities is effective in building psychological resilience and independence for vulnerable groups with disabilities.
Penguatan Layanan Kebidanan Esensial pada Kondisi Darurat dan Pasca Bencanadi Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur Elga Ceisaria Andani; Miftahul Khairoh; Arkha Rosyaria Badrus; Rakhmalia Imeldawati; Ainun Ganisia; Nurul Fathiyyah; Kholifatul Ummah; Alief Ayu Purwitasari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : PT. Edutech Inovatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/7cz8pc94

Abstract

Bencana alam sering kali memutus akses layanan kesehatan esensial yang berisiko fatal bagi kelompok rentan, terutama di wilayah seperti Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, yang memiliki kerentanan geografis dan keterbatasan akses darurat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkuat layanan kebidanan esensial melalui peningkatan kesiapsiagaan komunitas. Pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif melalui lima tahapan persiapan dan pemetaan kebutuhan, edukasi layanan darurat, pendampingan ibu hamil dan nifas, simulasi alur rujukan, serta evaluasi. Temuan kunci menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kontinuitas layanan kebidanan dalam krisis serta terbentuknya mekanisme pendampingan berbasis komunitas yang melibatkan kader dan relawan. Selain itu, simulasi rujukan berhasil meningkatkan kemampuan teknis peserta dalam memetakan jalur komunikasi dan fasilitas kesehatan darurat. Penguatan layanan kebidanan esensial melalui pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam membangun ketahanan sistem kesehatan desa dan meminimalkan risiko keterlambatan penanganan kegawatdaruratan ibu dan bayi di wilayah rawan bencana.
Edukasi Pencegahan Preeklamsia melalui Pemantauan Tekanan Darah dan Tanda Bahaya pada Ibu Hamil di Komunitas Nurul Fathiyyah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : PT. Edutech Inovatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/77905y27

Abstract

Preeklamsia merupakan penyebab utama mortalitas dan morbiditas maternal di Indonesia, yang diperparah oleh rendahnya deteksi dini dan pemahaman ibu hamil mengenai tanda bahaya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan ibu hamil dalam pemantauan tekanan darah mandiri dan pengenalan dini tanda bahaya preeklamsia. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode ceramah interaktif, demonstrasi praktik penggunaan tensimeter digital, serta pengisian kartu pemantauan mandiri. Sasaran kegiatan meliputi ibu hamil trimester II dan III, kader kesehatan, serta bidan desa. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kognitif, di mana mayoritas peserta mampu menyebutkan minimal tiga tanda bahaya preeklamsia pasca-edukasi. Secara psikomotor, peserta berhasil mempraktikkan pengukuran tekanan darah secara akurat dan mendokumentasikannya pada kartu observasi. Selain itu, kegiatan ini berhasil mengidentifikasi ibu hamil berisiko tinggi yang memerlukan rujukan medis segera. Edukasi berbasis komunitas efektif memberdayakan ibu hamil untuk melakukan deteksi dini risiko hipertensi kehamilan. Program ini diharapkan dapat berkontribusi langsung pada penurunan angka komplikasi preeklamsia melalui penguatan kemandirian kesehatan di tingkat masyarakat.
Literasi Digital Orang Tua tentang Pencegahan Grooming dan Kekerasan Seksual Online melalui Pelatihan Keamanan Digital Keluarga Rakhmalia Imeldawati; Nurul Fathiyyah; Kholifah Ummah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : PT. Edutech Inovatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/kt4cfy75

