Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Pemuda Bukan Masalah tetapi Harapan: Menggali Kekuatan dan Mengatasi Kelemahan di GMIT Jemaat Imanuel Baumata Fenetson Pairikas; Jessintha Filardin Laukapitang; Delsi Oktoviana Oematan; Yasinta Emalia Waang; Jeanne Paula Konay; Agustina Ha’e; Deciana Mese Baok; Yakob Pai Tiba; Korne Amelia Haba Ito
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/jbkyr175

Abstract

Tulisan ini membahas pentingnya sosialisasi pemuda dalam konteks kehidupan bergereja, khususnya di GMIT Jemaat Imanuel Baumata, dengan menekankan bahwa pemuda bukanlah masalah, melainkan harapan gereja masa depan. Pemuda memiliki potensi besar dalam hal kreativitas, energi, semangat, dan idealisme yang dapat menjadi kekuatan transformatif dalam pelayanan dan masyarakat. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), tim dosen dan mahasiswa melakukan sosialisasi dan pendampingan secara partisipatif, edukatif, dan dialogis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemuda menghadapi tantangan serius seperti krisis identitas, ketidakstabilan emosi, dan minimnya pembinaan rohani. Namun, melalui pendekatan mentoring antar generasi, pemuridan, serta pendidikan karakter Kristiani, potensi pemuda dapat diberdayakan secara efektif. Alkitab sendiri mencatat bagaimana Tuhan memakai pemuda untuk misi-Nya. Oleh karena itu, paradigma gereja perlu diubah: dari melihat pemuda sebagai beban, menjadi melihat mereka sebagai mitra strategis dalam pelayanan dan pembangunan rohani jemaat.
Korban Ke Penyitas: Upaya Sekolah Mengatasi Bullying Fisik Melalui Pendekatan Empatik Yasinta Emalia Waang; Jeanne Paula Konay; Fenetson Pairikas; Jonathan Leobisa; Yakobus Adi Saingo
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 2 No. 2 (2025): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perundungan fisik di sekolah berdampak serius pada perkembangan psikologis dan sosial siswa. Sayangnya, pendekatan hukuman seringkali gagal memulihkan korban sepenuhnya. Artikel ini membahas bagaimana pendekatan empati dapat menjadi strategi efektif dalam membantu siswa korban perundungan untuk bertransformasi menjadi penyintas. Empati, yang terdiri dari dimensi kognitif, afektif, dan welas asih, diterapkan sebagai dasar tindakan restoratif yang mendorong pemulihan emosional dan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan desk study, dengan data dikumpulkan dari berbagai literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan prosiding. Data dianalisis secara reduktif, mengungkapkan bahwa peran aktif guru, konselor, teman sebaya, serta keterlibatan keluarga dan lembaga keagamaan seperti gereja, merupakan kunci untuk menciptakan lingkungan sekolah yang suportif dan aman. Dengan pendekatan ini, sekolah tidak hanya mencegah kekerasan tetapi juga menumbuhkan budaya penyembuhan dan pemberdayaan.