Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tindakan Preventif Terhadap Perilaku Bullying Fisik Di Sekolah Melalui Kontribusi Pendidikan Kristiani Jessintha Filardin Laukapitang; Delsi Oktoviana Oematan; Yakobus Adi Saingo; Ezra Tari
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 3 No. 1 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v3i1.2805

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis tentang tindakan preventif terhadap perilaku bullying fisik di sekolah melalui kontribusi pendidikan kristiani. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan study literature yang dianalisis secara reduktif berbasis buku-buku ilmiah, maupun jurnal penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa, bullying fisik di lingkungan sekolah merupakan masalah serius yang dapat diminimalisir dengan penguatan nilai-nilai Kristiani bagi siswa secara utuh dan holistik, sehingga tidak ada lagi korban bullying yang menderita dan mengalami tekanan mental. Korban bullying biasanya memiliki kerentanan secara internal seperti rasa malu, kecemasan, dan rendah diri, serta mengalami tekanan dari faktor eksternal seperti pola komunikasi keluarga yang buruk, lingkungan sosial yang tidak suportif, dan pengaruh kelompok pertemanan yang negatif. Selain dampak pribadi bagi korban, bullying juga memiliki konsekuensi hukum yang jelas bagi pelaku, sebagaimana diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan di Indonesia. Oleh karena itu melalui pendidikan Kristiani seperti kasih, pengampunan, penghargaan terhadap sesama, hidup dalam persekutuan, serta pengembangan karakter berdasarkan teladan Kristus, siswa dapat dibentuk menjadi pribadi yang peduli, empatik, dan menjauhkan diri dari kekerasan. Setiap warga sekolah harus bersinergi untuk menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif dan menjadi tempat yang aman dan penuh toleransi, di mana setiap siswa merasa dihargai, diterima, dan dilindungi.
Sosialisasi Pemuda Bukan Masalah tetapi Harapan: Menggali Kekuatan dan Mengatasi Kelemahan di GMIT Jemaat Imanuel Baumata Fenetson Pairikas; Jessintha Filardin Laukapitang; Delsi Oktoviana Oematan; Yasinta Emalia Waang; Jeanne Paula Konay; Agustina Ha’e; Deciana Mese Baok; Yakob Pai Tiba; Korne Amelia Haba Ito
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/jbkyr175

Abstract

Tulisan ini membahas pentingnya sosialisasi pemuda dalam konteks kehidupan bergereja, khususnya di GMIT Jemaat Imanuel Baumata, dengan menekankan bahwa pemuda bukanlah masalah, melainkan harapan gereja masa depan. Pemuda memiliki potensi besar dalam hal kreativitas, energi, semangat, dan idealisme yang dapat menjadi kekuatan transformatif dalam pelayanan dan masyarakat. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), tim dosen dan mahasiswa melakukan sosialisasi dan pendampingan secara partisipatif, edukatif, dan dialogis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemuda menghadapi tantangan serius seperti krisis identitas, ketidakstabilan emosi, dan minimnya pembinaan rohani. Namun, melalui pendekatan mentoring antar generasi, pemuridan, serta pendidikan karakter Kristiani, potensi pemuda dapat diberdayakan secara efektif. Alkitab sendiri mencatat bagaimana Tuhan memakai pemuda untuk misi-Nya. Oleh karena itu, paradigma gereja perlu diubah: dari melihat pemuda sebagai beban, menjadi melihat mereka sebagai mitra strategis dalam pelayanan dan pembangunan rohani jemaat.