Abstract

Tingginya penetrasi internet di Kota Malang, khususnya di Kelurahan Merjosari, belum dibarengi dengan literasi digital yang memadai bagi orang tua, sehingga meningkatkan risiko online grooming dan kekerasan seksual pada anak. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mentransformasi peran orang tua menjadi pendamping digital yang kompeten melalui pelatihan keamanan digital keluarga. Metode pelaksanaan dilakukan secara sistematis melalui tahap sosialisasi bahaya siber, pelatihan teknis (hands-on) pengaturan fitur keamanan gawai oleh mahasiswa pendamping, serta pembentukan komunitas "Wali Digital Merjosari" sebagai wadah keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman mitra; pengetahuan mengenai bahaya grooming meningkat dari 12% menjadi 88%, dan 89% peserta berhasil mengaktifkan fitur parental control seperti pembatasan durasi layar dan filter konten secara mandiri. Berdasarkan analisis N-Gain, peningkatan kemampuan pengaturan fitur keamanan mencapai skor 0,89 (kategori tinggi). Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan keamanan digital melalui pendekatan pendampingan langsung efektif meningkatkan efikasi diri orang tua dalam memitigasi risiko kekerasan seksual online dan mempersempit celah literasi digital antara orang tua dan anak di lingkungan domestik.
Pemberdayaan Membatik dan Mitigasi Darurat bagi Siswa Disabilitas AORA Elga Ceisaria Andani; Ainun Ganisia; Rakhmalia Imeldawati; Nurul Fathiyyah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : PT. Edutech Inovatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/ts9tth30

Abstract

Lembaga Kursus dan Pelatihan Aora Wistara Surabaya merupakan lembaga yang memberikan pelatihan keterampilan bagi peserta didik disabilitas, khususnya melalui aktivitas membatik sebagai bekal kemandirian. Di sisi lain, kelompok ini masih menghadapi keterbatasan literasi kegawatdaruratan dan mitigasi bencana, padahal mereka termasuk kelompok rentan yang membutuhkan media edukasi yang mudah dipahami, visual, dan berulang. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang mengintegrasikan pemberdayaan keterampilan membatik dengan edukasi mitigasi kegawatdaruratan bagi peserta didik disabilitas di LKP Aora Wistara. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan pemetaan kebutuhan peserta, edukasi kegawatdaruratan melalui aplikasi digital dan media visual sederhana, pelatihan serta simulasi mitigasi inklusif, pendampingan membatik bertema motif resiliensi, serta evaluasi melalui pre-post test sederhana dan demonstrasi mandiri. Seluruh rangkaian kegiatan didokumentasikan melalui catatan lapangan, foto sesi edukasi, simulasi, proses membatik, dan hasil karya peserta sebagai bagian dari pelaksanaan program. Kegiatan melibatkan 30 peserta didik, staf pendamping, empat dosen, dan dua mahasiswa. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dalam mengenali tanda bahaya, langkah awal saat keadaan darurat, dan cara meminta pertolongan; media digital membantu pengulangan materi; sedangkan kegiatan membatik memperkuat ekspresi diri, ketenangan, dan internalisasi pesan keselamatan. Program ini memperlihatkan bahwa model Inclusive Emergency-Creative Hub dapat menjadi pendekatan efektif untuk menghubungkan kemandirian vokasional, literasi kesehatan, dan resiliensi komunitas secara inklusif.
Kolaborasi Internasional Edukasi Kesehatan Pesisir di Mangrove Wonorejo Cyntia Hemas Febrina; Ainun Ganisia; Rakhmalia Imeldawati; Nurul Fathiyyah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : PT. Edutech Inovatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/ma14s148

