Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN MEDIA HAND PUPPET KARAKTER BUJANG DAN BETERI SEBAGAI MEDIA PENGENALAN BUDAYA LOKAL MASYARAKAT PESISIR BAGI GURU PAUD Ari Putra; Elwan Stiadi; Ririn Gusti
Jurnal Abdimas Bencoolen Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/abdimas.3.3.103-116

Abstract

Kelurahan Pematang Gubernur di Kota Bengkulu sebagai wilayah pesisir memiliki kekayaan budaya lokal yang belum banyak dikenalkan kepada anak usia dini. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan melatih guru PAUD dalam menciptakan media pembelajaran berbasis budaya lokal melalui hand puppet berkarakter Bujang dan Beteri. Pelatihan melibatkan 20 guru PAUD dari gugus setempat dengan membekali keterampilan membuat cerita masyarakat berbasis wilayah pesisir dan menggunakan media hand puppet berbasis cerita rakyat. Metode yang digunakan adalah pelatihan edukatif partisipatif dengan tiga tahap utama: persiapan, pelatihan inti, dan pendampingan berkelanjutan. Hasil menunjukkan peningkatan kompetensi guru yang signifikan dalam menciptakan media pembelajaran berbasis budaya, dengan rata-rata peningkatan skor Pre-test ke Post-test sebesar 35 poin. Program menghasilkan media pembelajaran hand puppet , buku cerita bergambar, dan video dokumentasi. Dampak yang ditargetkan adalah meningkatnya kreativitas guru, tumbuhnya kecintaan anak terhadap budaya lokal pesisir, serta penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di jenjang PAUD. Program ini juga membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif bagi guru melalui produk edukatif berbasis kerajinan tangan. Keberlanjutan program dijaga melalui pelibatan aktif guru dan evaluasi berkala untuk memastikan dampak jangka panjang terhadap pembelajaran dan pelestarian budaya lokal
PENDAMPINGAN PARTISIPATIF DIGITALISASI KONTEN EDUKATIF HAND PUPPET BUJANG DAN BETERI BERBANTUAN AI BAGI GURU PAUD GUGUS ANYELIR Ari Putra; Elwan Stiadi; Ririn Gusti; Teresya Meriska Stefhani; Salsabila Vania Fitri Andora
Jurnal Abdimas Bencoolen Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/abdimas.4.2.41-52

Abstract

Guru PAUD Gugus Anyelir Kota Bengkulu memiliki aset kreatif berupa hand puppet karakter “Bujang dan Beteri” yang belum dimanfaatkan sebagai konten digital, di tengah keterbatasan literasi digital dan tekanan ekonomi guru honorer. Kegiatan pendampingan ini bertujuan memahami secara mendalam proses, makna, dan dinamika pemberdayaan guru PAUD dalam memproduksi konten edukatif hand puppet berbantuan kecerdasan artifisial generatif (Google Gemini dan NotebookLM ). Pendampingan ini mengikuti siklus reflektif perencanaan–tindakan/observasi–refleksi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah (FGD), observasi partisipatif, catatan lapangan, serta dokumen (produk naskah/video dan hasil kuesioner sebagai data triangulasi), kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik reflektif. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik, member checking, thick description, dan audit trail. Pada Kegiatan (pra-tindakan dan pelatihan gelombang awal), teridentifikasi empat tema utama: (1) kesenjangan kompetensi spesifik penulisan naskah dan monetisasi di balik kesiapan sarana digital yang tinggi, (2) tumbuhnya kepercayaan diri dan kesadaran kritis atas potensi ekonomi konten digital, (3) hambatan dan strategi adaptif guru dalam menguasai AI generatif, serta (4) kebutuhan pendampingan berkelanjutan pada pengelolaan platform digital. Refleksi kolektif pada akhir siklus menunjukkan proses pemberdayaan yang bersifat transformatif, ditandai pergeseran posisi diri guru dari pengguna pasif teknologi menjadi kreator konten yang mulai percaya diri, meski disertai kesadaran kritis atas keterbatasan yang perlu diatasi pada siklus berikutnya. Temuan ini menegaskan pendampingan memberi ruang suara dan agensi guru PAUD dalam merancang jalur keberdayaan ekonomi digital berbasis kearifan lokal.