Abstract

Penguatan kesehatan masyarakat pesisir memerlukan pendekatan partisipatif, kontekstual, dan lintas budaya, khususnya di kawasan ekowisata yang menghadapi persoalan sanitasi, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), penyakit berbasis lingkungan, serta keterbatasan akses informasi kesehatan. Artikel ini mendeskripsikan dan mengevaluasi kegiatan pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi internasional antara Universitas Dr. Soetomo dan Universiti Sultan Zainal Abidin di Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya. Model yang digunakan adalah edukasi kesehatan pesisir berbasis community health engagement transnasional, yang mengintegrasikan analisis situasi lokal, penyelarasan materi lintas institusi, edukasi partisipatif, diskusi kelompok kecil (FGD), serta refleksi dan evaluasi pascakegiatan. Data diperoleh dari proposal, laporan akhir, laporan implementasi, lembar evaluasi, dan dokumentasi lapangan. Kegiatan meliputi analisis situasi, koordinasi antar institusi, pre-test, edukasi partisipatif terkait PHBS, sanitasi, pencegahan penyakit berbasis lingkungan, dan kesehatan ibu-anak, dilanjutkan diskusi kelompok kecil, cross-sharing metode, post-test, serta refleksi. Hasil menunjukkan seluruh tahapan program terlaksana dengan tingkat keterlaksanaan 100%. Dokumentasi menunjukkan adanya penyuluhan kelompok, diskusi keluarga, serta edukasi interpersonal menggunakan leaflet. Evaluasi pascakegiatan mengindikasikan peningkatan pemahaman peserta terkait PHBS, sanitasi lingkungan, pencegahan penyakit, serta kesehatan ibu dan anak, meskipun data kuantitatif pre-test dan post-test belum terdokumentasi lengkap. Program ini juga menghasilkan pertukaran praktik baik antara pendekatan humanis UNITOMO dan pendekatan berbasis lapangan UniSZA, sekaligus memperkuat kompetensi komunikasi klinis, sensitivitas budaya, dan wawasan global mahasiswa. Kolaborasi ini berpotensi menjadi model penguatan literasi kesehatan komunitas pesisir.
PERANCANGAN SISTEM SKRINING DEPRESI IBU HAMIL BERBASIS WEB MENGGUNAKAN INSTRUMEN PHQ-9 Budi Santoso; Shinta Nur Rochmayanti; Sekar Ayu Kuncaravita; Nurul Fathiyyah
Jurnal Informatika Teknologi dan Sains (Jinteks) Vol 8 No 1 (2026): EDISI 27
Publisher : Program Studi Informatika Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51401/jinteks.v8i1.7292

Abstract

Depresi pada masa kehamilan merupakan salah satu permasalahan kesehatan mental yang memerlukan deteksi dini, namun proses skrining masih banyak dilakukan secara manual dan belum terintegrasi dalam sistem digital. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem skrining depresi ibu hamil berbasis web menggunakan instrumen Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9) dengan mekanisme perhitungan skor otomatis dan pengelolaan data secara terstruktur. Metode penelitian yang digunakan adalah rekayasa sistem yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan arsitektur, implementasi menggunakan PHP dan MySQL, serta pengujian fungsional dan evaluasi usability. Instrumen PHQ-9 diintegrasikan dalam bentuk formulir digital menggunakan plugin calculated fields sehingga sistem mampu melakukan perhitungan skor secara otomatis dan menyimpan hasil skrining ke dalam basis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dapat melakukan proses skrining secara mandiri melalui web, menghitung skor PHQ-9 secara konsisten, serta menyajikan data hasil skrining dalam bentuk analitik deskriptif. Evaluasi usability terhadap 15 responden menggunakan kuesioner skala Likert lima poin menghasilkan skor rata-rata 4,79 yang termasuk dalam kategori sangat baik, yang menunjukkan bahwa sistem mudah digunakan dan dapat diterima oleh pengguna. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan berpotensi mendukung proses skrining awal depresi ibu hamil secara lebih efisien dan terstruktur dari sisi teknis sistem informasi.
Perceptions and Attitudes of Women of Childbearing Age towards Cervical Cancer Screening: A Psychological Review Ainun Ganisia; Rakhmalia Imeldawati; Nurul Fathiyyah; Cityta Putri Kwarta
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 4 No. 02 (2025): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v4i02.1245

Abstract

In Indonesia, cervical cancer ranks as the second leading cause of death among women, coming in right after breast cancer, which holds the top spot. Early detection or screening is the primary modality carried out to overcome the high rate of cervical cancer deaths in Indonesia, but the number of screening participants is still low. One of the causes is the perception of women of childbearing age towards cervical cancer. This study aimed to explore the connection between the perceptions and attitudes of women of childbearing age towards cervical cancer screening. The research method used a cross-sectional design with a population of women aged 20-50 years in Sukorambi Village, Jember Regency. A total of 86 participants were involved, chosen through a cluster random sampling method. The findings revealed that the respondents' mean age was 34.66 year, with the majority having a high school education (62.80%), the majority being unemployed (72.09%), and the majority being married (95.35%). The outcomes of the data evaluation indicated a p-value of 0.002, which is less than 0.05, along with a correlation coefficient of 0.324. This leads to the conclusion that a significant connection exists between perceptions and attitudes towards cervical cancer screening among women of childbearing age in Sukorambi Village. In increasing awareness of WUS, it is hoped that health workers will actively and routinely hold cervical cancer screening socialization activities to influence WUS attitudes towards cervical cancer screening.